Cara Mengenali Karakter Anak

 

sumber foto: pinterest

Tentang karakter yang di bangun sedari dini memang menjadi ujian tersendiri untuk setiap orangtua. Tidak  usah memaksakan sekolah yang harus lebih banyak memahami, apalagi kurikulum sekolah jaman ini sudah di ubah dengan system pendidikan karakter, walau saya pribadi masih belum percaya dengan system yang sudah ada klaim dari sekolah tertentu. Karena sebagian sekolah masihlah mengejar target.

 Bukan bermaksud menyalahkan pihak sekolah, namun, begitulah kenyataan di lapangan, apalagi bagi orangtua yang sudah sangat memahami. Bahwasannya yang paling mengetahui tentang karakter anaknya adalah orangtua dan bermula dari rumah saja.

Jadi apa yang dimaksud dengan karakter? Menurut pusat bahasa Depdiknas, karakter adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, prilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen dan watak. Sedang berkarakter adalah berkepribadian, berprilaku, bersifat, bertabiat dan berwatak.

Faktor pembentuk kepribadian seseorang sangatlah beragam, mulai dari genetic, lingkungan, orangtua dan sosial. Sepanjang hidup, interaksi dengan orang lain juga pengalamannya dalam menjalani hidup. Semuanya alamiah, memang terbentuk dari si anak sendiri. Walau sedari kecil kebanyakan anak-anak memiliki karakter yang hampir sama, tapi, pasti ada perbedaan yang terlihat karena setiap orang memang tercipta dengan memiliki karakter yang berbeda-beda pula.

Banyak ahli yang memiliki macam persepsi tentang penjabaran karakter setiap anak. Namun, saya sedikit rangkum saja. Yaitu:

1. Anak-anak bersifat unik dan spontan. 

Karena memang mereka tercipta dengan berbagai macam keunikan yang harus kita maklumi dan diberi pengertian pada setiap yang dia lakukan akan berdampak pada kehidupan mereka.

2. Ceroboh. 

Berhubung mereka adalah anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuha dan keinginan tahuannya yang tinggi, sehingga pastilah akana ada kecerobohan yang terlihat, tapi, jangan patahkan semangaat mereka, sebab dengan dia mengetahui bahwa setiap yang dilakukannya pasti akan ada akibat yang dia lakukan.

3. Aktif dan energik. 

Sepertinya ini sudah menjadi sangat lumrah, kita pasti sering mendengar komentar “anak-anak ini seperti tidak ada capeknya, padahal kita yang melihatnya saja capek banget” namun, seperti itulah mereka. Maklumi saja, walau sembari kita ingatkan bahwa dia membutuhkan istirahat.

4. Egois dan pemarah. 

Anak usia dini sepertinya keras sekali jika mempertahankan keinginannya. Pun, mudahnya mereka marah pada beberapa hal. Apalagi jika sedang baru belajar pada sesuatu hal, jika di rasanya sulit biasanya pasti merasakan kemarahan, jangan memaksanya, biarkan mereka dengan caranya, hingga dia memang ingin berjuang dengan yang ingin ia ketahui itu.

5. Kemampuan mengingatnya pun terbatas. 

Kebanyakan orangtua menginginkan anak mengingat terhadap apa yang diperintahkan. Dan jika anak terlupa pastinya akan marah. Terutama dalam merapikan mainan. Padahal menurut orang dewasa, pasti sudah memberi tahu berulang kaali, namun anak pasti mengulang ‘kesalahan’ itu berulang kali. Padahal jika orangtua sudah mamahami begitulah karakter anak-anak dan sebatas kemampuannya itu.

Bagaimana cara membangun karakter mereka? Dengan memberikan contoh dan mendisiplinkan mereka itu sudah lebih bijak.

Semoga kita dapat menumbuhkan karakter baik pada anak.

Sebuah Persepsi Kesabaran

 

sumber gambar: Pinterest

Kesabaran, pasti semua orang sudah sangat mengenal dengan istilah ini. Namun masih banyak sekali yang masih tidak menyukai jika diberitahu soal kesabaran ini. Padahal sabar juga bisa di jadikan sebagai tolok ukur sebuah ketenangan hati. Dan ketika menjumpai beberapa orang yang sedang menghadapi permasalahan kehidupan dengan sangat mudah orang akan mengatakan untuk selalu bersabar.

Pasti banyak yang sudah jengah sekali dengan kata sabar yang sering di lontarkan oleh orang lain, ketika kita sedang berkisah dengannya. Padahal banyak juga yang tidak menginginkan hal tersebut dikatakan orang lain. Bisa karena orang tidak bisa memaknai sabar itu dengan arti yang sangat luas di dalamnya atau karena orang yang mendengarkan cerita orang lain itu ingin tidak mendengarkan curahan hati orang lain. Walau tidak bisa kita samakan apa yang orang lain rasakan kan?.

Sebuah curahan hati pribadi, saya termasuk orang yang sangat suka mengeluh, mungkin hingga saat ini (aib banget ini, mudah-mudahan saya segera berubah). Dan juga senang sekali bercerita dengan orang lain, apalagi ketika memiliki masalah yang cukup rumit menurut saya pribadi. Lalu, saya akan menceritakan hal itu kepada orang yang saya percaya. Yang lebih membuat saya kesal ketika orang tersebut akan mengatakan sabar pada saya. Hingga saya berani memberikan pernyataan “saya akan marah besar jika kamu selalu mengatakan sabar” sebuah keegoisan ya. lalu, apa yang saya dapat setelah memberikan pernyataan begitu? Tempat saya mencurahkan hati menjadi hanya diam seribu bahasa jika saya sedang curhat, khawatir salah mengtakan sesuatu hahaha. Setelah melewati hari, saya pun banyak memahami.

Ternyata sabar itu suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar juga merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yng mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa seseorang yang memilikinya. Belum lagi jika di satukan dengan sebuah ayat dalam Quran Surat Az-zumar ayat 10 yang artinya “sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.

Jika kita termasuk orang yang belum bisa bersabar, sebaiknya hal itu bisa dilatih sedari dini. Toh latihan menjadi pribadi yang lebih baik memang diharuskan di sepanjang usia kita kan? Menjadi lebih tenang menjalani setiap episode kehidupan akan menjadi jalan ninja setiap orang yang berusaha bersabar, sembari mengingat juga bahwa hal yang tidak menyenangkan itu akan berakhir seiring berjalannya waktu, sembari memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dalam menjalaninya. Toh mendung tak akan bertahan. Allah tidak akan menguji hambanya dengan ujian yang tidak ada hentinya kan? Allah paling tahu kekuatan hambanya, maka diberi ujian sesuai dengan kekuatan masing-masing setiap orang.

Saya akan tutup dengan kalimat yang paling saya sukai.

Syaikh ibn utsaimin berkata: “tidaklah kehidupan (dunia) itu kecuali hanya beberapa saat saja, kemudian pada waktunya sirnalah segala yang tidak disenangi. Maka bersabarlah sejenak dengan terkekangnya jiwamu dari syahwat. Bersabarlah terhadap perintah-perintah Allah. Bersabarlah hingga engkau menapaki kakimu di negeri penuh ketenangan (surga). Kita memohon semoga Allah memberi kita kesabaran dan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan ini. (Syeikh Al-Kafiyah Ash-Shofiyah. Jilid 4 hal 46)

Sebuah Realita Pernikahan

 

sumber: Pinterest

Gejolak dalam pernikahan menjadi sebuah hal yang wajar walau menyakitkan hati. Namun, bisa di minimalisir dengan adanya komunikasi yang wajar. Walau tidak bisa di artikan dengan gejolak negative saja, gejolak yang datang bisa dalam bentuk gejolak positif seperti semakin mencintai pasangan dikarenakan dia paham dengan apa yang kita rasakan.

Dan biasanya yang bergejolak adalah hal negatif, seperti tidak saling peduli dengan keadaan pasangan, tidak memiliki rasa yang lebih atau  merasa hambar dengan kebersamaan yang telah di jalani, atau karena berkurangnya aktivitas mengobrol yang seharusnya lebih intens dilakukan, berhubung kesibukan yang dilakukan setiap orang dan pasangan lebih padat lalu ketika di rumah sudah tinggal lelah yang tersisa, menyebabkan terlewatnya masa saling memberi perhatian.

