Tips Mudah Menjadi Ibu Yang Bahagia Setiap Hari

https://www.canva.com/design/

 
Di masa yang sedang tidak menentu seperi ini dan juga era digital yang sangat mudah melihat siapapun yang menampakkan kebahagiannya. Lalu, kita pun membandingkan dengan kehidupan yang sedang dijalani saat ini. Itu lumrah saja, namun tidak terlalu baik untuk perjalanan kedepannya bersama pasangan juga anak-anak.

Belum lagi jika ternyata kebutuhan ekonomi  sedang anjlok. Pendapatan pas pas-an, kebutuhan semakin meningkat seiring tumbuhnya anak-anak. Semakin ruwetlah pikiran, apalagi ibu-ibu yang biasanya handle keuangan keluarga, yang paling mengetahui siklus keuangan, dan biasanya yang paling pusing membaginya.

Lalu, ketika sibuk dengan sosmed dan memperhatikan orang lain yang membagikan kebahagiaannya bersama keluarga, memberikan pasangannya hadiah, bisa jalan-jalan kemanapun yang mereka inginkan, belum lagi mampu membeli ini itu untuk kebutuhaan anak dan rumah tangganya, belum lagi jika menemukan artikel ataupun video “kemesraan” antar suami istri yang menurut kita sweet sekali.  semakin membuat ruwet pikiran dan bergumam “kenapa aku tidak bisa sepertinya”.

Tau gak sih? Ketika pikiran dan hati bergumam seperti itu, bisa mempengaruhi perasaan. Dan ketika perasaan sudah tidak baik, biasanya berpengaruh kepada semangat ibu menjalani hari. Lalu timbullah efek-efek negative yang membuat kita lebih sering emosi bahkan mengeluarkan kata yang tidak pantas karena amarah. Padahal semuanya bermula dari cara dan pikiran yang telah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain saja.

Bu, kehidupan kita dengan orang lain sangatlah berbeda, dan yakin banget orang-orang banyak yang menyadari bahwa setiap orang punya cara sendiri untuk menangani hati dan pikiraannya. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah terlalu membandingkan yang menjadikan semuanya tidak terkontrol.

Ada beberapa tips agar ibu selalu merasa bahagia dan bersyukur menjalani kehidupan ala saya pastinya.

Belajar menerima apapun yang telah pasangan berikan.

Jangan samakan pasangan kita dengan orang yang lebih “wah”. “Wah” ini bisa di artikan kehidupannya, cara mereka melayani pasangannya ataupun defenisi wah yang lainnya menurut setiap orang pastilah berbeda. Karena jika sudah berani membandingkan, semua hal yang sudah di usahakan oleh pasangan  pasti akan terasa kurang menurut pikiran dan keinginan sendiri.

Turunkan ekspektasi

jangan terlalu banyak berekspektasi kepada pasangan dan keadaan rumah. Menurunkan ekspektasi kita agar selalu berpikiran yang terlalu ideal. Padahal pemikiran idealis juga ada kelebihan dan kekuraangannya. Bagaimanapun ketika dituntut untuk ini itu juga banyak yang tidak mau kan? Setiap orang pasti punya keinginan “diterima apa adanya”.

 

Bagaimana pun, banyak dari para ibu yang mampu membahagiakan anggota rumahnya, karena kebahagiaaannya hanyalah “membahagiakan suami dan anak” dengan cara masing-masing pastinya. Dan ketika sudah mampu membahagiakan sekitar, kebahaagiaan yang diinginkan pun pasti akan datang dengan sendirinya. 

sekelumit biografi Sapardi djoko damono

gambar: Google
                             
Sapardi djoko damono, siapa yang tidak mengenalnya? Di kalangan sastrawan dan yang orang-orang yang mencintai dunia kepenulisan, biasanya pasti mengenalnya. Beliau yang biasa di panggil SDD adalah seorang sastrawan kebanggan Indonesia. Kiprahnya di dunia literature Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sapardi djoko damono, pria yang dilahirkan di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Orangtua beliau bernama Sadyoko dan Sapariah. Memiliki filosofi nama yang di berarti agar menjadi orang yang pemberani dan tangguh dalam keyakinan.

Sejak belia beliau sudah terbiasa dengan perjalanan kehidupan yang dikelilingi oleh keluarga yang cukup apik di dunia seni, karena kakeknya adalah orang yang pandai membuat wayang  dan sosok Sapardi muda juga piawai dalam memainkan wayang serta beragai jenis alat musik.

