Mengambil Pelajaran dari Mendengarkan Podcast.

 

https://www.canva.com/design

Jika dulu sebagian kita paling suka mendengarkaan radio, itupun biasanya mendengarkan musiknya saja karena radio paling update soal tangga lagu yang terbaru. Lalu sekarang radio tidak terlalu sering di gunakan kecuali orang-orang yang memiliki mobil. Pun, dipakai hanya untuk menemani mereka selama perjalanan. Semacam hanya mendengarkan orang bicara saja. supaya  tidak merasa sedang sendirian didalam mobil ada yang menemani bahasanya. Itu alasan beberapa orang yang masih mendengarkan radio.

Dan kali ini, media untuk mendengarkan siaran bisa di dengar melalui podcast. Walau itu juga pilihan, karena pengertiannya sama saja dengan radio tapi, podcast ternyata lebih detail lagi. Jadi, Apa itu podcast? Podcast adalah episode program yang tersedia di internet, podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televise atau program radio, kuliah, pertunjukkan atau acara lain. Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audi dan video sehingga pelanggan selalu bisa menikmai program tersebut dengan cara yang sama.

Akan tetapi, pembahasan soal podcast ini bukan penjelasan tentang podcast secara spesifik melainkan bagaimana podcast bisa merubah cara berpikir orang lain. Saya berbicara soal pendapat pribadi saja deh. Sudah hampir setahun mendengarkan podcast dari berbagai macam narasumber di beberapa channel youtube. Mendengar serta memperhatikan mimic orang lain dalam menyampaikan opininya dalam kehidupan, berhubung saya pribadi adalah orang yang sangat suka mempelajari alur hidup orang lain dari proses jatuh dan bangun hingga terbilang sukses, walau secara pribadi tidak bisa dijadikan patokan dalam hidup. Namun bisa diambil pelajaran didalamnya.

Seperti beberapa saat yang lalu, saya mendengarkan podcast dalam channel Denny Sumargo dan Kemal Pahlevi yang membicarakan seputar pernikahan walau di awalnya bermula dari membicarakan pengetahuan Kemal seputar berpacaran. Dan berujung pada pembicaraan seputar pernikahan. Meskipun Kemal belum menikah tapi dia sudah banyak sekali belajar dari pengalaman beberapa orang yang pernah berinteraksi dengannya juga beberapa ahli.

Ada yang sangat mengesankan saya. Ketika Kemal mengatakan “menurut pemikiran gua pribadi, dulu gua sempat mikir, menikah itu berarti gua bisa setiap jam berhubungan badan dengan cara yang halal dengan istri gua bang, ternyata menikah juga bukan Cuma soal itu, betul gak bang?” saya hampir saja ngakak tiada henti. Karena ya…gak mungkin juga tiap jam, bisa pingsan dong. hahaha

Anggapan Kemal pun ditanggapi oleh DenSu dengan kalimat “pernikahan itu bagaimana kita menjaga hubungan itu bertumbuh. Bukan berekspektasi  hubungan pernikahan akan menjadi apa yang kita pikirkan” dan saya membenarkannya.

Karena saya sudah banyak mendengarkan podcast dari berbagai narasumber, terkadang saya mengambil kesimpulan. “ternyata tidak semua orang yang diluar cara hidup kita, memiliki pikiran yang asal-asalan, walaupun kita juga tidak sepenuhnya benar. dan tidak pula bisa  pukul rata bahwa orang yang diluar komunitas dan lingkungan berarti orang yang tidak benar dalam menjalani kehidupan, karena mereka punya cara sendiri menikmati kehidupannya dan jangan menilai orang lain dari bagian luar (tampilan) orang itu saja”

Berhubung itu hanya hasil buah pikiran orang lain yang berlandaskan cara mereka menjalani kehidupan. Saya pun menjadikan otak saya filter tersendiri dalam menerima hasil pikiran mereka, dengan menelisik bagaimana dengan anggapan yang sesuai dengan syari’at islam. Ternyata tidak bisa di salahkan juga buah pikiran mereka. Sebab  itu semua sesuai dengan pengalaman dan pemahaman yang mereka petik kan?

Bagaimanapun, ketika sudah memiliki kemampuan untuk menyatukan buah pemikiran orang lain dengan pemikiran ulama yang ilmunya sesuai dengan hujjah Al-Quran dan hadits. Setidaknya landasan kita dalam berpikir bisa lebih terarah. Terlepas apapun yang kita dengarkan dan baca. Jangan serta merta membenarkan apa yang orang lain sampaikan tanpa menyatukannya dengan hukum Al-Quran dan hadits yang benar. agar kita selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...