Padahal rasa penat itu tak hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakan beberapa hal di luar rumah. Yang berada dirumah juga merasakan hal yang sama. Bahkan rasa penatnya bisa lebih berlipat. Disinilah seharusnya komitmen dalam pernikahan harus selalu di perbaiki, agar tidak ada asumsi dalam hati masing-masing.

Meminimalisir gejolak negatif ini bisa dengan mengalah dan tidak mengedepankan ego ingin dimengerti saja. Mengalah bukan berarti kalah, ada yang harus dipertahankan agar pernikahan selalu menguat sepanjang usia. Karena bagaimanapun semua yang telah mengalami masa pernikahan, dan merasakan manisnya awal-awal kebersamaan harus selalu terjaga. Mengalahlah dan minta pertolongan dari tuhan bila perlu pada orang sekitar yang bisa menolong kita dikala ada di ujung tombak, terkadang masalah pernikahan juga membutuhkan bantuan orang lain, itupun sekedar meminta pengarahan saja.

Namun, jika kita termasuk yang keberatan dengan menceritakan hal yang sangat pribadi kepada orang lain, bisa dengan mengingat-ingat kembali masa manis di kala awal perkenalan hingga pernikahan, biasanya sebagian kita pasti menyimpan memori manis dalam bentuk fisik ataupun hanyaa dengan menyimpannya di media social. Itu bisa menjadi obat yang sangat mujarab untuk memaniskan hubungan yang dirasa mulai hambar.

Diamlah sejenak hanya untuk membuat pikiran lebih tenang. Jangan dituruti perasaan negative yangs edang kita rasakan, jika akan membuat perpecahan dan saling menyakiti hati masing-masing. Dinginkan hati dan pikiran terlebih dahulu setelah itu baru deh lanjutkan perbincangan agar mendapat solussi dan semakin membuat erat berpegangan tangan menghadapi hari ke depan.

Opini tentang Cerpen Kang Heru dan Perjuangan Tan Malaka

 

Tan Malaka. sumber:google

Tugas mingguan kali ini diperintah untuk membuat sebuah opini tentangg 2 buah judul cerpen karya senior-senior kami di komunitas ODOP. Jangan dinyana, saya pribadi adalah orang yang paling sulit untuk membuat sebuah opini dari banyaknya hal yang saya lihat, baca dan dengarkan, apalagi, saya pribadi adalah orang yang terbiasa melakukan curhat di blog. Duh, jadi curhat dong saya huhuhu. Cukuplah membuat paragraph pembuka di ketikan saya kali ini.

Setelah hati dan pikiraan saya ‘mengamuk’ akhirnya saya memutuskan untuk sedikit mengupas karya kang Heru Sang Amurwabumi yang berjudul ‘dari gunung omeh, ke jalan lain di Moskow, menuju hukuman mati di kediri’. Saya membacanya pertama kali 3 hari lalu,  Dari paragraph awal hingga akhir adalah waktu yang sangat membuat saya melongo karena memang belum memahami sama sekali. Beruntung sang penulis menuliskan keterangan di akhir cerpen. Yang menjelaskan tentang seorang pahlawan Indonesia bernama Datuk Ibrahim Tan Malaka, yang lebih dikenal dengan Tan Malaka.

Mengapa judulnya ‘dari gunung omeh ke jalan di Moskow, menuju hukumaan mati di Kediri’ ternyata itu menjelaskan tempat lahirnya beliau, hingga proses berjuang serta belajarnya beliau di Moskow, hingga harus di hukum mati di Kediri tersebab sikap beliau yang tidak mengikuti pemerintah saat itu.

Akhirnya saya mencari tahu tentang Tan Malaka. Mengapa di cerpen kang heru menjelaskan tentang di eksekusinya beliau dengan menembakkan peluru panas ke tubuh tan malaka. Berhubung saya adalah orang yang sangat buta dengan ilmu sejarah dan membaca ilmu sejarah pasti tentang itu-itu saja. Akhirnya saya mencari tahu lebih banyak lagi tentang tan malaka.

Ternyata beliau di anggap sebagai komunis dan pemberontak. Dikarenakan beliau pernah sekolah di Moskow dan sempat mengeluarkan beberapa opini tentang agama dan kemerdekaan. Walau hingga sekarang pun sebagian masyarakaat yang kuraang memahami sejarah pasti akan mengatakan bahwa tan malaka adalah seorangf komunis yang tidak berhak untuk mendapat panggung dalam masyarakat Indonesia, apalagi harus di hormati.

Banyak sekali sumber yang bisa kita kulik di google ataupun buku-buku yang membahas tentang tan malaka di luaran sana. Entah seperti apapun anggapan sebagiaan orang tentang beliau, dan banyaknya teka-teki yang menggelitik. setidaknya kita harus akui bahwa beliau adalah pahlawan Indonesia.

Sebagai penutup dari opini yang sangat tidak nyambung dengan tulisan kang heru ini saya sangat berterima kasih telah di kenalkandengan tan malaka dan akhirnya mencari tau tentang perjuangan beliau, walau tidak secara sempurna yang saya ketahui, setidaknya saya mengetahui saat ini walau sangat terlambat.

Resep Anak Tidur Cepat, Dijamin Anti Begadang

 

sumber: pinterest

Pola tidur anak itu sangatlah penting untuk diperhatikan, karena mereka sedang dimasa petumbuhan yang sangat membutuhkan waktu untuk lebih banyak beristiraahat agar nantinya perkembangaan otak dan tubuhnya berkembang dengan lebih baik. Agar stimulasi yang diberikan orangtua sampai dan berpengaruh ke dalam diri anak.

Apa jadinya bila anak-anak adalah sosok kecil yang punya jam tidur yang amburadul? Kita yang sudah dewasa saja, jika jam tidur kacau, akan rungsing banget sehariaan itu, karena tidak merasa sinkron pikiran, hati dan jiwanya. Maka memang sudah lebih baik. Jika yang dewasa pun memperhatikan soal ini ya.

Waktu tidur anak yang tidak cukup itu memengaruhi pertumbuhan otak anak. Hal itu berdampak pada kemampuan kognitif anak loh. namun, apa yang dimaksud dengan kemampuan kognitif?  Kemampuan kognitif adalah anak dapat berpikir, memahami, dan mengeksplor hal-hal di sekitarnya. Mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Karena, hormon pertumbuhan anak bekerja baik dalam malam hari. Dan tidak begadang juga membuat pikiran anak bahagia, jadi nantinya akan sangat menyenangkan orangtuanya juga karena buah hatinya ceria dan sehat. Membuat berat baadan anak ideal, karena waktu istirahatnyaa yang tercukupi dan pastinya imunitasnya juga lebih sehat sebab istirahatnya tercukupi.

Berapa jam sih idealnya waktu tidur anak dalam sehari? sejak bayi hingga anak terbilang remaja pastinya memiliki jam kebutuhan jam tidur yang berbeda-beda. karena dipengaruhi pada keaktifannya di siang haari. Lebih baiknya beronsultasi dengan dokter, agar lebih lengkap penjabarannya.

Lalu, faktor apa saja sih yang membuat anak begadang?

Tidak lelah, bisa karena di sore hari si anak malah tidur dan bangun ketika menjelang malam, bisa juga karena kurangnya aktivitas yang membuatnya tidak banyak menggerakkan tubuh.

Atau karena terlalu lelah juga bisa meempengaruhi susahnya si anaak untuk tidur, nah, disini oraangtuaa dianjurkan untuk memijat-mijat atau mengusap tubuhnya agar aanak merasa nyaman.

Atau bisa juga karena anak terlalu sibuk dan penasaran, hingga ia lupa untuk mengistirahatkan tubuhnya, karena ingin menyelesaikan apa yang sudah di cobanya.

Atau karena takut dengan bayangan-bayangan yang terimajinasi dari bacan atau tontonannya selama seharian beraktifitas.

