Bermula dari keadaan yang menuntut untuk selalu menyelesaikan semua hal di waktu yang paling ideal. Meskipun setiap hsri ada saja yang terlewat, jangan ditanya ketika pikiran berkecamuk jika semuanya tidak selesai sesuai waktu yang ditentukan. Anehnya membuat rungsing dan mood menjadi hancur lebur.
Akhir dari semuanya menjadi kemarahan dan omelan. Yang berimbas ke semua orang yang berada di sisi kita. Siapa yang pernah merasakannya? Kala perasaan dan pikiran tidak lagi bisa menyatu? Biasanya antara perasaan bersalah, marah justru membingungkan
Tau gak? Berdamai dengan keadaan itu butuh ilmu ikhlas yang besar. Tak harus sempurna tapi bisa diusahakan agar terlihat sempurna. Walau belajarnya harus setiap waktu, setiap hari, bulan dan tahun. Namun, ketika sudah bisa sampai dipuncaknya, kan semakin menguatlah keikhlasan itu.
Sebuah kejadian, apapun itu bentuknya sudah ditakdirkan oleh Allah, walau itu daun yang jatuh adalah takdir dan sudah di tentukan. Apalah kita yang manusia biasa. Semua hal yang sudah Allah takdirkan tidak bermaksud keburukan untuk hambanya kok. Hanya saja bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.
Meskipun yang dinamakan musibah yang entah itu berskala besar ataupun kecil pasti meninggalkan rasa sakit dan tak menyenangkan di hati. Apapun rasanya, pasti Allah punya maksud, mungkin Allah mau menaikkan derajat kita di hadapanNya. Atau karena Allah ingin menghapus dosa yang telah kita perbuat selama ini.
Sedikit menghapus, agar meringankan beratnya timbangan keburukan di akhirat kelak. Ah, betapa Allah memiliki cara sendiri untuk menyayangi hambanya. Percayalah, apapun yang sudah Allah gariskan semua punya maksud yang tidak tentu keburukan.
Semuanya sudah ditentukan dan kita sebagai manusia tidak bisa menghambatnya barang 1 detik pun. tugas kita hanya mengikhlaskan apapun jalan yang sudah Allah gariskan tersebut. tidak harus menyalahkan apa yang telah terjadi. yang harus di lakukan adalah mengintrospeksi diri dan apa yang harus dibenahi. percayalah, setiap masalah yang datang pasti dilengkapi dengan penyelesaian. tugas kita hanya lah mengidentifikasi dan mengambil pelajaran dari apapun kejadian yang telah diberikan.
jangan marah dengan ketidak senangan kondisi itu. sabar adalah kuncinya.
Pas jatuh kemarin ya mbak Rara?
BalasHapus