From Zero to Hero, Menikmati Proses Menjadi Penulis Blogger


Menulis adalah aktivitas yang saya senangi sejak duduk di bangku sekolah, dikarenakan saya tipe orang yang sulit sekali mempercayai orang lain, menulis menjadi pilihan paling mutakhir kala itu. Bermula dari menulis diary bahkan sudah terkumpul menjadi beberapa buku dalam waktu 3 tahun dan jika di kalkulasi mungkin bisa menghasilkan Novel hahaha.

Tapi setelahnya, menulis di salahsatu platform sosial media malah menjadi pilihan selanjutnya. Karena kemudahan yang di janjikan. Dan ternyata ketika ditelisik kembali, saya lebih merasa nyaman ketika menuliskannya di buku. Yaps, ditulis secara manual adalah pilihan terbaik. Apakah ini pengaruh usia?

Seiring bertambahnya usia ternyata ada keinginan bakat saya ini harus tersalurkan dengan baik dan siapa tahu hal ini bisa menjadi pekerjaan, bukankah ketika kita mendapatkan pekerjaan yang berhubungan dengan hobi, pekerjaan itu akan terasa lebih membahagiakan? Walau semua tulisan saya belum dikatakan sebagai tulisan yang mumpuni dan patut mendapatkan nilai lebih, namun saya percaya nantinya akan menjadi tulisan yang layak untuk dibaca. 



Semua bermula dari cita-cita.

Landasan utama saya ingin selalu menulis adalah ingin meninggalkan warisan yang dapat membanggakan keturunan saya kelak, agar nantinya mereka tidak melupakan saya sebagai ibunya, juga ingin menebarkan manfaat untuk khalayak ramai, semoga dengan tulisan yang saya torehkan bisa menjadi jalan penghubung orang lain dalam melakukan hal kebaikan dan semoga nantinya bisa menjadi amal jariyah di kemudian hari.

bermula dari kecil dan tidak terarah

Belajar agar lebih baik dan terarah.

Karena saya pemula dalam dunia Blogger, membuat saya belajar untuk memahami seluk beluk Per-Blog-an. Mungkin agi kalian sejak poin pertama sudah terlihat saya bukanlah seorang professional, mungkin juga kalian para pembaca tidak menemukan titik menyenangkan dalam tulisan ini.

Tapi, percayalah saya sedang mencoba untuk menikmati proses yang sedang dilewati, baru 2 bulan terakhir saya belajar mendalami dunia Blogger, belum ada hasil dalam bentuk materi. Tapi hasil yang lebih signifikan adalah mental saya yang terasa lebih baik.

Mengapa bisa dikatakan seperti itu? Karena saya termasuk orang yang memiliki “sakit mental” yang akut pada beberapa tahun lalu. Saya menderita overthinking. Semua hal saya pikirkan, walau hal yang dipikirkan tidak terbukti sama sekali, namun, hasil dari overthinking itu sangat tidak baik dalam dunia sosial saya.

40 hari lebih saya mengikuti tantangan untuk menulis apapun yang bisa saya tulis, pokoknya harus menghidupkan kembali Blog yang sudah bertahun-tahun saya buat. Ala bisa karena dipaksa begitu pepatah yang cocok buat saya.

Alhamdulillah mendapatkan efek luar biasa, yang akhirnya saya putuskan untuk focus belajar agar nantinya mudah-mudahan menjadi Blogger Profesional, walau sekarang masihlah tertatih-tatih dalam menajalaninya. 

Menikmati Proses

Sekarang, saya sedang berusaha untuk menikmati proses yang ada. Sangat berjuang, karena banyak yang harus saya tangani. Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang harus handle sendiri kebutuhan 3 orang anak dan suami dan memastikan tempat tinggal nyaaman. Memperbaiki waktu yang belum teratur. Tapi saya percaya bisa melewati semua ini . Harus lebih berjuang agar bisa menggapai cita-cita. 


seperti halnya Aplikasi Super yang telah memudahkan saya berkiprah dalam membantu perekonomian keluarga. yang memudahkan semua kalangan untuk lebih mandiri walau hanya dari rumah saja. segalanya dibantu oleh aplikasi ini dengan sistem yang baik tanpa harus berkeliling menghabiskan waktu untuk menemukan agen yang lebih baik dalam menawarkan harga, juga dengan harga yang murah bisa di tunggu sampai di rumah, pun dengan harga yang lebih murah daripada di pasaran pada umumnya.



