![]() |
| hidayatullah.com |
Tentang generasi sandwich, mungkin banyak yang sudah tahu dengan istilah generasi sandwich. Walau sepengetahuan kita sandwich itu semacam roti lapis yang dilapisi daging, sayur, tomat dan beberapa macam saos lalu di tutup dengan lapisan roti kembali. Dan rasanya enak sekali. Walau itu adalah sarapan khas orang barat sana. Tapi, ternyata makna yang berbeda ketika di satukan dengan kata “generasi”.
Apa itu generasi sandwich? Generasi sandwich adalah generasi yang berada pada rentang usia 30-40 tahun. Berada pada rentang usia produktif dan telah memiliki tanggungan yakni telah menikah dan memiliki anak yang tentunya masih membutuhkaan biaya hidup dan pendidikan sekaligus menaanggung biaya hidup orangtuanya yang sudah sepuh dan sudah tidak bisa lagi mencari nafkah. (Suryo, 2020)
Bisa terbayang kan maksud dari generasi sandwich itu apa. Dan banyak terjadi di sekitaran kita. Yang mana banyak laki-laki ataupun perempuan yang menanggung biaya hidup keluarga ataupun orangtuanya. Walaupun itu bisa di kategorikan orangtua yang sudah tidak bisa bekerja dan sepuh. Diluaran juga banyak sekali orangtua yang terbilang sehat dan masih mampu bekerja tapi juga menjadi “beban “ bagi anak-anaknya. Lebih tepatnya di katakan malas berusaha. Tidak ada keinginan berusaha sekuat tenaga tapi lebih memilih membebani anak. Tidak ada salahnya jika si anak merelakan. Tapi jika tidak bagaimana? Tidak bermaksud bagaimana, namun realita ini banyak terjadi di sekitaran kita.
Awal mula adanya istilah generasi sandwich ini di perkenalkan oleh Dorothy A Miller pada tahu 1981. Beliau adalah seorang professor di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Dorothy mengatakan generasi sandwich adalah mereka yang harus menanggung hidup anak-anak dan orangtua mereka
Berhubung istilah itu dibawa dari negara barat, walau tidak ada salahnya jika kita ingin belajar dari mereka. Namun kita sebagai seorang muslim memiliki panduan tersendiri dalam menyikapi istilah generasi sandwich ini. Tidak serta merta menerima dengan mudah istilah dan makna tersebut. namun bisa kita tela’ah dari berbagai macam ilmu yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits yang sudah Rasulullah ajarkan kepada kita.
Generasi sandwich menurut islam
Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin lagi syamil dan kamil, sempurna dalam mengatur alur kehidupan manusia. Pun, bagi orang yang pasti mau menerimanya. Dalam ajaran islam tidak ada hanya berlandaskan pikiran, namun semua hal telah di pandu menurut Al-Quran dan hadits. Jika masalah adab didalam kamar mandi saja di atur, apatah lagi soal kehidupan dan rizeki yang telah di janjikan keberadaannya oleh Allah yang diperkuat dengan bukti-bukti yang sudah tercantum dalam Quran.
Soal pembicaraan generasi sandwich sebenarnya jika ditarik ulur maka akan berbanding lurus dengan pemberian rizeki yang sejatinya sudah diatur oleh Allah. Bukankah segala aspek kehidupan kita sudah di atur olehNya? Sedang menghidupi orangtua juga termasuk melakukan hal kebaikan. Yang pasti menyangkut dengan soal materi di dalamnya.
Dalam islam, menanggung beban keluarga termasuk sedekah. Dan kita juga harus mengetahui bersedekah adalah hal yang sangat dicintai Allah dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Imbalan yang akan didapatkan juga luar biasa. Salah satunya adalah limpahan berkah dalam kehidupan kita.
Rizeki juga tidak hanya soal materi kan? Ada yang lebih diutamakan dari sebatas materi saja. Ada kesehatan keluarga, serta anak-anak, kemudahan mencari rizeki dari sumber yang halal, kebahagiaan yang dirasa dalam hati, kenyamanan hidup yang dijalani, dan lain sebagainya. Apalagi semua untuk membahagiakan orangtua? Tidak perlu menunggu mereka sepuh dan tak bisa mencari nafkah saja, kita semua memiliki kewajiban untuk selalu berbakti, menghormati dan menyayangi mereka. Apalagi jika keadaannya sudah memprihatinkan?. Tidaklah mungkin menyingkirkan mereka dan menganggap bahawa mereka adalah pembuat masalah dan beban dalam kehidupan yang sedang kita jalani.
hadist dari Salman bin Amir Radhiyallahu ‘Anhu Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua; pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan.” (HR. An-Nasai No. 2583, Tirmidzi No. 658, Ibnu Majah No. 1844).
Harus kita sadari sepenuhnya bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan efek di kemudian hari. Dan kebahagiaan itu tidak dapat di ukur dalam bentuk materi saja.
Bagaimanapun, nafkah terhadap orangtua juga termasuk birrul walidain berbuat baik kepada mereka dimasa tuanya. Semampu kita jika ternyata kehidupan yang lebih belum bisa kita penuhi, namun setidaknya kita sudah berusaha memberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka. Bukankah kita semua ingin dibahagiakan oleh anak-anak kita kelak?
Hakim (2019) menguraikan bahwa pemenuhan nafkah keluarga merupakan kewajiban dan sebaliknya ia berdoa jika meninggalkan kewajibannya tersebut, selain itu nafkah ini juga bernilai sedekah di sisi Allah bahkan merupakan sebaik-baik harta yang diinfakkan seorang kepala keluarga, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa sesuatu apa pun yang engkau berikan sebagai makanan kepada dirimu, maka itu merupakan sedekah. Demikian pula yang Engkau berikan sebagai makanan kepada anakmu, istrimu, bahkan kepada budakmu, itu semua merupakan sedekah (HR. Ahmad no. 17179), atau dalam redaksi yang lain disebutkan bahwa dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah (perang), dinar yang engkau infaqkan untuk membebaskan seorang budak, dinar yang Engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infaqkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah infaq yang engkau berikan kepada keluargamu (HR. Muslim no. 995).
Wallahu a’lam.
sumber:
IBEC febui.com
hidayatullaah.com
republika.co.id
kumparaan.com
islami.co

toss kak. sy juga ga setuju dengan istilah "generasi sandwich" kesannya terlalu materialistis padahal dengan keluarga sendiri. hehe
BalasHapusKalau memang rezekinya lebih atau diberikan kesempatan untuk menyenangkan orang tua, apa salahnya memberikan sedikit dibandingkan apa yang telah diberikan oleh orang tua.
BalasHapusSaat ini semakin banyak istilah barat yang keren, namun kalau tidak selektif dan hanya ikut ikutan bisa tergerus nilai-nilai keagamaan kita
BalasHapus