Walau harus berpindah-pindah tempat tinggal, Sapardi kecil tidak kehilangan indahnya masa kecil yang dilewatinya, walau berawal dari bayang-bayang imajinasi di kepalanya, dan dia menyalurkannya ke dalam tulisan-tulisan juga berusaha untuk mengorbitkannya ke dunia luar.

Namun karya Sapardi kecil tidak serta merta diterima. Ada penolakan-penolakan yang harus dihadapinya. Namun, semangat itu tak pernah luntur, beliau terus menulis dan belajar. Sedari  SD Kesatryan Keraton Surakarta. Pendidikan menengah ditempuh di SMP Negeri 2 Surakarta (lulus 1955) di SMA Negri 2 Surakarta (lulus 1958) pada masa itu beliau rajin sekali menulis dan mengirimkannya ke majalah-majalah.  

Lalu, beliau kuliah di fakultas sastra barat (sekarang menjadi fakultas ilmu budaya) bidang bahasa inggris di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ketika masa kuliah inilah kesukaan beliau tentang dunia kepenulisan semakin berkembang. lalu, beliau juga menempuh study ke University of Hawaii, Honolulu. Beliau Juga menempuh progam Doktor di Fakultas UI dan lulus tahun 1989.

gambar: Google
                                            

Beliau menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai 2 orang anak, 1 orang perempuaan yang bernama Rasti Sunyandani dan 1 orang lai-laki yang bernama Rizky Enriko.

Karya-karya beliau yang sangat masyhur ada banyak sekali. Salahsatunya adalah puisi yang sangat terkenal “aku ingin” yang sudah banyak diterjemahkan dengan berbagai macam bahsa internasional maupun bahasa daerah. Selain puisi beliau juga menciptakan karya dalam bentuk cerpen, novel, essay juga menterjemahkan karya penulis asing.

gambar: Google

Beliau meninggal pada tanggal 19 july 2020 dalam usia 80 tahun. Dikebumikan di TPU Giritama, Bogor. Semoga seluruh karya beliau menjadi warisan yang terus menetap dalam sanubari kita semua, agar nantinya akan lahir sapardi selanjutnya.

 sumber, Wikipedia, detik.com, google.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

apa BAHASA CINTA mu?

                                      picture: Google


 Sudah pernah dengar tentang bahasa cinta? Terutama untuk orang-orang yang sudah menikah, hampir 24 jam bersama dengan aktifitas yang mungkin terbilang monoton, walau sebagian tidak menghabiskan waktu selama 24 jam, karena harus terpotong dengan aktifitas bekerja diluar, namun, sebagian besar waktunya dihabiskan secara bersama.

Nah, kita harus tau bagaimana bahasa cinta pasangan, agar semakin romantis dalam menjalani hari dan meminimalisir saling menuntut agar merasa dicintai, diperhatikan dan disayangi. Agaknya, semakin mengetahui bahasa cinta antar pasangan, tidak akan  ada lagi membandingi cara orang lain mencintai pasangannya dengan cara pasangan sendiri mencintai kita. Dan mungkin biasa jadi, tidak ada lagi tuntutan merasa tidak dicintai seperti para oppa-oppa drama korea mencintai onni-onni drakor yang di tontonnya. Kekkeke

Btw, Bahasa cinta itu diciptakan oleh Gary chapman dalam bukunya “the 5 love languanges, the secret to love that lasts”. Tenang gaes, sudah ada versi bahasa Indonesia nya kok, “lima bahasa cinta” judulnya, tinggal cari saja di toko buku terdekat ataupun di market place.

Arti bahas cinta itu sendiri di istilah kan untuk mengungkap rasa kasih sayang dan cinta terhadap pasangan kita, karena setiap orang punya cara sendiri untuk merasa dicintai oleh pasangannyaa.

Apa saja bahasa cintanyaa.?

1. Act of service.

Apa itu maksudnya? Itu seperti tindakan melayani. Ada orang yang merasa dicintai jika pasangannya melayaninya dengan sepenuh hati, bahkaan hanya mengambilkan handuk ketika dia mandi saja, itu sudah termasuk mencintaainya, apalagi jika ditaambah dengan melayani yang lainnya. Ya….seperti membuatkan kopi setiap pagi tanpa diminta saja sudah termasuk di dalamnya kok.


2. Word of afirmasi.

Ada orang yang bisa merasa dicintai jika pasangannya mengatakan “I love you” ataupun kata-kata romantic lainnya. Dan bisa jadi dia akan bersemangat sekali jika pasangannya mengatakaan itu.

 

3. Phisycal touch

Sentuhan fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, mengelus kepala, menggandeng tangan ketika jalan berdampingan, jadi ketika ada kesempatan untuk melakukan itu dan pasangan kita menikmatinya, bisa tuh, dirutinkan.