Berita Sedih Beruntun

Beberapa hari terakhir beritanya membuat sedih.

dari kejadian erupsi semeru dan bunuh dirinya seorang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang.

jika erupsi tidak dapat terprediksi dan sangat tiba-tiba. lain hal dengan mahasiswi tersebut.

sakit banget pas tau ternyata dia sudah menahan segala gundahnya sampai melakukan tindakan bunuh diri di dekat makam ayahnya.

terlihat sekali dia merasa sendiri dan tidak mendapat dukungan dari keluarga, walau ada dukungan dari ibunya tapi dia tidak ingin memberikan beban berlebih untuk sang ibu. Lalu meminta dukungan dari paman-pamannya, mereka malah menyalahkan karena telah "mempermalukan nama baik keluarga".

padahal jika ingin memberikan pelukan dan menyediakan telinga saja sudah lebih dari cukup memberikan makna bahwa dia tidak sendirian.

saya yakin sekali yang lebih tau keadaannya bisa jadi hanya ibu dan sahabatnya saja.

ketika saya bertanya "jika ini terjadi pada keponakanmu, apa yang kau lakukan ra?" pada diri sendiri

saya menjawab “kukejar laki-laki itu dan keluarganya. Kusuruh orang itu tanggung jawab, kalau enggak juga begerak bahkan mengelak kulaporkan pada pihak berwenang!”

Lalu tadi pagi ketika tanpa sengaja nonton berita di TV, ada 1 segmen membahas soal kasus Novia Widiasari (mahasiswi yang bunuh diri) ternyata pihak universitas sudah mengeluarkan statement bahwa membenarkan mahasiswi yang bunuh diri itu sedang berkuliah di UB, dan mereka beralasan "akan menyelediki tapi mahasiswi sudah terlanjur bunuh diri lebih dulu"

mamak ini auto "maki-maki" alasan mereka, kejadian yang menimpanya sudah kali ke 2 yang pertama di perkosa oleh kakak kelasnya hingga cuti sampai 3 semester dan sudah melaporkan ke pihak kampus dan tidak di gubris.

Yang kedua kali diperkosa oleh pacarnya yang seorang polisi itu. dia tetap mencari perlindungaan tapi tidak di hiraukan.

dan berita tadi pagi juga menampilkan bapak si pelaku perkosaan yang meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia atas perlakuan anaknya. dan “ saya turut berduka cita pada keluarga "calon menantu saya ini".

beleketek!! (kata saya) sekarang kau bilang calon mantu pak? kemana pas kalian meberikan teror pada mahasiswi itu dan ibunya? kalian terror dengan melemparkan bom yang mematikan listrik di rumah mereka hingga 2 hari hanya karena wanita itu menolak untuk aborsi?

walau akhirnya ia lakukan aborsi itu, tapi tetap saja dia menerima stigma tidak baik dari keluarga besarnya juga masyarakat sekitar, hingga dia mengambil tindakan bunuh diri ini.

miris sekali ketika membaca kenyataan yang di ungkap oleh sahabat Novia soal sakit ati yang di deritanya. Pelajaran apa yang dapat di ambil dari kejadian ini? Didik anak laki-laki dan perempuan dengan pendidikan agama yang baik. Dan tegaslah terhadap anak laki-laki, jelaskan padanya laki-laki itu yang dinilai tanggung jawabnya, jika iya sudah melakukaan kesalahan dan tidak mengakui pun dengan lempar batu sembunyi tangan, jangan pernah membela kesalahannya, berikan dukungan jika ia melakukan kesalahan bukan berarti akan dijauhi justru akan di apresiasi akan kejujurannya.

