Pentingnya Menghangatkan Rasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan menjadi salahsatu tujuan dalam menginginkan terjalinnya biduk rumah tangga, apalagi tradisi kita sebagai orang Indonesia yang tidak menganut asas ketimuran yang sangat kental. Dengan adanya budaya dan norma yang tidak membenarkan pasangan pria dan wanita belum menikah memilih untuk hidup bersama dalam 1 rumah tanpa adanya ikatan pernikahan. Maka dari itu pentingnya menikah agar tidak ada fitnah di luaran.

Dengan banyaknya proses yang dijalani namun tulisan ini hanya menekankan proses yang islami dan dengan aturan memilih dengan 4 kategori yang sudah di jelaskan Rasulullah. "bahwasannya wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi" (HR.Muslim) 


4 komponen di atas  sebagai kewajiban dalam menilai orang yang akan menjadi pasangan kita kelak, walau yang paling diutamakan adalah yang beragama baik. Namun bagaimana cara menilai orang lain dengan agama yang baik? salahsatu yang dapat dinilai adalah bagaimana dia dapat menjalankan ibadah secara baik  dari akhlak dalam kesehariannya. 

Begitu juga dalam menilai laki-laki yang disukai dan berharap ianya dapat menjadi pasangan halal. Tanda yang paling bisa dijadikan patokan adalah ketika lelaki tersebut mampu bertanggung jawab dengan sangat berani menerima tantangan wanita untuk mendatangi orangtua dan keluarga besarnya agar mendapatkan restu untuk menikahinya. Dan lelaki yang berani mendatangi orangtua dan keluargaa besarnya akan mendapat nilai lebih sebagai laki-laki. Karena bagaimanapun wanita hanya butuh kepastian.

Salahsatu contoh yang dapat dipaparkan adalah seperti Ria Ricis yang proses menikah dengan lelaki pilihannya dengan cara yang  apik. Walau bermula dari Instagram tapi ternyata proses hingga akad terucap pun sangat dipermudah dan lancar. 
melihat proses Ricis sendiri mengingatkan proses saya pribadi ketika diajak menikah oleh laki-laki pilihan saya. walau awalnya sangatlah tidak yakin akan diberi restu, namun beliau meyakinkan saya untuk mencoba. urusan diterima atau tidaknya itu adalah proses belakangan, yang penting dicoba terlebih dahulu.

dan benarlah semua diluar kendali pemikiran pribadi sebagai manusia. semua sudah tertulis olehNya. Dia menetapkan waktu yang tepat menurut versinya. walau saya sendiri sempat berimajinasi prosesnya akan rumit dan mungkin berakhir tidak jadi. tapi Allah mematahkan pemikiran saya itu. laki-laki yang melamar saya adalah orang yang datang di waktu sangat tepat, padahal saya sudah tidak ada keinginan untuk menikah saat itu.

begitulah alur yang dilewati ketika pernikahan sudah pada waktu yang sangat tepat menurut Allah. Allah beri pendampingan dengan keajaiban yang membuat tidak percaya akan proses yang sangat cepat. kadang-kadang malah diluar ekspektasi. laki-laki atau perempuan yang dihadirkan oleh Allah untuk mendampingi pada perjalanan kedepannya bukanlah orang sembarangan. ia yang memiliki iman dan niatan ikhlas untuk mendampingi dan menerima baik dan buruknya kita di masa kebesamaan.


Dan menurut penjelasan ustadz Adi Hidayat dalam nasehat pernikahan dalam acara akad Ria Ricis beliau memaparkan bahwa "esensi kehidupan rumah tangga akhirnya ditunjukkan untuk membangun kedekatan kita dengan Allah SWT, karena itu bila sudah bilangan tahun didalam kehidupan rumah tangga tapi belum mampu mendekatkan diri kepada Allah maka belum ada yang tepat dalam kehidupan rumah tangganya. Karena itu ketika sudah menikah maka segera dekati Allah, bangun di malam hari untuk tahajjud, karena banyak persoalan yang besar di tuntaskan hanya dengan bersujud dan banyak permasalahan kecil yang semakin membesar karena hanya menampilkan ego dan kebesaran semata". 

sebuah nasihat indah bukan? menikah adalah ibadah terlama yang Allah tentukan untuk manusia, keindahannya dilengkapi dengan berbagai macam problematika kebersamaan. belajar memahami luar dan dalam masa bersama. yang bisa menghasilkan keharmonisan ataupun malapetaka. maka dari itu pentingnya ketika masih dalam proses mencari dan menanti, alangkah lebih bijaknya jika selalu memperbaiki diri, agar mendapatkan seseorang yang memang pantas untuk kita bersama dalam menjalani ibadah.



Lalu dimana pentingnya menghangatkan rasa cinta?

ketika pernikahan sudah bilangan tahun, biasanya sudah mulai merasakan rasa hambar dalam kebersamaan. dikarenakan tidak adanya rasa saling menghangatkan satu dan lain. karena monotonnya aktivitas dalam rumah tangga dan sibuknya dalam menjalani hari-hari apalagi ditambah sudah memiliki anak dengan bilangan usia yang sudah bermacam-macam. pastinya permasalahan yang di hadapi pun sudah lebih rumit.

tidak ada salahnya jika mengorbankan bara api cinta layaknya pengantin baru. dengan sering-sering melihat momen sang pengantin baru yang bisa saya singkat dengan "undangan". karena biasanya ada nasehat-nasehat pernikahan yang dipaparkan tokoh agama ataupun orang yang sudah senior dalam menjalani pernikahahan.

hal itu, bisa menjadi cambuk kita dalam menghangatkan usia pernikahan. agar cinta, sayang itu kembali tumbuh, walaupun tidak seperti pengantin baru, tapi, setidaknya menghilangkan hambarnya yang diganti dengan rasa manis dan gurih didalamnya.


Rabby Radhiya, 19 Nopember 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...