Atau juga karena ingin bersama orangtuanya,  terlalu sibuknya orangtua ketika siang hari sehingga dia tidak banyak ditemani, jadi anak menginginkan untuk ditemani. Yaa…ini bagi orangtuanya yang harus lebih baayak meluangkan waktu untuk anak ya.

Akhirnya semua hal memang berpenaruh dari kebjakan orangtua sendiri

Apakah Kamu Sudah Siap dengan Pernikahan?

 

sumber: pinterest

Bahagia  sekali jika mengikuti berita orang yang baru saja menikah. Entah kenapa seperti mendapat energi tersendiri dalam menyaksikan kebahagiaaan mereka. kaya mengulang kembali rasa bahagianya, ada rasa tersendiri yang tidak bisa di nyatakan dengan lebih spesifik. Pernikahan sendiri memiliki arti bersatunya 2 orang yang tidak memiliki ikatan darah dengan tujuan beribadah dan memiliki keturunan juga memperluas jalinan keluarga. Tentunya atas Ridho Allah, orangtua dan keluarga besar.

Menikah juga membuat seorang muslim terhindar dai hal-hal yang di larang oleh Allah SWT. Rasulullaah SAW dalam sebuah hadits bersabda: “wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya” (HR. Bukhari No. 4779)

Ketika di ceritakan lebih cermat runutan yang terlewati ketika akan melangsungkan pernikahan, bukanlah sesuai dengn keinginan diri sendiri saja. Akan tetapi Allah beri sesuai dengan ketepatan waktu menurutNya. Apalagi yang sudah memiliki keinginan yang sangat pada usia tertentu, biasanya di usia 20-an sebagian orang memiliki keinginan yang amat sangat karena sudah terlalu bosan menyendiri atau karena hal-hal tertentu. Tapi biasanya orang yang berpikiraan begini memiliki prinsip tidak ingin berpacaran karena sebagian paham dengan mudaratnya.

Dan tanpa dinyana jodoh dihadirkan bahkan di waktu yang sangat tak terencana. Di pertemukan dengan seseorang yang diluar prediksi selama ini. Bahkan jauh dari impian untuk dipertemukan. Misal: saya adalah seseorang yang dilahirkan di Medan dan dipertemukan oleh pria yang lahir dan di besarkan di Jawa Timur. Sebagian orang akan bertanya kepada kami, “kok bisa bertemu?” kami akan menjawab “bertemu waktu masih kuliaah di Mesir”. Lalu semua orang akan ber “ooo” ria. Karena sangat memaklumi.  “jodoh siapa yang tahu” begitu undang-undangnya.

Proses menuju pernikahan, ketika sudah waktunya juga pasti akan di permudah. Seperti meminta persetujuan keluarga juga bisa jauh lebih lancar, walau berawal pada ketidak yakinan akan di restui dikarenakan permaslaahan jarak biasanya. Dan semuanya kembali pada tangan Allah yang bekerja. Allah maha pembolak balik hati manusia, bisa sekejap saja Allah akan memberi bukti kekuasaannya. kalian (yang suadah menikah) pasti pernah merasakan kemudahan kaan? Walau mungkin dengan cara yang lain pastinya. Itu hanya salah satu contoh saja.

Ada gak sih hambatan ketika masa akan menikah? Pastinya ada dong, terutama ketika mendekati harinya. Walau sudah dalam keadaan semua hal persiapan sudah dipersiapkan secara matang pun, hambatan pasti ada, terutama ketidak yakinan dalam hati. Biasa, setan membisik-bisiki dengan keraguan dan menjadikan kita seperti tidak berdaya, bahkan sebagian orang ada yang sampai ingin membatalkan, karena keraguan atau model ujian yang lain. Setan selalu tidak menyukai jika antara laki-laki dan perempuan akan menjalani pernikahan.

Lalu ketika berada di posisi seperti itu, yang seharusnya kita lakukan adalah memperbanyak ilmu atau berkumpul dengan orang yang sudah berpengalaman, dan meminta nasehat kepada mereka. Lebih memperbanyak ilmu seputar pernikahan, rumah tangga, ataupun ilmu yang berkesinambungan dengan itu semua.

Dan jika sekarang pembaca tulisan saya ini belum dipertemukan dengan orang yang tepat, jangan bersedih hati. Lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas diri itu sudah lebih baik. karena menikah dengan usia yang tergolong muda bukan berarti sebuah keharusan, menikahlah pada usia yang tepat. Dan pastinya, sudah memiliki ilmu tentang pernikahan itu lebih terasa istimewa. Bilapun, belum bisa mempraktekannya, namun, sudah meiliki teori serta gambarannya.

Seberapa Bijak Kita dalam Mengartikan Mimpi

canva

 Bermula dari perbincangan kami yang sangat random, akhirnya membicaarakaan soal bapak. Ya, hampir 2 bulan kami sudah tidak bersama lagi dengan bapak. Beliau adalah bapak mertua saya yang sangat saya hormati, sayangi dan cintai. Sama seperti saya mencintai orangtua kandung saya. Bapak yang meninggal dikarnakan terpapar virus corona. Yang hanya 6 hari masa perawatan selama di Rumah Sakit, akhirnya beliau pun berpulang dengan cara yang sangat baik InsyaAllah.

 

Walau saya hanya menantu, saya sangat kehilangan sosok beliau yang sangat mengayomi keluarganya dengan penuh cinta. Hampir 2 bulan kami kehilangan, dan membicarakan beliau menjadi hal yang sangat manis. Menjadi bahasan obrolan kami (saya dan suami) Jangan ditanya bagaimana rasa kehilangannya yang dirasakan oleh suami saya ya, sebab bapak dan anak-anaknya sangat dekat secara emosional.

Dan ketika membicarakan bapak, saya nyeletuk “ayah pernah gak mimpi bapak?” suami saya langsung menjawab “gak pernah nda, kenapa yaa..”. “ya…enggak apa-apa, mungkin ayah sudah sangat mengikhlaskan dengan kehilangan ini dan do’a ayah sudah mencukupi bapak di alam kubur sana” jawab saya sekenanya. “lho? Maksudnya apa”. Jadi yah…. (saya jelaskan panjang lebar)

Penjelasan saya tidaklah istimewa dikarenakan saya pernah baca 1 Quote dan memiliki tambahan tulisan dari yang membuat Quote tersebut. Penulis tersebut mengatakan bahwa beliau diberi tahu oleh salah seorang ustadz (saya lupa nama ustadz beliau siapa) bahwasannya, jika kita mimpi bertemu dengan orang terdekat yang sudah meninggal, kemungkinan dia menginginkan do’a kita terhadapnya lebih di rutinkan lagi karena bisa jadi mereka merasa di lupakan oleh kita.

Dan bersyukurlah jika sebagian dari kita tidak atau belum pernah bermimpi bertemu mereka, bisa menjadi tolak ukur bahwa doa kita sudah cukup. Walau banyak juga yang mengatakn bahwasasnnya mimpi adalah bunga tidur atau alam bawah sadar kita yang terlalu banyak memikirkan pada beberapa peristiwa yang membuat kita fokus pada hal itu sehingga terbawa ke alam tidur.

Walau tidak bisa di pukul rata. namun, bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua ya. agar lebih merutinkan do’a untuk mereka, walaupun saya pribadi tidak berani menyimpulkan kalian tidak mendo’akaan saudara atau anggota keluarga yang sudah lebih dulu berpulang, karena hal itu sudah menjadi urusan kalian masing-masing.

Bukan hak saya juga untuk memukul rata atas kejadian yang telah kalian lewati, karena setiap kejadian pasti memiliki makna tersendiri untuk masing-masing dari kita semua. Semoga saya tidak termasuk orang yang lancaang dalam hal ini.

