Apakah Kamu Sudah Siap dengan Pernikahan?

 

sumber: pinterest

Bahagia  sekali jika mengikuti berita orang yang baru saja menikah. Entah kenapa seperti mendapat energi tersendiri dalam menyaksikan kebahagiaaan mereka. kaya mengulang kembali rasa bahagianya, ada rasa tersendiri yang tidak bisa di nyatakan dengan lebih spesifik. Pernikahan sendiri memiliki arti bersatunya 2 orang yang tidak memiliki ikatan darah dengan tujuan beribadah dan memiliki keturunan juga memperluas jalinan keluarga. Tentunya atas Ridho Allah, orangtua dan keluarga besar.

Menikah juga membuat seorang muslim terhindar dai hal-hal yang di larang oleh Allah SWT. Rasulullaah SAW dalam sebuah hadits bersabda: “wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya” (HR. Bukhari No. 4779)

Ketika di ceritakan lebih cermat runutan yang terlewati ketika akan melangsungkan pernikahan, bukanlah sesuai dengn keinginan diri sendiri saja. Akan tetapi Allah beri sesuai dengan ketepatan waktu menurutNya. Apalagi yang sudah memiliki keinginan yang sangat pada usia tertentu, biasanya di usia 20-an sebagian orang memiliki keinginan yang amat sangat karena sudah terlalu bosan menyendiri atau karena hal-hal tertentu. Tapi biasanya orang yang berpikiraan begini memiliki prinsip tidak ingin berpacaran karena sebagian paham dengan mudaratnya.

Dan tanpa dinyana jodoh dihadirkan bahkan di waktu yang sangat tak terencana. Di pertemukan dengan seseorang yang diluar prediksi selama ini. Bahkan jauh dari impian untuk dipertemukan. Misal: saya adalah seseorang yang dilahirkan di Medan dan dipertemukan oleh pria yang lahir dan di besarkan di Jawa Timur. Sebagian orang akan bertanya kepada kami, “kok bisa bertemu?” kami akan menjawab “bertemu waktu masih kuliaah di Mesir”. Lalu semua orang akan ber “ooo” ria. Karena sangat memaklumi.  “jodoh siapa yang tahu” begitu undang-undangnya.

Proses menuju pernikahan, ketika sudah waktunya juga pasti akan di permudah. Seperti meminta persetujuan keluarga juga bisa jauh lebih lancar, walau berawal pada ketidak yakinan akan di restui dikarenakan permaslaahan jarak biasanya. Dan semuanya kembali pada tangan Allah yang bekerja. Allah maha pembolak balik hati manusia, bisa sekejap saja Allah akan memberi bukti kekuasaannya. kalian (yang suadah menikah) pasti pernah merasakan kemudahan kaan? Walau mungkin dengan cara yang lain pastinya. Itu hanya salah satu contoh saja.

Ada gak sih hambatan ketika masa akan menikah? Pastinya ada dong, terutama ketika mendekati harinya. Walau sudah dalam keadaan semua hal persiapan sudah dipersiapkan secara matang pun, hambatan pasti ada, terutama ketidak yakinan dalam hati. Biasa, setan membisik-bisiki dengan keraguan dan menjadikan kita seperti tidak berdaya, bahkan sebagian orang ada yang sampai ingin membatalkan, karena keraguan atau model ujian yang lain. Setan selalu tidak menyukai jika antara laki-laki dan perempuan akan menjalani pernikahan.

Lalu ketika berada di posisi seperti itu, yang seharusnya kita lakukan adalah memperbanyak ilmu atau berkumpul dengan orang yang sudah berpengalaman, dan meminta nasehat kepada mereka. Lebih memperbanyak ilmu seputar pernikahan, rumah tangga, ataupun ilmu yang berkesinambungan dengan itu semua.

Dan jika sekarang pembaca tulisan saya ini belum dipertemukan dengan orang yang tepat, jangan bersedih hati. Lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas diri itu sudah lebih baik. karena menikah dengan usia yang tergolong muda bukan berarti sebuah keharusan, menikahlah pada usia yang tepat. Dan pastinya, sudah memiliki ilmu tentang pernikahan itu lebih terasa istimewa. Bilapun, belum bisa mempraktekannya, namun, sudah meiliki teori serta gambarannya.

