Beberapa hari terakhir saya selalu memperhatikan beberapa postingan pada TikTok. Karena sering sekali lewat pada FYP di beranda saya. hingga menarik hati ketika akun “Pororo Shop” lewat. Biasanya, hanya saya menonton vt hanya sekelebat saja karena ownernya sedang menjelaskan beberapa produk yang di kenakan oleh kucing-kucingnya ataupun interaksi mereka saja. Hmmm, by the way, “Pororo Shop” adalah akun yang menjual beberapa kebutuhan kucing. Dan sepemahaman saya Pororo adalah nama salahsatu kucing milik Cici. Cici adalah nama pemilik toko tersebut
Sebenarnya bukanlah rahasia umum tentang Pororo, karena memang sempat viral pada 1 tahun yang lalu, tapi saya juga tidak terlalu mengikuti penyebab viral karena apa. Berhubung, saya bukanlah pemilik anabul, jadi konsen saya tentang perkucingan sangatlah minim sekali.Lalu, kenapa sekarang saya ingin menuliskan tentang ini? Karena ada yang menarik tentang perkembangan toko tersebut selain pemiliknya yang selalu apa adanya dalam menunjukkan ekspresi gemas terhadap anabul-anabulnya, sikap anabul yang hampir semua jenis kucingnya anteng banget dan interaksi Cici dengan anaknya juga menarik perhatian.
Terutama ketika cici
berbagi pengalaman tentang cara uniknya menyuapi makan anaknya. Farel (nama anak
pertama mereka) akan ogah mengunyah sebelum snack itu sampai ke mulutnya juga. Dia
bertahan membuka mulutnya yang sudah penuh dengan bubur sebelum snack bayi itu
masuk juga ke mulutnya. Pertama kali saya melihat hal tersebut langsung
tertawa. Teringat ketiga anak-anak kami pun memiliki cara yang unik pada usia
yang sama seperti farel. “waaaah, farel pinter banget nambahin kerjaan dan
pikiran mamanya” kata saya dalam hati. “pertahankan nak!” sambung batin saya
hahaha
Nyataanya masa unik tersebut biasanya lebih di kenal dengan GTM atau Gerakan Tutup Mulut dan hampir semua ibu merasakan fase ini. Hal ini cukup membuat “frustasi” apalagi yang konsen sekali dengan BB anak. Bukan hal mudah, tapi yang saya sadari ketika ibu bisa menenangkan hati dan pikirannya, pasti akan lebih enjoy menghadapi hal tersebut.
Menurut saya, cici sudah
lebih enjoy menghadapi masa unik ini. Saya juga memaklumi denga keberaniannya
menyikapi komentar-komentar sok idealis para netizen pada kolom komentar vt
tersebut. Prinsipnya sih “biarlah anak makan dengan caranya, asal dia mau makan”
kalau mau repot lagi, bisa banget loh cari orangtua lain yang anaknya meminta
di suapin pake truk mainannya, ataupun dari boneka. tapi saya sadari pasti
banyak sekali tips dan trik yang sudah cici baca dan terapkan dalam menghadapi
fase tersebut. Walau berakhir dengan cara yang di ingini farel sendiri hahaha
Mengapa saya yakin? Ya…karena
punya patokan pada pengalalaman yang sudah saya lewati beberapa tahun lalu.
Intinya? Ketika menghadapi
fase “sulit” ini. Hanya 1 kunci yang harus di pegang oleh para ibu. Kudu “legowo”.
“mama, tenangnya hatimu bisa membuat selera
makan anakmu meningkat jadi tujuh ratus persen, ikuti saja maunya, sembari di berdoa
agar fase ini segera berlalu plus jangan setres”
Semoga bermanfaat ya…
![]() |
| sumber: pribadi |


Halo Kak Rara salam kenal. Kunjungan pertama di sini nih. Iyaa aku tahu kucing Pororo dari temen2 pecinta anabul. Wah ternyata ada tokonya juga ya.
BalasHapusKalau anaknya Kak Rara usia berapa? Sabar yaa. GTM pasti akan segera berlalu. Lagi tumbuh gigi kah?
Oh ya kalau dulu Saladin (anakku) GTM pake jurus milkshake akhirnya. Blender susu coklat+pisang. Jadi dia kenyang. Beres. Hehehehe.