 “Dan (ingatlah), ketika kami wahyukan kepadamu “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Quran. Dan kami menakut-nakuti mereka tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka” (Q.s Al-Isra (17): 60)

Pentingnya Membiasakan Aktivitas Mengobrol

 

pinterest.com

    Mengobrol adalah salahsatu aktivitas yang seharusnya bisa lebih di lestarikan. Apalagi jika sudah memiliki pasangan dan keluarga. Bagaimanapun mengobrol menjadi energi tersendiri untuk kekuatan keharmonisan dalam keluarga. Kebanyakan ketika membiasakan mengobrol kedekatan batin antar keluarga akan semakin erat. Seperti tidak ada jurang pembatas antara 1 dan lainnya. Dan ketika sudah menjadi pembiasaan bisa dijadiksn ajang penyelesaian masalah.

    Aktivitas mengobrol ternyata juga menjadi salahsatu dari beberapa macam bahasa cinta setiap orang. “Quality Time” salahsatu sub bagian dari bahasa cinta bisa diartikan sebagai aktifitas mengobrol. Menghabiskan waktu dengan  pasangan agar tercipta keharmonisan dan merasa dicintai olehnya. Dan ketika anak-anak melihat aktivitas ini mereka juga akan terbiasa dengan hal itu. Nantinya mereka juga tidak canggung lagi jika diajak untuk mengobrol. Dan membicarakan apapun kepada orangtuanyaa maka bisa jadi nantinya ketika mereka  dewasa, mereka pun akan membiasakan aktivitas ini kepada keluarga kecilnya.

    Akan tetapi, mengobrol juga tidak bisa sembarangan ketika memilih waktunya. dan tidak bisa dilakukan setiap waktu pula. Jadi  tidak bisa terlalu saklek dalam menentukaannya. Bagaimanapun aktivitas ini harus pada waktu yang santai  senggang. Tidak bisa di paksakan karena dapat menimbulkan efek canggung nantinya. Sepakatilah bersama pasangan waktu seperti apa yang membuatnya nyaman untuk mengobrol, kecuali jika kalian memiliki masalah internal ya… bagaimanapun permasalahan memang harus segera di selesaikan, jangan biarkan ia berlarut-larut.

    Kembali ke soal mengobrol. Pastikan mengobrol dikala santai saja agar ia dapat mengalir juga tanpa paksaan, apalagi ketika pasangan baru pulang dari beraktivitas di luar, dikarenakan sudah terlanjur bikin rencana untuk mengobrol setiap hari,  berimbas kepada ketidak mampuan melihat kondisi pasangan kita. Pastikan ketika suami/istri sudah membesihkan dirinya, makan, minum ataupun ketika mereka sudah terlihat lebih tenang. Barulah kita mengajaknya mengobrol. Namun, jika ia terlihat belum siap untuk diajak berbicara, biarkan ia diam terlebih dahulu, nanti jika menurutnya sudah tepat untuk menceritakan. pasti akan mengatakannya pada kita. Ingat, jangan terlalu di cecar dan terlalu kepo dengan masalah yang menimpa pasangan.

    Obrolan yang bisa dijadikan pembahasan juga bisa berbagai macam ya, tidak melulu soal anak ataupun sekolah anak. Bisa dengan menanyakan bagaimana aktivitasnya seharian ini, ataupun rencana-rencana masa depan dalam rumah tangga, atau hal-hal lucu. O..iya, jangan terlalu kaku dalam membahas sesuatu. karena aktivitas mengobrol juga bisa menjadi ajang bertukar pikiran.

    Apa sih efek dari membiasakan aktivitas mengobrol? Kita menjadi lebih paham apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan. Jadi bisa lebih memahami segala hal tentangnya. Karena jika dia nyaman berbicara dengan kita. Kemungkinan besar ia pun memiliki kepercayaan untuk membagikan segala yang dia rasakan, tentunya kita juga harus bijak dalam menyikapi apa yang dibicarakannya.

Sebab Allah Sayang

Bermula dari keadaan yang menuntut untuk selalu menyelesaikan semua hal di waktu yang paling ideal. Meskipun setiap hsri ada saja yang terlewat, jangan ditanya ketika pikiran berkecamuk jika semuanya tidak selesai sesuai waktu yang ditentukan. Anehnya membuat rungsing dan mood menjadi hancur lebur.


Akhir dari semuanya menjadi kemarahan dan omelan. Yang berimbas ke semua orang yang berada di sisi kita. Siapa yang pernah merasakannya? Kala perasaan dan pikiran tidak lagi bisa menyatu? Biasanya antara perasaan bersalah, marah justru membingungkan


Tau gak? Berdamai dengan keadaan itu butuh ilmu ikhlas yang besar. Tak harus sempurna tapi bisa diusahakan agar terlihat sempurna. Walau belajarnya harus setiap waktu, setiap hari, bulan dan tahun. Namun, ketika sudah bisa sampai dipuncaknya, kan semakin menguatlah keikhlasan itu.


Sebuah kejadian, apapun itu bentuknya sudah ditakdirkan oleh Allah, walau itu daun yang jatuh adalah takdir dan sudah di tentukan. Apalah kita yang manusia biasa. Semua hal yang sudah Allah takdirkan tidak bermaksud keburukan untuk hambanya kok. Hanya saja bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.


Meskipun yang dinamakan musibah yang entah itu berskala besar ataupun kecil pasti meninggalkan rasa sakit dan tak menyenangkan di hati. Apapun rasanya, pasti Allah punya maksud, mungkin Allah mau menaikkan derajat kita di hadapanNya. Atau karena Allah ingin menghapus dosa yang telah kita perbuat selama ini. 


Sedikit menghapus, agar meringankan beratnya timbangan keburukan di akhirat kelak. Ah, betapa Allah memiliki cara sendiri untuk menyayangi hambanya. Percayalah, apapun yang sudah Allah gariskan semua punya maksud yang tidak tentu keburukan. 


Semuanya sudah ditentukan dan kita sebagai manusia tidak bisa menghambatnya barang 1 detik pun. tugas kita hanya mengikhlaskan apapun jalan yang sudah Allah gariskan tersebut. tidak harus menyalahkan apa yang telah terjadi. yang harus di lakukan adalah mengintrospeksi diri dan apa yang harus dibenahi. percayalah, setiap masalah yang datang pasti dilengkapi dengan penyelesaian. tugas kita hanya lah mengidentifikasi dan mengambil pelajaran dari apapun kejadian yang telah diberikan. 

jangan marah dengan ketidak senangan kondisi itu. sabar adalah kuncinya.




Aktivitas Baruku

Aktivitas terbaru yang kujalani

Berbaur dengan salahsatu komunitas

Untuk  bercengkerama bersama

Dengan pencinta literasi

Menjadi sebuah penyemangat diri

 

Jangan lagi ditanya bagaimana hati

Jika kesukaan diri menjadi jadi

seandainya dia semakin menancap ke sanubari

Yakinilah, apapun aral di hadapan

Tidak membuat ngeri

 

Menulis, salahsatu aktivitas pengasah bakat

Kendatipun nantinya diri menjadi penat

Tidak akan ada hambatan

Sebab dia menjadi kecintaan

 

Jangan lagi menghambat diri

Jika sudah menghadapi

Tuntaskanlah dengan sepenuh hati

Hingga kau mampu berbangga atas capaian diri

 

Menulis, memang hanya coretan pena

Meskipun tidak dapat dipandang sebelah mata saja

Setidaknya ia akan bisa menghujam ke dalam jiwa

Bagi mereka yang membacanya dengan pikiran terbuka.


Tanggul, 18 September 2021

Mengambil Pelajaran dari Mendengarkan Podcast.

 

https://www.canva.com/design

Jika dulu sebagian kita paling suka mendengarkaan radio, itupun biasanya mendengarkan musiknya saja karena radio paling update soal tangga lagu yang terbaru. Lalu sekarang radio tidak terlalu sering di gunakan kecuali orang-orang yang memiliki mobil. Pun, dipakai hanya untuk menemani mereka selama perjalanan. Semacam hanya mendengarkan orang bicara saja. supaya  tidak merasa sedang sendirian didalam mobil ada yang menemani bahasanya. Itu alasan beberapa orang yang masih mendengarkan radio.