Seberapa Bijak Kita dalam Mengartikan Mimpi

canva

 Bermula dari perbincangan kami yang sangat random, akhirnya membicaarakaan soal bapak. Ya, hampir 2 bulan kami sudah tidak bersama lagi dengan bapak. Beliau adalah bapak mertua saya yang sangat saya hormati, sayangi dan cintai. Sama seperti saya mencintai orangtua kandung saya. Bapak yang meninggal dikarnakan terpapar virus corona. Yang hanya 6 hari masa perawatan selama di Rumah Sakit, akhirnya beliau pun berpulang dengan cara yang sangat baik InsyaAllah.

 

Walau saya hanya menantu, saya sangat kehilangan sosok beliau yang sangat mengayomi keluarganya dengan penuh cinta. Hampir 2 bulan kami kehilangan, dan membicarakan beliau menjadi hal yang sangat manis. Menjadi bahasan obrolan kami (saya dan suami) Jangan ditanya bagaimana rasa kehilangannya yang dirasakan oleh suami saya ya, sebab bapak dan anak-anaknya sangat dekat secara emosional.

Dan ketika membicarakan bapak, saya nyeletuk “ayah pernah gak mimpi bapak?” suami saya langsung menjawab “gak pernah nda, kenapa yaa..”. “ya…enggak apa-apa, mungkin ayah sudah sangat mengikhlaskan dengan kehilangan ini dan do’a ayah sudah mencukupi bapak di alam kubur sana” jawab saya sekenanya. “lho? Maksudnya apa”. Jadi yah…. (saya jelaskan panjang lebar)

Penjelasan saya tidaklah istimewa dikarenakan saya pernah baca 1 Quote dan memiliki tambahan tulisan dari yang membuat Quote tersebut. Penulis tersebut mengatakan bahwa beliau diberi tahu oleh salah seorang ustadz (saya lupa nama ustadz beliau siapa) bahwasannya, jika kita mimpi bertemu dengan orang terdekat yang sudah meninggal, kemungkinan dia menginginkan do’a kita terhadapnya lebih di rutinkan lagi karena bisa jadi mereka merasa di lupakan oleh kita.

Dan bersyukurlah jika sebagian dari kita tidak atau belum pernah bermimpi bertemu mereka, bisa menjadi tolak ukur bahwa doa kita sudah cukup. Walau banyak juga yang mengatakn bahwasasnnya mimpi adalah bunga tidur atau alam bawah sadar kita yang terlalu banyak memikirkan pada beberapa peristiwa yang membuat kita fokus pada hal itu sehingga terbawa ke alam tidur.

Walau tidak bisa di pukul rata. namun, bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua ya. agar lebih merutinkan do’a untuk mereka, walaupun saya pribadi tidak berani menyimpulkan kalian tidak mendo’akaan saudara atau anggota keluarga yang sudah lebih dulu berpulang, karena hal itu sudah menjadi urusan kalian masing-masing.

Bukan hak saya juga untuk memukul rata atas kejadian yang telah kalian lewati, karena setiap kejadian pasti memiliki makna tersendiri untuk masing-masing dari kita semua. Semoga saya tidak termasuk orang yang lancaang dalam hal ini.

 “Dan (ingatlah), ketika kami wahyukan kepadamu “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Quran. Dan kami menakut-nakuti mereka tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka” (Q.s Al-Isra (17): 60)

Pentingnya Membiasakan Aktivitas Mengobrol

 

pinterest.com

    Mengobrol adalah salahsatu aktivitas yang seharusnya bisa lebih di lestarikan. Apalagi jika sudah memiliki pasangan dan keluarga. Bagaimanapun mengobrol menjadi energi tersendiri untuk kekuatan keharmonisan dalam keluarga. Kebanyakan ketika membiasakan mengobrol kedekatan batin antar keluarga akan semakin erat. Seperti tidak ada jurang pembatas antara 1 dan lainnya. Dan ketika sudah menjadi pembiasaan bisa dijadiksn ajang penyelesaian masalah.