 Begitu juga dengan anak perempuan, tameng mereka adalah kita, keluarganya. Jangan cuek dengan apapun yang menimpa keluarga besar kita, tidak bermaksud untuk “kepo” dengan urusan orang lain karena bagaimanapun keluarga adalah keluarga, terlepas bagaimanapun kita diperlakukan olehnya. Ambil peran lebih dalam melindunginya. Jika bukan keluarga, mau pada siapa lagi ia akan merasa di lindungi?.

radhiya





 

Nasehat Rasa Duka

 bentuk duka yang kau rasakan saat ini tidak akan merubah apapun. Kecuali Allah sebenarnya memiliki maksud dari segala rasa yang telah kau rasakan, jangan salahkan Allah tentang rasa itu, tapi kau harus mempelajari maksud aik dari kejadian tersebut.

Tidak usah menyalahkan segala sebab yang telah dilewati. sebab bagaimanapun kau menghindar dari keadaan terpuruk itu pasti Allah akan memposisikan kau didalamnya.

jadi apa yang bisa diperbuat?

nikmati dan rasakan sedalam mungkin, sebab apapun yang Allah tuliskan pasti memiliki maksud terbaik untukmu.




Pentingnya Menghangatkan Rasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan menjadi salahsatu tujuan dalam menginginkan terjalinnya biduk rumah tangga, apalagi tradisi kita sebagai orang Indonesia yang tidak menganut asas ketimuran yang sangat kental. Dengan adanya budaya dan norma yang tidak membenarkan pasangan pria dan wanita belum menikah memilih untuk hidup bersama dalam 1 rumah tanpa adanya ikatan pernikahan. Maka dari itu pentingnya menikah agar tidak ada fitnah di luaran.

Dengan banyaknya proses yang dijalani namun tulisan ini hanya menekankan proses yang islami dan dengan aturan memilih dengan 4 kategori yang sudah di jelaskan Rasulullah. "bahwasannya wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi" (HR.Muslim) 


4 komponen di atas  sebagai kewajiban dalam menilai orang yang akan menjadi pasangan kita kelak, walau yang paling diutamakan adalah yang beragama baik. Namun bagaimana cara menilai orang lain dengan agama yang baik? salahsatu yang dapat dinilai adalah bagaimana dia dapat menjalankan ibadah secara baik  dari akhlak dalam kesehariannya. 

Begitu juga dalam menilai laki-laki yang disukai dan berharap ianya dapat menjadi pasangan halal. Tanda yang paling bisa dijadikan patokan adalah ketika lelaki tersebut mampu bertanggung jawab dengan sangat berani menerima tantangan wanita untuk mendatangi orangtua dan keluarga besarnya agar mendapatkan restu untuk menikahinya. Dan lelaki yang berani mendatangi orangtua dan keluargaa besarnya akan mendapat nilai lebih sebagai laki-laki. Karena bagaimanapun wanita hanya butuh kepastian.

Salahsatu contoh yang dapat dipaparkan adalah seperti Ria Ricis yang proses menikah dengan lelaki pilihannya dengan cara yang  apik. Walau bermula dari Instagram tapi ternyata proses hingga akad terucap pun sangat dipermudah dan lancar. 
melihat proses Ricis sendiri mengingatkan proses saya pribadi ketika diajak menikah oleh laki-laki pilihan saya. walau awalnya sangatlah tidak yakin akan diberi restu, namun beliau meyakinkan saya untuk mencoba. urusan diterima atau tidaknya itu adalah proses belakangan, yang penting dicoba terlebih dahulu.

dan benarlah semua diluar kendali pemikiran pribadi sebagai manusia. semua sudah tertulis olehNya. Dia menetapkan waktu yang tepat menurut versinya. walau saya sendiri sempat berimajinasi prosesnya akan rumit dan mungkin berakhir tidak jadi. tapi Allah mematahkan pemikiran saya itu. laki-laki yang melamar saya adalah orang yang datang di waktu sangat tepat, padahal saya sudah tidak ada keinginan untuk menikah saat itu.

begitulah alur yang dilewati ketika pernikahan sudah pada waktu yang sangat tepat menurut Allah. Allah beri pendampingan dengan keajaiban yang membuat tidak percaya akan proses yang sangat cepat. kadang-kadang malah diluar ekspektasi. laki-laki atau perempuan yang dihadirkan oleh Allah untuk mendampingi pada perjalanan kedepannya bukanlah orang sembarangan. ia yang memiliki iman dan niatan ikhlas untuk mendampingi dan menerima baik dan buruknya kita di masa kebesamaan.