Dan kali ini, media untuk mendengarkan siaran bisa di dengar melalui podcast. Walau itu juga pilihan, karena pengertiannya sama saja dengan radio tapi, podcast ternyata lebih detail lagi. Jadi, Apa itu podcast? Podcast adalah episode program yang tersedia di internet, podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televise atau program radio, kuliah, pertunjukkan atau acara lain. Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audi dan video sehingga pelanggan selalu bisa menikmai program tersebut dengan cara yang sama.

Akan tetapi, pembahasan soal podcast ini bukan penjelasan tentang podcast secara spesifik melainkan bagaimana podcast bisa merubah cara berpikir orang lain. Saya berbicara soal pendapat pribadi saja deh. Sudah hampir setahun mendengarkan podcast dari berbagai macam narasumber di beberapa channel youtube. Mendengar serta memperhatikan mimic orang lain dalam menyampaikan opininya dalam kehidupan, berhubung saya pribadi adalah orang yang sangat suka mempelajari alur hidup orang lain dari proses jatuh dan bangun hingga terbilang sukses, walau secara pribadi tidak bisa dijadikan patokan dalam hidup. Namun bisa diambil pelajaran didalamnya.

Seperti beberapa saat yang lalu, saya mendengarkan podcast dalam channel Denny Sumargo dan Kemal Pahlevi yang membicarakan seputar pernikahan walau di awalnya bermula dari membicarakan pengetahuan Kemal seputar berpacaran. Dan berujung pada pembicaraan seputar pernikahan. Meskipun Kemal belum menikah tapi dia sudah banyak sekali belajar dari pengalaman beberapa orang yang pernah berinteraksi dengannya juga beberapa ahli.

Ada yang sangat mengesankan saya. Ketika Kemal mengatakan “menurut pemikiran gua pribadi, dulu gua sempat mikir, menikah itu berarti gua bisa setiap jam berhubungan badan dengan cara yang halal dengan istri gua bang, ternyata menikah juga bukan Cuma soal itu, betul gak bang?” saya hampir saja ngakak tiada henti. Karena ya…gak mungkin juga tiap jam, bisa pingsan dong. hahaha

Anggapan Kemal pun ditanggapi oleh DenSu dengan kalimat “pernikahan itu bagaimana kita menjaga hubungan itu bertumbuh. Bukan berekspektasi  hubungan pernikahan akan menjadi apa yang kita pikirkan” dan saya membenarkannya.

Karena saya sudah banyak mendengarkan podcast dari berbagai narasumber, terkadang saya mengambil kesimpulan. “ternyata tidak semua orang yang diluar cara hidup kita, memiliki pikiran yang asal-asalan, walaupun kita juga tidak sepenuhnya benar. dan tidak pula bisa  pukul rata bahwa orang yang diluar komunitas dan lingkungan berarti orang yang tidak benar dalam menjalani kehidupan, karena mereka punya cara sendiri menikmati kehidupannya dan jangan menilai orang lain dari bagian luar (tampilan) orang itu saja”

Berhubung itu hanya hasil buah pikiran orang lain yang berlandaskan cara mereka menjalani kehidupan. Saya pun menjadikan otak saya filter tersendiri dalam menerima hasil pikiran mereka, dengan menelisik bagaimana dengan anggapan yang sesuai dengan syari’at islam. Ternyata tidak bisa di salahkan juga buah pikiran mereka. Sebab  itu semua sesuai dengan pengalaman dan pemahaman yang mereka petik kan?

Bagaimanapun, ketika sudah memiliki kemampuan untuk menyatukan buah pemikiran orang lain dengan pemikiran ulama yang ilmunya sesuai dengan hujjah Al-Quran dan hadits. Setidaknya landasan kita dalam berpikir bisa lebih terarah. Terlepas apapun yang kita dengarkan dan baca. Jangan serta merta membenarkan apa yang orang lain sampaikan tanpa menyatukannya dengan hukum Al-Quran dan hadits yang benar. agar kita selamat.

Menelaah Fenomena "Generasi Sandwich" dengan Cermat

   

hidayatullah.com

Tentang generasi sandwich, mungkin banyak  yang sudah tahu dengan istilah generasi sandwich. Walau sepengetahuan kita sandwich itu semacam roti lapis yang dilapisi daging, sayur, tomat dan beberapa macam saos lalu di tutup dengan lapisan roti kembali. Dan rasanya enak sekali. Walau itu adalah sarapan khas orang barat sana. Tapi, ternyata makna yang berbeda ketika di satukan dengan kata “generasi”.

Apa itu generasi sandwich? Generasi sandwich adalah generasi yang berada pada rentang usia 30-40 tahun. Berada pada rentang usia produktif dan telah memiliki tanggungan yakni telah menikah dan memiliki anak yang tentunya masih membutuhkaan biaya hidup dan pendidikan sekaligus menaanggung biaya hidup orangtuanya yang sudah sepuh dan sudah tidak bisa lagi mencari nafkah. (Suryo, 2020)

Bisa terbayang kan maksud dari generasi sandwich itu apa. Dan banyak terjadi di sekitaran kita. Yang mana banyak laki-laki ataupun perempuan yang menanggung biaya hidup keluarga ataupun orangtuanya. Walaupun itu bisa di kategorikan orangtua yang sudah tidak bisa bekerja dan sepuh. Diluaran juga banyak sekali orangtua yang terbilang sehat dan masih mampu bekerja tapi juga menjadi “beban “ bagi anak-anaknya. Lebih tepatnya di katakan malas berusaha. Tidak ada keinginan berusaha sekuat tenaga tapi lebih memilih membebani anak. Tidak ada salahnya jika si anak merelakan. Tapi jika tidak bagaimana? Tidak bermaksud bagaimana, namun realita ini banyak terjadi di sekitaran kita.

Awal mula adanya istilah generasi sandwich ini di perkenalkan oleh Dorothy A Miller pada tahu 1981. Beliau  adalah seorang professor di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Dorothy mengatakan generasi sandwich adalah mereka yang harus menanggung hidup anak-anak dan orangtua mereka

Berhubung istilah itu dibawa dari negara barat, walau tidak ada salahnya jika kita ingin belajar dari mereka. Namun kita sebagai seorang muslim memiliki panduan tersendiri dalam menyikapi istilah generasi sandwich ini. Tidak serta merta menerima dengan mudah istilah dan makna tersebut. namun bisa kita tela’ah dari berbagai macam ilmu yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits yang sudah Rasulullah ajarkan kepada kita.

Generasi sandwich menurut islam

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin lagi syamil dan kamil, sempurna dalam mengatur alur kehidupan manusia. Pun, bagi orang yang pasti mau menerimanya. Dalam ajaran islam tidak ada hanya berlandaskan pikiran, namun semua hal telah di pandu menurut Al-Quran dan hadits. Jika masalah adab didalam kamar mandi saja di atur, apatah lagi soal kehidupan dan rizeki yang telah di janjikan keberadaannya oleh Allah yang diperkuat dengan bukti-bukti yang sudah tercantum dalam Quran.

Soal  pembicaraan generasi sandwich sebenarnya jika ditarik ulur maka akan berbanding lurus dengan pemberian rizeki yang sejatinya sudah diatur oleh Allah. Bukankah segala aspek kehidupan kita sudah di atur olehNya? Sedang menghidupi orangtua  juga termasuk melakukan hal kebaikan. Yang pasti menyangkut dengan soal materi di dalamnya.

Dalam islam, menanggung beban keluarga termasuk sedekah. Dan kita juga harus mengetahui bersedekah adalah hal yang sangat dicintai Allah dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Imbalan yang akan didapatkan juga luar biasa. Salah satunya adalah limpahan berkah dalam kehidupan kita.

Rizeki juga tidak hanya soal materi kan? Ada yang lebih diutamakan dari sebatas materi saja. Ada kesehatan keluarga, serta anak-anak, kemudahan mencari rizeki dari sumber yang halal, kebahagiaan yang dirasa dalam hati, kenyamanan hidup yang dijalani, dan lain sebagainya. Apalagi semua untuk membahagiakan orangtua? Tidak perlu menunggu mereka sepuh dan tak bisa mencari nafkah saja, kita semua memiliki kewajiban untuk selalu berbakti, menghormati dan menyayangi mereka. Apalagi jika keadaannya sudah memprihatinkan?. Tidaklah mungkin menyingkirkan mereka dan menganggap bahawa mereka adalah pembuat masalah dan beban dalam kehidupan yang sedang kita jalani.