    Aktivitas mengobrol ternyata juga menjadi salahsatu dari beberapa macam bahasa cinta setiap orang. “Quality Time” salahsatu sub bagian dari bahasa cinta bisa diartikan sebagai aktifitas mengobrol. Menghabiskan waktu dengan  pasangan agar tercipta keharmonisan dan merasa dicintai olehnya. Dan ketika anak-anak melihat aktivitas ini mereka juga akan terbiasa dengan hal itu. Nantinya mereka juga tidak canggung lagi jika diajak untuk mengobrol. Dan membicarakan apapun kepada orangtuanyaa maka bisa jadi nantinya ketika mereka  dewasa, mereka pun akan membiasakan aktivitas ini kepada keluarga kecilnya.

    Akan tetapi, mengobrol juga tidak bisa sembarangan ketika memilih waktunya. dan tidak bisa dilakukan setiap waktu pula. Jadi  tidak bisa terlalu saklek dalam menentukaannya. Bagaimanapun aktivitas ini harus pada waktu yang santai  senggang. Tidak bisa di paksakan karena dapat menimbulkan efek canggung nantinya. Sepakatilah bersama pasangan waktu seperti apa yang membuatnya nyaman untuk mengobrol, kecuali jika kalian memiliki masalah internal ya… bagaimanapun permasalahan memang harus segera di selesaikan, jangan biarkan ia berlarut-larut.

    Kembali ke soal mengobrol. Pastikan mengobrol dikala santai saja agar ia dapat mengalir juga tanpa paksaan, apalagi ketika pasangan baru pulang dari beraktivitas di luar, dikarenakan sudah terlanjur bikin rencana untuk mengobrol setiap hari,  berimbas kepada ketidak mampuan melihat kondisi pasangan kita. Pastikan ketika suami/istri sudah membesihkan dirinya, makan, minum ataupun ketika mereka sudah terlihat lebih tenang. Barulah kita mengajaknya mengobrol. Namun, jika ia terlihat belum siap untuk diajak berbicara, biarkan ia diam terlebih dahulu, nanti jika menurutnya sudah tepat untuk menceritakan. pasti akan mengatakannya pada kita. Ingat, jangan terlalu di cecar dan terlalu kepo dengan masalah yang menimpa pasangan.

    Obrolan yang bisa dijadikan pembahasan juga bisa berbagai macam ya, tidak melulu soal anak ataupun sekolah anak. Bisa dengan menanyakan bagaimana aktivitasnya seharian ini, ataupun rencana-rencana masa depan dalam rumah tangga, atau hal-hal lucu. O..iya, jangan terlalu kaku dalam membahas sesuatu. karena aktivitas mengobrol juga bisa menjadi ajang bertukar pikiran.

    Apa sih efek dari membiasakan aktivitas mengobrol? Kita menjadi lebih paham apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan. Jadi bisa lebih memahami segala hal tentangnya. Karena jika dia nyaman berbicara dengan kita. Kemungkinan besar ia pun memiliki kepercayaan untuk membagikan segala yang dia rasakan, tentunya kita juga harus bijak dalam menyikapi apa yang dibicarakannya.

Sebab Allah Sayang

Bermula dari keadaan yang menuntut untuk selalu menyelesaikan semua hal di waktu yang paling ideal. Meskipun setiap hsri ada saja yang terlewat, jangan ditanya ketika pikiran berkecamuk jika semuanya tidak selesai sesuai waktu yang ditentukan. Anehnya membuat rungsing dan mood menjadi hancur lebur.


Akhir dari semuanya menjadi kemarahan dan omelan. Yang berimbas ke semua orang yang berada di sisi kita. Siapa yang pernah merasakannya? Kala perasaan dan pikiran tidak lagi bisa menyatu? Biasanya antara perasaan bersalah, marah justru membingungkan


Tau gak? Berdamai dengan keadaan itu butuh ilmu ikhlas yang besar. Tak harus sempurna tapi bisa diusahakan agar terlihat sempurna. Walau belajarnya harus setiap waktu, setiap hari, bulan dan tahun. Namun, ketika sudah bisa sampai dipuncaknya, kan semakin menguatlah keikhlasan itu.