Dan menurut penjelasan ustadz Adi Hidayat dalam nasehat pernikahan dalam acara akad Ria Ricis beliau memaparkan bahwa "esensi kehidupan rumah tangga akhirnya ditunjukkan untuk membangun kedekatan kita dengan Allah SWT, karena itu bila sudah bilangan tahun didalam kehidupan rumah tangga tapi belum mampu mendekatkan diri kepada Allah maka belum ada yang tepat dalam kehidupan rumah tangganya. Karena itu ketika sudah menikah maka segera dekati Allah, bangun di malam hari untuk tahajjud, karena banyak persoalan yang besar di tuntaskan hanya dengan bersujud dan banyak permasalahan kecil yang semakin membesar karena hanya menampilkan ego dan kebesaran semata". 

sebuah nasihat indah bukan? menikah adalah ibadah terlama yang Allah tentukan untuk manusia, keindahannya dilengkapi dengan berbagai macam problematika kebersamaan. belajar memahami luar dan dalam masa bersama. yang bisa menghasilkan keharmonisan ataupun malapetaka. maka dari itu pentingnya ketika masih dalam proses mencari dan menanti, alangkah lebih bijaknya jika selalu memperbaiki diri, agar mendapatkan seseorang yang memang pantas untuk kita bersama dalam menjalani ibadah.



Lalu dimana pentingnya menghangatkan rasa cinta?

ketika pernikahan sudah bilangan tahun, biasanya sudah mulai merasakan rasa hambar dalam kebersamaan. dikarenakan tidak adanya rasa saling menghangatkan satu dan lain. karena monotonnya aktivitas dalam rumah tangga dan sibuknya dalam menjalani hari-hari apalagi ditambah sudah memiliki anak dengan bilangan usia yang sudah bermacam-macam. pastinya permasalahan yang di hadapi pun sudah lebih rumit.

tidak ada salahnya jika mengorbankan bara api cinta layaknya pengantin baru. dengan sering-sering melihat momen sang pengantin baru yang bisa saya singkat dengan "undangan". karena biasanya ada nasehat-nasehat pernikahan yang dipaparkan tokoh agama ataupun orang yang sudah senior dalam menjalani pernikahahan.

hal itu, bisa menjadi cambuk kita dalam menghangatkan usia pernikahan. agar cinta, sayang itu kembali tumbuh, walaupun tidak seperti pengantin baru, tapi, setidaknya menghilangkan hambarnya yang diganti dengan rasa manis dan gurih didalamnya.


Rabby Radhiya, 19 Nopember 2021


Mengapa Menulis Dijadikan Alasan?

 Bermula dari kecintaan saya terhadap aktifitas menulis yang berefek sedikit banyaknya ketenangan hati kalau dibahasakan dengan bahasa yang lagi terkenal sekarang mah jadi “self healing” . Menulis menjadi obat tersendiri untuk pribadi yang berlebih dalam memikirkan banyak hal. Lagipula bagi orang yang tidak terbiasa mengungkapkan kalimat secara langsung, menulis juga di jadikan sebagai jalan keluarnya menyatakan kata hati yang sebenarnya.

Ketenangan yang didapat telah membuatnya menjadi orang yang bisa dipahami oleh orang lain. Itupun tergantung bagaimana ia dapat menyampaikan dengan lugas dan diterima oleh orang yang bersedia membaca tulisannya tersebut. Tergantung bagaimana dia mau belajar untuk memperbaiki tulisannya agar lebih menarik.

Berhubung saya sangat menyukai dunia kepenulisan, menjadikan diri untuk membiasakan berkecimpung di dunia menulis. Alhamdulillah mendapatkan komunitas yang bersedia mengajarkan semua materi tentang kepenulisan. Dan ketika saya mengikuti sebuah tantangan dari salahsatu komunitas tersebut, membuat saya berfikir. “setelah mengikuti semuanya dan saya dinyatakan lulus. Saya harus bagaimana?”