Tips Mudah Menjadi Ibu Yang Bahagia Setiap Hari

https://www.canva.com/design/

 
Di masa yang sedang tidak menentu seperi ini dan juga era digital yang sangat mudah melihat siapapun yang menampakkan kebahagiannya. Lalu, kita pun membandingkan dengan kehidupan yang sedang dijalani saat ini. Itu lumrah saja, namun tidak terlalu baik untuk perjalanan kedepannya bersama pasangan juga anak-anak.

Belum lagi jika ternyata kebutuhan ekonomi  sedang anjlok. Pendapatan pas pas-an, kebutuhan semakin meningkat seiring tumbuhnya anak-anak. Semakin ruwetlah pikiran, apalagi ibu-ibu yang biasanya handle keuangan keluarga, yang paling mengetahui siklus keuangan, dan biasanya yang paling pusing membaginya.

Lalu, ketika sibuk dengan sosmed dan memperhatikan orang lain yang membagikan kebahagiaannya bersama keluarga, memberikan pasangannya hadiah, bisa jalan-jalan kemanapun yang mereka inginkan, belum lagi mampu membeli ini itu untuk kebutuhaan anak dan rumah tangganya, belum lagi jika menemukan artikel ataupun video “kemesraan” antar suami istri yang menurut kita sweet sekali.  semakin membuat ruwet pikiran dan bergumam “kenapa aku tidak bisa sepertinya”.

Tau gak sih? Ketika pikiran dan hati bergumam seperti itu, bisa mempengaruhi perasaan. Dan ketika perasaan sudah tidak baik, biasanya berpengaruh kepada semangat ibu menjalani hari. Lalu timbullah efek-efek negative yang membuat kita lebih sering emosi bahkan mengeluarkan kata yang tidak pantas karena amarah. Padahal semuanya bermula dari cara dan pikiran yang telah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain saja.

Bu, kehidupan kita dengan orang lain sangatlah berbeda, dan yakin banget orang-orang banyak yang menyadari bahwa setiap orang punya cara sendiri untuk menangani hati dan pikiraannya. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah terlalu membandingkan yang menjadikan semuanya tidak terkontrol.

Ada beberapa tips agar ibu selalu merasa bahagia dan bersyukur menjalani kehidupan ala saya pastinya.

Belajar menerima apapun yang telah pasangan berikan.

Jangan samakan pasangan kita dengan orang yang lebih “wah”. “Wah” ini bisa di artikan kehidupannya, cara mereka melayani pasangannya ataupun defenisi wah yang lainnya menurut setiap orang pastilah berbeda. Karena jika sudah berani membandingkan, semua hal yang sudah di usahakan oleh pasangan  pasti akan terasa kurang menurut pikiran dan keinginan sendiri.

Turunkan ekspektasi

jangan terlalu banyak berekspektasi kepada pasangan dan keadaan rumah. Menurunkan ekspektasi kita agar selalu berpikiran yang terlalu ideal. Padahal pemikiran idealis juga ada kelebihan dan kekuraangannya. Bagaimanapun ketika dituntut untuk ini itu juga banyak yang tidak mau kan? Setiap orang pasti punya keinginan “diterima apa adanya”.

 

Bagaimana pun, banyak dari para ibu yang mampu membahagiakan anggota rumahnya, karena kebahagiaaannya hanyalah “membahagiakan suami dan anak” dengan cara masing-masing pastinya. Dan ketika sudah mampu membahagiakan sekitar, kebahaagiaan yang diinginkan pun pasti akan datang dengan sendirinya. 

sekelumit biografi Sapardi djoko damono

gambar: Google
                             
Sapardi djoko damono, siapa yang tidak mengenalnya? Di kalangan sastrawan dan yang orang-orang yang mencintai dunia kepenulisan, biasanya pasti mengenalnya. Beliau yang biasa di panggil SDD adalah seorang sastrawan kebanggan Indonesia. Kiprahnya di dunia literature Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sapardi djoko damono, pria yang dilahirkan di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Orangtua beliau bernama Sadyoko dan Sapariah. Memiliki filosofi nama yang di berarti agar menjadi orang yang pemberani dan tangguh dalam keyakinan.

Sejak belia beliau sudah terbiasa dengan perjalanan kehidupan yang dikelilingi oleh keluarga yang cukup apik di dunia seni, karena kakeknya adalah orang yang pandai membuat wayang  dan sosok Sapardi muda juga piawai dalam memainkan wayang serta beragai jenis alat musik.

Walau harus berpindah-pindah tempat tinggal, Sapardi kecil tidak kehilangan indahnya masa kecil yang dilewatinya, walau berawal dari bayang-bayang imajinasi di kepalanya, dan dia menyalurkannya ke dalam tulisan-tulisan juga berusaha untuk mengorbitkannya ke dunia luar.

Namun karya Sapardi kecil tidak serta merta diterima. Ada penolakan-penolakan yang harus dihadapinya. Namun, semangat itu tak pernah luntur, beliau terus menulis dan belajar. Sedari  SD Kesatryan Keraton Surakarta. Pendidikan menengah ditempuh di SMP Negeri 2 Surakarta (lulus 1955) di SMA Negri 2 Surakarta (lulus 1958) pada masa itu beliau rajin sekali menulis dan mengirimkannya ke majalah-majalah.  

Lalu, beliau kuliah di fakultas sastra barat (sekarang menjadi fakultas ilmu budaya) bidang bahasa inggris di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ketika masa kuliah inilah kesukaan beliau tentang dunia kepenulisan semakin berkembang. lalu, beliau juga menempuh study ke University of Hawaii, Honolulu. Beliau Juga menempuh progam Doktor di Fakultas UI dan lulus tahun 1989.

gambar: Google
                                            

Beliau menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai 2 orang anak, 1 orang perempuaan yang bernama Rasti Sunyandani dan 1 orang lai-laki yang bernama Rizky Enriko.

Karya-karya beliau yang sangat masyhur ada banyak sekali. Salahsatunya adalah puisi yang sangat terkenal “aku ingin” yang sudah banyak diterjemahkan dengan berbagai macam bahsa internasional maupun bahasa daerah. Selain puisi beliau juga menciptakan karya dalam bentuk cerpen, novel, essay juga menterjemahkan karya penulis asing.

gambar: Google

Beliau meninggal pada tanggal 19 july 2020 dalam usia 80 tahun. Dikebumikan di TPU Giritama, Bogor. Semoga seluruh karya beliau menjadi warisan yang terus menetap dalam sanubari kita semua, agar nantinya akan lahir sapardi selanjutnya.

 sumber, Wikipedia, detik.com, google.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

apa BAHASA CINTA mu?

                                      picture: Google


 Sudah pernah dengar tentang bahasa cinta? Terutama untuk orang-orang yang sudah menikah, hampir 24 jam bersama dengan aktifitas yang mungkin terbilang monoton, walau sebagian tidak menghabiskan waktu selama 24 jam, karena harus terpotong dengan aktifitas bekerja diluar, namun, sebagian besar waktunya dihabiskan secara bersama.

Nah, kita harus tau bagaimana bahasa cinta pasangan, agar semakin romantis dalam menjalani hari dan meminimalisir saling menuntut agar merasa dicintai, diperhatikan dan disayangi. Agaknya, semakin mengetahui bahasa cinta antar pasangan, tidak akan  ada lagi membandingi cara orang lain mencintai pasangannya dengan cara pasangan sendiri mencintai kita. Dan mungkin biasa jadi, tidak ada lagi tuntutan merasa tidak dicintai seperti para oppa-oppa drama korea mencintai onni-onni drakor yang di tontonnya. Kekkeke

Btw, Bahasa cinta itu diciptakan oleh Gary chapman dalam bukunya “the 5 love languanges, the secret to love that lasts”. Tenang gaes, sudah ada versi bahasa Indonesia nya kok, “lima bahasa cinta” judulnya, tinggal cari saja di toko buku terdekat ataupun di market place.