Sebuah kejadian, apapun itu bentuknya sudah ditakdirkan oleh Allah, walau itu daun yang jatuh adalah takdir dan sudah di tentukan. Apalah kita yang manusia biasa. Semua hal yang sudah Allah takdirkan tidak bermaksud keburukan untuk hambanya kok. Hanya saja bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.


Meskipun yang dinamakan musibah yang entah itu berskala besar ataupun kecil pasti meninggalkan rasa sakit dan tak menyenangkan di hati. Apapun rasanya, pasti Allah punya maksud, mungkin Allah mau menaikkan derajat kita di hadapanNya. Atau karena Allah ingin menghapus dosa yang telah kita perbuat selama ini. 


Sedikit menghapus, agar meringankan beratnya timbangan keburukan di akhirat kelak. Ah, betapa Allah memiliki cara sendiri untuk menyayangi hambanya. Percayalah, apapun yang sudah Allah gariskan semua punya maksud yang tidak tentu keburukan. 


Semuanya sudah ditentukan dan kita sebagai manusia tidak bisa menghambatnya barang 1 detik pun. tugas kita hanya mengikhlaskan apapun jalan yang sudah Allah gariskan tersebut. tidak harus menyalahkan apa yang telah terjadi. yang harus di lakukan adalah mengintrospeksi diri dan apa yang harus dibenahi. percayalah, setiap masalah yang datang pasti dilengkapi dengan penyelesaian. tugas kita hanya lah mengidentifikasi dan mengambil pelajaran dari apapun kejadian yang telah diberikan. 

jangan marah dengan ketidak senangan kondisi itu. sabar adalah kuncinya.




Aktivitas Baruku

Aktivitas terbaru yang kujalani

Berbaur dengan salahsatu komunitas

Untuk  bercengkerama bersama

Dengan pencinta literasi

Menjadi sebuah penyemangat diri

 

Jangan lagi ditanya bagaimana hati

Jika kesukaan diri menjadi jadi

seandainya dia semakin menancap ke sanubari

Yakinilah, apapun aral di hadapan

Tidak membuat ngeri

 

Menulis, salahsatu aktivitas pengasah bakat

Kendatipun nantinya diri menjadi penat

Tidak akan ada hambatan

Sebab dia menjadi kecintaan

 

Jangan lagi menghambat diri

Jika sudah menghadapi

Tuntaskanlah dengan sepenuh hati

Hingga kau mampu berbangga atas capaian diri

 

Menulis, memang hanya coretan pena

Meskipun tidak dapat dipandang sebelah mata saja

Setidaknya ia akan bisa menghujam ke dalam jiwa

Bagi mereka yang membacanya dengan pikiran terbuka.


Tanggul, 18 September 2021

Mengambil Pelajaran dari Mendengarkan Podcast.

 

https://www.canva.com/design

Jika dulu sebagian kita paling suka mendengarkaan radio, itupun biasanya mendengarkan musiknya saja karena radio paling update soal tangga lagu yang terbaru. Lalu sekarang radio tidak terlalu sering di gunakan kecuali orang-orang yang memiliki mobil. Pun, dipakai hanya untuk menemani mereka selama perjalanan. Semacam hanya mendengarkan orang bicara saja. supaya  tidak merasa sedang sendirian didalam mobil ada yang menemani bahasanya. Itu alasan beberapa orang yang masih mendengarkan radio.

Dan kali ini, media untuk mendengarkan siaran bisa di dengar melalui podcast. Walau itu juga pilihan, karena pengertiannya sama saja dengan radio tapi, podcast ternyata lebih detail lagi. Jadi, Apa itu podcast? Podcast adalah episode program yang tersedia di internet, podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televise atau program radio, kuliah, pertunjukkan atau acara lain. Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audi dan video sehingga pelanggan selalu bisa menikmai program tersebut dengan cara yang sama.