Akhirnya saya bercerita kepada salah seorang senior yang lebih dulu berkecimpung di dunia kepenulisan. O..iya yang menjadi salah satu alasan saya mengikuti bebrapa macam kegiatan tentang kepenulisan. Akhirnya saya menemukan momen tentang menjadikan tulisan tidak hanya sebgaia tulisan curhat agar menyalurkan kebanyaka pikiran di dalam otaak sayaa.


Saya belajar “short Course Blogger” yaps, semua dikupas tuntas oleh teh Shafira, mbak Jihan dan mas Razak. Saya
  sampai terkagum-kagunm dengan semua paparan mereka selama 3 hari full. Isinya daging semua, bukan hanyaa daging mentah secara kewseluruhan banyak banget daging yang sudah empuk yang istilahnyaa tinggal hap aja kita sebagai murid ini. Walau semua tergantung kepada pribadi masing-masing setiap peserta.

Selasa, 26 oktober 2021.

picture by canva

Pada hari itu diisi oleh teh Shafira yang aktif menulis di https://www.ceritamamah.com/ ini membicarakan tentang “menulis blog juga bisa menghasilkan” dengan bebrapa cara yang dipaparkan beliau membuat saya pribadi semakin tertantang dan sumringah, ternyata menulis juga bisa menghasilkan pundi. Kapan lagi bisa menjalankan hobi tapi tetap mendapatkan bayaran. Apalagi banyak sekali berseliweran tentang kata papatah yang mengatakan “jadikan hobi sebagai jalan mencari pundi, syukur-syukur menjadi pundi berlian”. Orang mana yang tidak tergiur heuheuheu. 



Rabu, 27 oktober 2021. 

picture by: canva

Mbak Jihan (mbak jihan sendiri adalah seseorang yang membuat saya tertarik berkecimpung di  dunia kepenulisan ini), beliau aktif menulis di https://jeyjingga.com/ yang mengisi pada hari tersebut dengan materi yang berjudul “SEO dasar”. Di komunitas kami, mbak jihan sudah sangat dikenal sebagai sosok yang selalu memenangkan perlombaan menulis. Walau pasti banyak sekali aral melintang yang dihadapi beliau tapi cukup menarik bagi saya.

SEO sendiri adalah tehnik kepenulisan agar apa yang kita tulis bisa terhubung google dan menghasilkan pembaca yang lebih luas lagi, hanya begitu yang saya pahami. Tehnik menulis sudah di paparkan oleh mbak jihan dengan sangat gamblang. Semua kembali kepada masing-masing peserta apakah mau meneruskan lika liku perjalanan menuju sukses dan selalu belajar.

1 pesan mbak jihan kepada saya pribadi “jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang kita dapatkan, gali terus ilmu tersebut dan jangan lupa mempraktekannya”. 


Kamis, 28 oktober 2021

edit by canva

Hari itu membicarakan soal “Google Adsanse dan SEO” yang diisi oleh Abdul Razak . beliau adalah seorang praktisi di bidang adsanse yang bisa didapatkan dari aktivitas menulis yang akan digeluti oleh kami nantinya. Semua teknik sudah beliau paparkan lengkap dengan plus minus pemakaian program dalam blog yang akan kami tekuni nantinya. Mas Razak ternyata teman adik ipar saya yang dulu kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, saya mengetahui hal tersebut ketika Rosa (nama adik ipar saya) mengomentari salahsatu status What’sApp yang membicarakan soal Short Course ini. 

status saat itu

ketika saya mengetahui tentang itu langsung terpikir "berarti Mas Razak ini tergolong masih muda usianya, tapi memiliki ilmu yang luas"

Salahsatu pesan beliau kepada kami adalah: jika nanti kalian semua sudah menjadi Blogger dan mendapatkan hasil dari usaha kalian, jangan lupa mengaturnya dengan baik dan jangan pernah lupakan bersedekah. Beliau juga handle banyak sekali blog yang cukup inspiratif lho di https://www.inspiratipsmedia.com/

Sebagai penutup dari tulisan saya saat ini adalah: walau saya masih sangat belajar dan mungkin tulisan ini belum  masuk ke dalam kategori SEO yang sesuai  dengan kaidahnya, saya sangat berterima kasih kepada mereka para suhu yang sangat berlapang dada untuk membagikan ilmu secara gamblang.