Arti bahas cinta itu sendiri di istilah kan untuk mengungkap rasa kasih sayang dan cinta terhadap pasangan kita, karena setiap orang punya cara sendiri untuk merasa dicintai oleh pasangannyaa.

Apa saja bahasa cintanyaa.?

1. Act of service.

Apa itu maksudnya? Itu seperti tindakan melayani. Ada orang yang merasa dicintai jika pasangannya melayaninya dengan sepenuh hati, bahkaan hanya mengambilkan handuk ketika dia mandi saja, itu sudah termasuk mencintaainya, apalagi jika ditaambah dengan melayani yang lainnya. Ya….seperti membuatkan kopi setiap pagi tanpa diminta saja sudah termasuk di dalamnya kok.


2. Word of afirmasi.

Ada orang yang bisa merasa dicintai jika pasangannya mengatakan “I love you” ataupun kata-kata romantic lainnya. Dan bisa jadi dia akan bersemangat sekali jika pasangannya mengatakaan itu.

 

3. Phisycal touch

Sentuhan fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, mengelus kepala, menggandeng tangan ketika jalan berdampingan, jadi ketika ada kesempatan untuk melakukan itu dan pasangan kita menikmatinya, bisa tuh, dirutinkan.

 

4. Gifts giving

Memberikan hadiah, tidak mengenal momen. Maksudnya tidak harus ketika ada momen baru kita memberikan hadiah kepada pasangan. Sebatas membelikan cemilan kesukaannyaa ketika dari luar saja, biasanya pasangan kita akan merasa sangat dicintai loh.

 

5. Quality Time

Waktu yang berkualitas. Yap, menghabiskan waktu bersama tanpa ada hambatan terutama gadget. Saling mendengarkan curahan hati, atau membicarakan sesuatu yang tidak terlalu penting saja, ada yang merasa sangat dicintai loh, karena dia didengarkan dengan seksama.

 

Lalu, bagaimana cara mengetahuinya? Bahkan kita sendiri tidak mengetahui bahasa cinta diri, rasanya kelima bahasa cinta itu sangat berarti untuk diri sendiri, terutama bagi pasangan menikah yang sudah lebih dari 3 tahun bersama, dimana sudah banyak mengetahui seluk beluk pasangan hihihi.

 

Cara mengetahuinya? Biasanya sudah banyak test di Google soal mendeteksi bahasa cinta kita.  walau itu tidak terlalu akurat, namun bisa menjadi patokan. Dan yang bisa mendeteksi secara spesifik ya..diri kita sendiri, berhubung kita sudah mengetahui secara teori.  

 

Dan ketika sudah mengetahui bahasa cinta kita. Lebih baik kita menberitahukannya kepada pasangan. Bisa menjadi update untuk menjalani kebersamaan dengan pasangan tanpa drama ini itu. Dan sepertinya nanti tidak ada lagi bahasa “aku tidak dicintai suami/istriku”.

 

BADAI PASTI BERLALU.

                                    picture: Google


Selamat pagi, kali ini aku ingin menyapamu, menyapa dengan segenap cinta. Semua hal yang sudah terlewat telah menjadikan diri unutuk segera menyelesaikan hal-hal tersebut, entah bagaimanapun, cara kita untuk melewatinya. Yang saya tahu, ternyata kita pasti bisa melewati masa sulit itu.

Selamat pagi, apapun yang sedang membuatmu gundah kali ini. Percayalah, semua itu hanya kamu yang bisa menyelesaikan.

Jika kamu sedang sendiri, carilah bagaimana kamu bisa menyelesaikannya. Bisa dengan bekerjasama dengan orang lain, atau mintalah bantuan, jika dirasakan ternyata kamu tidak bisa menyelesaikannya sendiri, jangan pernah malu untuk meminta bantuan ya… karena hal itu tidak akan membuatmu rendah.

Jika kamu memiliki pasangan dan bermasalah dengannya, mintalah segera menyelesaikan, mungkin tidak harus sesegera mungkin, karena setiap pasangan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah, ada yang harus berdiam diri terlebih dahulu, sembari mendinginkan kepala, ada juga yang selalu ingin saat itu juga penyelesaiannya pasti dengan berbagai macam alasannya, salahsatunya agar masalah itu segera diselesaikan tidak terlupa.

Jika kamu tinggal dengan orangtua ataupun keluarga besar, cobalah memberi hal yang membuat mereka lebih tenang dengan menghadapi kamu, semisal membantu membereskan rumah atau mengajak bicara orang yang sekiranya mudah untuk diajak untuk bertukar pikiran dan bisa di ajak untuk membicaraakan hal yang membuat masalah terpecahkaan.

Jika permasalahnmu ternyata melibatkan banyak orang dalam sebuah organisasi misalnya, jangan sungkan untuk meminta kejelasan mengapa permasalahan itu bisa terlalu membuat amarah dan tidak menghasilkan penyelesaian, bisa juga dengan mengalah karena tidak semua hasil buah pemikiran kita dapat diterima semua orang, mengalah juga bukan menandakan kamu kalah.

Apapun masalah yang menimpamu saat ini, pasti bisa menajadikan pecut terkuat agar kita mendewasa, walaupun itu bukan sebuah jaminan. Tapi, setidaknya kita harus mampu mengambil pelajaran dari semua kondisi, terutama ketika masalah sedang melanda. Dan optimislah bahwa setiap masalah pasti lengkap dengan penyelesaiannya. Walau tidak langsung datang penyelesaian itu, setidaknya kita percaya akan hal itu. Karena Allah yang beri semua keadaan hidup kita sudah pasti lengkap dengan segalanya, entah untuk saat ini ataupun untuk masa akan datang.

ketika ada masalah.

Ketika kita harus di uji, menangis tidaklah apa-apa, jika tak kuat lagi mempertahankan hancurnya hati, dan usahakan hanya segelintir manusia yang mengetahui hal itu, tak perlu kita umbar kemanapun. Masalah apapun, pasti akan terpecahkan, biarkan waktu yang memprosesnya.

Diamlah sejenak, hingga hatimu dirasa sudah mengikhlaskan segala kenyataan hidup itu. Hidup, jika tidak diberi ujian pasti akan sangat hambar sekali. Ujian itu menyakitkan.

Apapun bentuk ujiannya butuh hati yang kuat untuk menerimanya. Hidup pasti setidak karuan itu kala ujian semakin tidak jelas dalam penyelesaiannya.

Apa yang bisa kita lakukan? Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan.


Menyendiri untuk penyembuhan.

 Tidak semudah membaca sebuah artikel yang mungkin kita akan cari di google dengan tagline “cara menyembuhkan sakit hati” dengan berbagai macam pilihan. Dan itu semua kembali ke diri kita sendiri, kita yang tau bagaimana menangani kesakitan diri. Saya pribadi biasanya berkeliling sendirian beberapa menit saja. Walaupun tidak menyelesaikan masalah yang ada, tapi bisa lebih nyaman aja menghirup udara bebas.


 Mendengarkan musik.

Dengarkan musik kesukaan, juga bisa memancing untuk semakin menangis, apalagi jika itu adalah musik yang sendu, dijamin semakin membuat kita menangis. Namun, sebagian orang pasti merasakan lega. Sesak didada  dan perasaan kita akan lebih terasa menyakitkan, jika tidak tahu lagi bagaimana cara mengalirkan rasa menyesakkan itu.


Menulis.

Tuliskan apa yang mengganjal juga bisa menjadi salah satu penyelesaian. Bilapun dia tidak bisa menyelesaikan secara terlihat, setidaknya kita masih bisa menyalurkan gundahnya hati. Bila sudah puas menuliskannya, biasanya kita akan bisa membacanya kembali, jika patut untuk disimpan ya,…disimpan, namun, jika tidak, yaa…di buang atau hapus saja. Ketika dijadikan kenangan, nanti bisa menjadi bahan untuk menertawakan diri sendiri, lalu bergumam “ternyata dulu saya secupu itu”. Pernah gak?