Akan tetapi, pembahasan soal podcast ini bukan penjelasan tentang podcast secara spesifik melainkan bagaimana podcast bisa merubah cara berpikir orang lain. Saya berbicara soal pendapat pribadi saja deh. Sudah hampir setahun mendengarkan podcast dari berbagai macam narasumber di beberapa channel youtube. Mendengar serta memperhatikan mimic orang lain dalam menyampaikan opininya dalam kehidupan, berhubung saya pribadi adalah orang yang sangat suka mempelajari alur hidup orang lain dari proses jatuh dan bangun hingga terbilang sukses, walau secara pribadi tidak bisa dijadikan patokan dalam hidup. Namun bisa diambil pelajaran didalamnya.

Seperti beberapa saat yang lalu, saya mendengarkan podcast dalam channel Denny Sumargo dan Kemal Pahlevi yang membicarakan seputar pernikahan walau di awalnya bermula dari membicarakan pengetahuan Kemal seputar berpacaran. Dan berujung pada pembicaraan seputar pernikahan. Meskipun Kemal belum menikah tapi dia sudah banyak sekali belajar dari pengalaman beberapa orang yang pernah berinteraksi dengannya juga beberapa ahli.

Ada yang sangat mengesankan saya. Ketika Kemal mengatakan “menurut pemikiran gua pribadi, dulu gua sempat mikir, menikah itu berarti gua bisa setiap jam berhubungan badan dengan cara yang halal dengan istri gua bang, ternyata menikah juga bukan Cuma soal itu, betul gak bang?” saya hampir saja ngakak tiada henti. Karena ya…gak mungkin juga tiap jam, bisa pingsan dong. hahaha

Anggapan Kemal pun ditanggapi oleh DenSu dengan kalimat “pernikahan itu bagaimana kita menjaga hubungan itu bertumbuh. Bukan berekspektasi  hubungan pernikahan akan menjadi apa yang kita pikirkan” dan saya membenarkannya.

Karena saya sudah banyak mendengarkan podcast dari berbagai narasumber, terkadang saya mengambil kesimpulan. “ternyata tidak semua orang yang diluar cara hidup kita, memiliki pikiran yang asal-asalan, walaupun kita juga tidak sepenuhnya benar. dan tidak pula bisa  pukul rata bahwa orang yang diluar komunitas dan lingkungan berarti orang yang tidak benar dalam menjalani kehidupan, karena mereka punya cara sendiri menikmati kehidupannya dan jangan menilai orang lain dari bagian luar (tampilan) orang itu saja”

Berhubung itu hanya hasil buah pikiran orang lain yang berlandaskan cara mereka menjalani kehidupan. Saya pun menjadikan otak saya filter tersendiri dalam menerima hasil pikiran mereka, dengan menelisik bagaimana dengan anggapan yang sesuai dengan syari’at islam. Ternyata tidak bisa di salahkan juga buah pikiran mereka. Sebab  itu semua sesuai dengan pengalaman dan pemahaman yang mereka petik kan?

Bagaimanapun, ketika sudah memiliki kemampuan untuk menyatukan buah pemikiran orang lain dengan pemikiran ulama yang ilmunya sesuai dengan hujjah Al-Quran dan hadits. Setidaknya landasan kita dalam berpikir bisa lebih terarah. Terlepas apapun yang kita dengarkan dan baca. Jangan serta merta membenarkan apa yang orang lain sampaikan tanpa menyatukannya dengan hukum Al-Quran dan hadits yang benar. agar kita selamat.

Menelaah Fenomena "Generasi Sandwich" dengan Cermat

   

hidayatullah.com

Tentang generasi sandwich, mungkin banyak  yang sudah tahu dengan istilah generasi sandwich. Walau sepengetahuan kita sandwich itu semacam roti lapis yang dilapisi daging, sayur, tomat dan beberapa macam saos lalu di tutup dengan lapisan roti kembali. Dan rasanya enak sekali. Walau itu adalah sarapan khas orang barat sana. Tapi, ternyata makna yang berbeda ketika di satukan dengan kata “generasi”.