Semoga ilmu yang telah mereka paparkan selama 3 hari dan bahkan terus hingga sekarang, menjadi lading pahala yang sangat luas nantinya.

Rabby Radhiya. Tanggul, 10 November 2021

 

Berdamai dengan Cara Kita

 

gambar: canva

Percaya gak sih bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya? Jika ditanyakan sendri dalam hal begitu pasti kita akan menjawab pasti mempercayainya, sebab sebagian orang pasti banyak yang sudah paham kalau orang lain itu di ciptakan dengan masing-masing caranya dalam menyelesaikan apapun.

Ada yang ingin maju dan menganggap setiap yang terlewati menjadikan pecut tersendiri dalam episode kehidupannyaa. Ada jugaa yang ingin dengan jalan stagnan sambil mempelajari apa yang di lewatinya. Ada juga yang memakai cara mundur untuk maju.

Apakah itu salah? Tidak ada yang salah. Yang salah itu jika kita sebagai sesame manusia menyamaratakan apa yang dialami kita dengan yang dilewati orang lain. Kira-kira rasa empatimu sedang “jelongop” kemana? Cobalah belajar dari 2 belah pihak. Tanyakan padanya apa yang sudah dilewatinya? Bagaimana cara dia berjuang melewati hal pahit itu? Dan berhasil bangkit dri keerpurukan.

Jangan anggaap dirimu adalah yang paling benar.

Semua Berawal Disini (part 7)

sumber gambar: pinterest

“dek, pram mau di ajak ke rumah kita” pesan singkat dari bang dimas kepadaku.

“okey bang, nanti kalau sudah dirumah, aku bangunkan Sheila, dia baru saja tidur”

“iya dek”

1 jam berselang, akhirnya bang dimas dan pram pun sampai, tanpa babibu, aku langsung menyuruh mereka untuk makan, gak lama makaanan yang dibeli Sheila tadi sorepun habis di santap oleh mereka.

Sepertinya selera mkan mereka sama ataupun mereka sedang kelaperan.

Ketika aku pastikan mereka selesai dan membereskan sisa piring kotor, heila langung aku bangunkan.

“Sheila, ada bang dimas dan pram tuh diruang tamu”

Dia langsung kaget. Dan membenarkan jilbab yang dikenakannya.

Dan dia langsung ke kamar mani untuk mencuci wajahnyaa.

“Bang Dimas kok sama mas pram?”

“iya tadi mereka janjian untuk kesini”

“kamu kasi tau yaa…kaalau aku disini?”

“ya..aku kasi taaulah, mana tau permasalahan kalian bisa segera diredam”

“hmmmm, yaudah deh”

“aku tunggu di ruang tamu ya..” kataku singkat

Aku menunggunya sambil meembicarakan sesuatu hal dengan pram dan bang dimas, tidak ada pembicaraan yang sangat berarti ih, hanyaa membicaaraakaan tingkah polah anak-anak saja.

Tidak lama kemudian, datanglah Sheila.

Pram hanya menunduk

“ya…Allah, kok udah kayak mau ada aktivitas lamaraan sih” kataku sambil tertawa

“aku dah lama kayaknya merhatikaan wajaah Sheila din” kata pram

“mas pram gimana kabarnyaa? Kok gak pulang-pulang sih? Pulang pun Cuma buat ganti baju, selama ini mas tinggal dimana? Gak mau ya..ketemu sama aku?” cecar Sheila

“aku di rumah dicky La, aku gak enak pulang dan ketemu kamu”

“ya…Allah, padahal aku ngiraanyaa kamu punya wanita lain loh” timpak Sheila

“astaghfirullah!” serentak kami mengucapkaan kata itu

“semuanya salah aku sih, gak kasi kabar dan malah lari dari kamu, kita itu udah belasan tahun menikh La, masa aku tega ninggalin kamu dan nyari wanita lain, ya…enggak sepadanlah” kata pram

“Terus, kenapa mas menghindar dari aku? Apa karena penyakit yang di vonis dokter waktu itu?”