Mandi, luluran, bersih-bersih, makan atau masak.

 Salah satu dari kegiatan itu adalah kegiatan yang menyegarkan tubuh, jika tubuh sudah rileks, biasanya pikiran pun ikut merasakan kesegaran. Apalagi ditambah, badan segar dan perut kenyang, yang awalnya seperti melayang-layang karena banyaknya yang dipikirkan sesuah melakukan kegiatan itu rasanya seperti menapak bumi kembali.


Shalat dan membaca Al-Quran.

Kembali bersujud, bertaubat dan membaca ayatNya itu adalah obat paling ajaib, minta kepada pemilik semesta agar dikuatkan hati dan diberi penyelesaian yang terbaik.

 

Sekian dulu yaa…semoga bermanfaat, kira-kira kalian bagaimana mengobati diri ketika ada masalah yang menghampiri? 


                                        

cemburu


Wanita yang melukai perasaanku 9 tahun lalu datang,

Seolah membuka kembali memori yang sudah kusimpan rapat.

Dia yang belum bisa melepasmu dengan sepenuh hati

Sering mnghantui hati dan pikiraanku.   

Aku tak takut kehilanganmu sayang.

Karena aku tahu, kau bukanlah milikku.

Karena tak hanya perempuan yang bisa merenggutmu dariku.

Nantinya Tuhan yang akan memanggilmu.

Dan kau akan hilang dari pandanganku.

Namun, jika wanita itu yang merebutmu, aku takut sedari dulu.

Aku tak rela.

Wanita itu datang ketika pernikahan kita masih berusia minggu.

Dan kini dia berani mendatangimu tepat di 3 minggu lagi peringatan ke 9 tahun kebersamaan kita.

Awalnya, aku tak memahami apa perasaan ini. Dan akhirnya aku paham sekarang.

Aku cemburu.

Aku tetap tidak mau menemuinya, bukan karena aku tidak menghormatimu.

Tapi, aku tidak suka dengan cara wanita itu berusaha mendekat ke keluarga kecil kita.

Persetan dengan alasan silaturrahim.

Semoga dia paham akan sikapku sekarang.

Aku tak berkenan beramah tamah dengannya.

Kali ini mungkin aku bisa diam dan bersikap begini.

Tapi, tidak untuk yang lain hari.

Memaknai kehidupan

                                       

                                          picture: google

            Beberapa hari yang lalu menonton podcast the sungkar family, tentag cerita mereka di masa kecil dan segala tingkah polah mereka juga jungkir baliknya keluarga mereka menjalani kehidupan, dikarenakan mereka adalah anak artis yang sebagian besar dari kita semua pasti menilai, hidupnya selalu berada di atas, berkecukupan bahkan bisa bermewah-mewah, nyatanya, mereka juga melawati masa “gelap” dalam kehidupan mereka. Namun, bukan itu poin yang akan saya ungkapkan. Saya lebih focus pada pengalaman mereka berjuang dari nol lalu menjadi 100 lalu jungkir balik lagi ke angka 0 terus ke 100 kembali. Terutama kenangan yang diungkap oleh kia sebagai anak pertama.



            Kia melihat sendiri dan mengingat semua kenangan pahit yang dialami orngtuanya, dari diacuhkan ketika meminta bantuan ataupun di rendahkan oleh orang yang masih kategori keluarganya. Rasanya pasti sangat menyakitkan. Walau tidak bisa focus ke hal yang kurang enak aja ya… masih banyak kenangan yang membahagiakan bisa tercipta tanpa mengingat yang kurang enak untuk di kenang.

            Menciptakan rasa bahagia ketika mengingat masa kecil adalah hal yang sangat lumrah. Untuk mengingat kembali apa yang ada dalam pikiran kita  itu akan menjadi hal yang sangat membahagiakan. Jangan di tanya bagian mana yang membuat kita berkecil hati karena kenangan yang mengganggu, dankenangan semasa kecil sangatlah indah. Kita bisa bebas lepas, tanpa beban pikiran dan kehidupan. Memori apa saja yang bisa diingat ketika masa itu masih menari-nari di dalam pikiran kitaa.

1.     Memori bermain dengan teman seumuran.

Anak kelahiran tahun 90-an pasti tidak asing dengan main lompat tali, congklak, kain karet, perang-perangan, layang-layang, gobaak sodor dan banyak lagi. Bermain hingga dipanggil ibu untuk berhenti dan beistirahat. Sempat gak sih menjalani 1 permainan yang paling membuat terkenang? Kalau saya peribadi ada, mainin tanah liat yang bisa dibentuk menjadi bala tentara, di pakaikan baju dari kertas rokok yang sudah dimodifikasi menjadi pakaian-pakaian bala tentara itu, plus membentuk movil-mobil dan alat perangnya dengan biaya yang sangat minim pastinyaa, mengulik daya kreatifitas, mendaur ulang bahan-bahan yang sudah ada, tanah liat ini, jika di analogikan pada mainan anak sekarang itu adalah plastisin dan slime. Belum lagi, ketika main BP boneka kertas warna warni yang bajunya bisa diganti dengan hanya mencantolkan dari kerah baju kertas ke leher si boneka kertas. Dan bermain masak-masakan yang mendekati nyata. Misal: membuat mie dari daun kepompong yang sudah digulung lalu di potong-potong. Ah indahnya.

 

                                            picture: google

 2.     Memori semasa sekolah.

Belajar di sekolah, bermain dan bertengkar sudah menjadi bumbu keseharian di sekolah, jangan ditanya bagaimana menceritakannya. Dan poin yang akan saya tekankan adalah: ketika mengingat masa sekolah, ingat juga jasa guru-guru kita. Jangan abai dalam mengingat jasa mereka, sebab bisa jadi dengan kita mengingat dan berusaha untuk silaturrahim dengan mereka, hidup kita semakin baik dan lancar. 

picture: google

3.     Memori dengan orangtua. 

picture: pinterest

Kalau memori yang satu ini tidak bisa kita hilangnya yaa…, mana mungkin juga dihilangkan, dikarenakan banyak hal yang bisa kita aplikasikan ketika kita dewasa. Terlepas ada kenangaan manis ataupun kenangan pahit yang selalu melayang di alam bawah sadar kita, itu semua bisa di ambil pelajaran.

 

4.     Pahitnya kenangan menyakitkan.

Terkadang ada masanya dimana kita mengingat ada orang-orang yang berani merendahkan orangtua kita sendiri di depan anaknyaa. Dikarenakan si anak masih kecil, lalu orang bisa seenaknya saja mengataakan yang kurang baik. Padahal anak dapat memahami dan mungkin mengingatnya hingga ia dewasa, belum lagi berbagai macam cibiran yang dilakukaan orang dewasa (waktu itu). Sakit banget jika teringat masa tidak meyenangkan itu, memberanikan diri untuk mengungkaapkan rasaa “Dendam” itu sangatlah campur aduk rasanya, tidak berani menyampaikaan, namun tetanam dalam diri rasa kesalnya. Walau, lebih baik di ungkapkan saja ya.


                    picture: google

 5.     Efek yang berpengaruh terhadap masa dewasa.

Apapun kenyataan manis dan pahit yang sudah terlewati semasa kita kecil bisa menjadi cambuk luar biasa untuk kita agar selalu berlaku baik terhadap siapapun, ketika dewasa kita bisa lebih berhati-hati dalam bersikap dan selalu mempercayai, bahwa ada hukum “jungkir balik” dalam kehidupan, mungkin kita dulu berada di posisi di bawah, karena Allah anggap kita maampu bertahan dengan posisi tersebut dan lagi kita bisa berjuang menghadapi kenyataan, istilahnya jiwa kita siap dengan perjalanan kehidupan yang kita jaalani.

Kenangan manis kita juga bisa pertahankan untuk generasi kita selanjutnya juga menjadi bahan cerita ke anak cucu, dengan harapan mereka pun bisa mendapat pelajaran dan meneruskan kebaikan-kebaikan yang sudah tercipta.

                                        picture: pinterest

 

 

Rabby Radhiya.

Tanggul, 8 septermber 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...