Apa itu generasi sandwich? Generasi sandwich adalah generasi yang berada pada rentang usia 30-40 tahun. Berada pada rentang usia produktif dan telah memiliki tanggungan yakni telah menikah dan memiliki anak yang tentunya masih membutuhkaan biaya hidup dan pendidikan sekaligus menaanggung biaya hidup orangtuanya yang sudah sepuh dan sudah tidak bisa lagi mencari nafkah. (Suryo, 2020)

Bisa terbayang kan maksud dari generasi sandwich itu apa. Dan banyak terjadi di sekitaran kita. Yang mana banyak laki-laki ataupun perempuan yang menanggung biaya hidup keluarga ataupun orangtuanya. Walaupun itu bisa di kategorikan orangtua yang sudah tidak bisa bekerja dan sepuh. Diluaran juga banyak sekali orangtua yang terbilang sehat dan masih mampu bekerja tapi juga menjadi “beban “ bagi anak-anaknya. Lebih tepatnya di katakan malas berusaha. Tidak ada keinginan berusaha sekuat tenaga tapi lebih memilih membebani anak. Tidak ada salahnya jika si anak merelakan. Tapi jika tidak bagaimana? Tidak bermaksud bagaimana, namun realita ini banyak terjadi di sekitaran kita.

Awal mula adanya istilah generasi sandwich ini di perkenalkan oleh Dorothy A Miller pada tahu 1981. Beliau  adalah seorang professor di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Dorothy mengatakan generasi sandwich adalah mereka yang harus menanggung hidup anak-anak dan orangtua mereka

Berhubung istilah itu dibawa dari negara barat, walau tidak ada salahnya jika kita ingin belajar dari mereka. Namun kita sebagai seorang muslim memiliki panduan tersendiri dalam menyikapi istilah generasi sandwich ini. Tidak serta merta menerima dengan mudah istilah dan makna tersebut. namun bisa kita tela’ah dari berbagai macam ilmu yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits yang sudah Rasulullah ajarkan kepada kita.

Generasi sandwich menurut islam

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin lagi syamil dan kamil, sempurna dalam mengatur alur kehidupan manusia. Pun, bagi orang yang pasti mau menerimanya. Dalam ajaran islam tidak ada hanya berlandaskan pikiran, namun semua hal telah di pandu menurut Al-Quran dan hadits. Jika masalah adab didalam kamar mandi saja di atur, apatah lagi soal kehidupan dan rizeki yang telah di janjikan keberadaannya oleh Allah yang diperkuat dengan bukti-bukti yang sudah tercantum dalam Quran.

Soal  pembicaraan generasi sandwich sebenarnya jika ditarik ulur maka akan berbanding lurus dengan pemberian rizeki yang sejatinya sudah diatur oleh Allah. Bukankah segala aspek kehidupan kita sudah di atur olehNya? Sedang menghidupi orangtua  juga termasuk melakukan hal kebaikan. Yang pasti menyangkut dengan soal materi di dalamnya.

Dalam islam, menanggung beban keluarga termasuk sedekah. Dan kita juga harus mengetahui bersedekah adalah hal yang sangat dicintai Allah dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Imbalan yang akan didapatkan juga luar biasa. Salah satunya adalah limpahan berkah dalam kehidupan kita.

Rizeki juga tidak hanya soal materi kan? Ada yang lebih diutamakan dari sebatas materi saja. Ada kesehatan keluarga, serta anak-anak, kemudahan mencari rizeki dari sumber yang halal, kebahagiaan yang dirasa dalam hati, kenyamanan hidup yang dijalani, dan lain sebagainya. Apalagi semua untuk membahagiakan orangtua? Tidak perlu menunggu mereka sepuh dan tak bisa mencari nafkah saja, kita semua memiliki kewajiban untuk selalu berbakti, menghormati dan menyayangi mereka. Apalagi jika keadaannya sudah memprihatinkan?. Tidaklah mungkin menyingkirkan mereka dan menganggap bahawa mereka adalah pembuat masalah dan beban dalam kehidupan yang sedang kita jalani.

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...