“enggak La, aku malah sedih dengan vonis dokter yang di tujukan ke kamu, makanya aku menghindar, karena aku pingin berpikir sebentar. Dan mikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaaikan hal itu kepada keluargaku, agar cecaran itu tidak sampaai laagi ke teelingamu La”

Sheila hanyaa terdiam. Aku dan bang dimas pun tidak bisa bicara, karena ini murni hanyaa antara mereeka saja, kami hanyaa sebagai penengah di antara mereka.

“setelah kamu di vonis ddokter dengan penyakit itu, kamu taau gak apa yang aaku lakukaan La? Aku bertemu lagi dengan dokter tersebut dan menceritakan keluh kesahku, murni karena aku ingin taau saja. Akhirnya dokter itu menyuruh aku ke dokter spesiali urologi untuk cek semua kesehatan spermaku, karena aku paham La, kita belum ddikaruniai anak, bukan hanya ada kesalahan rahimmu tapi juga pasti ada faktor dari aku”

“selama ini yang aku taau dan belajar dari oraang lain di kantor, yang sudah lebih dulu berumah tanggaa, aku menceritakan keluh kesahku, walau hanya kepada 1-2 orang saja yang aku anggaap bisa menyimpaan rahasia. Mereka memberiku saran untuk periksa La, itulah makanya aku beranikan untuk memerikasakan kesehatanku sesudah kamu periksa”

“hasilnyaa, ternyata aku mandul La. Pas di beri penjelasaan oleh dokter, rasanya dduniaku seperti runtuh La. Ternyata sebab tidak bisanya kita memiliki keturunan ada di aku jugaa. Jadi tidak bisa semua menyalahkaan kamu sepenuhnya. Tapi, jiwa kelaki-lakian aku seperti tidak lagi menapak, palah artinya aku ebagai laki-laki yang manduk. Aku takut kamu tidak bisa menerima kondisiku La. Makanya aku sampai pergi ke rumah Dicky, hanya untuk tidur, selebihnya aku gunakan di luar”

“kemarin aja, pas kebetulan aku berjumpa bang dimas. Pas aku baru saja terduduk di depan  kantornya. Aku dari berjaalan-jalan sendiri saja. Aku sudah buntu banget saat itu, aku bingung bagaimaana caaranyaa aaku haru menyampaikan haal ini padamu La, aku malu. Alhamdulillah, ya…Allah kasi kesempatan aku untuk menyampaikan haal penting ini”

“walau aku tau, kamu pasti sangat tersakiti dengan sikapku yang terkesan lari dari masalah”

“La maafkan aku ya, soal penyakitmu nanti kita obati bersama, aku sudah tau dari bang dimas, kalau kamu sudah cerita kepada dina soal sikapku dan kamu berkeinginan untuk cerai dari aku. Aku mewajarkan kok La kalau kamu sampai punya pemikiran seperti itu” pram mengeluarkan segala keluh kesahnya.

Sheila, aku, dan bang dimas hanya bisa menunduk dan menangis, terutama aku dan Sheila yang tidak habisnya mengeluarkan air mata.

Pelan tapi pasti Sheila langsung bersujud di kaki pram.

“aku minta maaf mas” hanya itu yang terulang-ulang dari lisannya.

Pram pun tak kuasa menahan tangis sambil mengangkat Sheila, mereka berpelukan dan saling meminta maaf.

Aku dan bang dimas hanya bisa berpegangan tangan, genggaman bang dimas kuat sekali. Aku paham dengan kata hati bang dimas yang sangat berkecamuk.

“aku minta maaaf ya.,,.mas, sudah berprasangka buruk sama kamu, padahal kamu juga sedang menderita. Gak apa-apa mas, kita jalani dunia ini berdua saja. Aku tidak apa-apa tanpa anak, asal mas pram selalu menemani aku” kata Sheila sambil terbata-bata

“aku malu La, apa yang bisa aku sampaikan pada keluargamu dan keluargaku” pram menimpali

“nanti kita haadapi sama-sama ya…mas, tidak ada masalah yang lengkap tanpa penyelesainnya. Kita tawaakkal aja pada Allah, insyaAllaah pasti akan ada jalan di depan sana”

Ah, sungguh indah Allah membuatku harus terus bersyukur dengan apapun yang berada di depan mataku sekarang.

-------- TAMAT---------

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...