sekelumit biografi Sapardi djoko damono

gambar: Google
                             
Sapardi djoko damono, siapa yang tidak mengenalnya? Di kalangan sastrawan dan yang orang-orang yang mencintai dunia kepenulisan, biasanya pasti mengenalnya. Beliau yang biasa di panggil SDD adalah seorang sastrawan kebanggan Indonesia. Kiprahnya di dunia literature Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sapardi djoko damono, pria yang dilahirkan di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Orangtua beliau bernama Sadyoko dan Sapariah. Memiliki filosofi nama yang di berarti agar menjadi orang yang pemberani dan tangguh dalam keyakinan.

Sejak belia beliau sudah terbiasa dengan perjalanan kehidupan yang dikelilingi oleh keluarga yang cukup apik di dunia seni, karena kakeknya adalah orang yang pandai membuat wayang  dan sosok Sapardi muda juga piawai dalam memainkan wayang serta beragai jenis alat musik.

Walau harus berpindah-pindah tempat tinggal, Sapardi kecil tidak kehilangan indahnya masa kecil yang dilewatinya, walau berawal dari bayang-bayang imajinasi di kepalanya, dan dia menyalurkannya ke dalam tulisan-tulisan juga berusaha untuk mengorbitkannya ke dunia luar.

Namun karya Sapardi kecil tidak serta merta diterima. Ada penolakan-penolakan yang harus dihadapinya. Namun, semangat itu tak pernah luntur, beliau terus menulis dan belajar. Sedari  SD Kesatryan Keraton Surakarta. Pendidikan menengah ditempuh di SMP Negeri 2 Surakarta (lulus 1955) di SMA Negri 2 Surakarta (lulus 1958) pada masa itu beliau rajin sekali menulis dan mengirimkannya ke majalah-majalah.  

Lalu, beliau kuliah di fakultas sastra barat (sekarang menjadi fakultas ilmu budaya) bidang bahasa inggris di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ketika masa kuliah inilah kesukaan beliau tentang dunia kepenulisan semakin berkembang. lalu, beliau juga menempuh study ke University of Hawaii, Honolulu. Beliau Juga menempuh progam Doktor di Fakultas UI dan lulus tahun 1989.

gambar: Google
                                            

Beliau menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai 2 orang anak, 1 orang perempuaan yang bernama Rasti Sunyandani dan 1 orang lai-laki yang bernama Rizky Enriko.

Karya-karya beliau yang sangat masyhur ada banyak sekali. Salahsatunya adalah puisi yang sangat terkenal “aku ingin” yang sudah banyak diterjemahkan dengan berbagai macam bahsa internasional maupun bahasa daerah. Selain puisi beliau juga menciptakan karya dalam bentuk cerpen, novel, essay juga menterjemahkan karya penulis asing.

gambar: Google

Beliau meninggal pada tanggal 19 july 2020 dalam usia 80 tahun. Dikebumikan di TPU Giritama, Bogor. Semoga seluruh karya beliau menjadi warisan yang terus menetap dalam sanubari kita semua, agar nantinya akan lahir sapardi selanjutnya.

 sumber, Wikipedia, detik.com, google.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 komentar:

  1. Pas baca tulisan kakak, baru sadar, nama anak eyang berawalan R semua.
    Padahal akupun baca buat referensi tulisanku, tapi baru sadar justru pas baca tulisan kakak, xixixi

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...