 

4. Gifts giving

Memberikan hadiah, tidak mengenal momen. Maksudnya tidak harus ketika ada momen baru kita memberikan hadiah kepada pasangan. Sebatas membelikan cemilan kesukaannyaa ketika dari luar saja, biasanya pasangan kita akan merasa sangat dicintai loh.

 

5. Quality Time

Waktu yang berkualitas. Yap, menghabiskan waktu bersama tanpa ada hambatan terutama gadget. Saling mendengarkan curahan hati, atau membicarakan sesuatu yang tidak terlalu penting saja, ada yang merasa sangat dicintai loh, karena dia didengarkan dengan seksama.

 

Lalu, bagaimana cara mengetahuinya? Bahkan kita sendiri tidak mengetahui bahasa cinta diri, rasanya kelima bahasa cinta itu sangat berarti untuk diri sendiri, terutama bagi pasangan menikah yang sudah lebih dari 3 tahun bersama, dimana sudah banyak mengetahui seluk beluk pasangan hihihi.

 

Cara mengetahuinya? Biasanya sudah banyak test di Google soal mendeteksi bahasa cinta kita.  walau itu tidak terlalu akurat, namun bisa menjadi patokan. Dan yang bisa mendeteksi secara spesifik ya..diri kita sendiri, berhubung kita sudah mengetahui secara teori.  

 

Dan ketika sudah mengetahui bahasa cinta kita. Lebih baik kita menberitahukannya kepada pasangan. Bisa menjadi update untuk menjalani kebersamaan dengan pasangan tanpa drama ini itu. Dan sepertinya nanti tidak ada lagi bahasa “aku tidak dicintai suami/istriku”.

 

BADAI PASTI BERLALU.

                                    picture: Google


Selamat pagi, kali ini aku ingin menyapamu, menyapa dengan segenap cinta. Semua hal yang sudah terlewat telah menjadikan diri unutuk segera menyelesaikan hal-hal tersebut, entah bagaimanapun, cara kita untuk melewatinya. Yang saya tahu, ternyata kita pasti bisa melewati masa sulit itu.

Selamat pagi, apapun yang sedang membuatmu gundah kali ini. Percayalah, semua itu hanya kamu yang bisa menyelesaikan.

Jika kamu sedang sendiri, carilah bagaimana kamu bisa menyelesaikannya. Bisa dengan bekerjasama dengan orang lain, atau mintalah bantuan, jika dirasakan ternyata kamu tidak bisa menyelesaikannya sendiri, jangan pernah malu untuk meminta bantuan ya… karena hal itu tidak akan membuatmu rendah.

Jika kamu memiliki pasangan dan bermasalah dengannya, mintalah segera menyelesaikan, mungkin tidak harus sesegera mungkin, karena setiap pasangan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah, ada yang harus berdiam diri terlebih dahulu, sembari mendinginkan kepala, ada juga yang selalu ingin saat itu juga penyelesaiannya pasti dengan berbagai macam alasannya, salahsatunya agar masalah itu segera diselesaikan tidak terlupa.

Jika kamu tinggal dengan orangtua ataupun keluarga besar, cobalah memberi hal yang membuat mereka lebih tenang dengan menghadapi kamu, semisal membantu membereskan rumah atau mengajak bicara orang yang sekiranya mudah untuk diajak untuk bertukar pikiran dan bisa di ajak untuk membicaraakan hal yang membuat masalah terpecahkaan.

Jika permasalahnmu ternyata melibatkan banyak orang dalam sebuah organisasi misalnya, jangan sungkan untuk meminta kejelasan mengapa permasalahan itu bisa terlalu membuat amarah dan tidak menghasilkan penyelesaian, bisa juga dengan mengalah karena tidak semua hasil buah pemikiran kita dapat diterima semua orang, mengalah juga bukan menandakan kamu kalah.

Apapun masalah yang menimpamu saat ini, pasti bisa menajadikan pecut terkuat agar kita mendewasa, walaupun itu bukan sebuah jaminan. Tapi, setidaknya kita harus mampu mengambil pelajaran dari semua kondisi, terutama ketika masalah sedang melanda. Dan optimislah bahwa setiap masalah pasti lengkap dengan penyelesaiannya. Walau tidak langsung datang penyelesaian itu, setidaknya kita percaya akan hal itu. Karena Allah yang beri semua keadaan hidup kita sudah pasti lengkap dengan segalanya, entah untuk saat ini ataupun untuk masa akan datang.

ketika ada masalah.

Ketika kita harus di uji, menangis tidaklah apa-apa, jika tak kuat lagi mempertahankan hancurnya hati, dan usahakan hanya segelintir manusia yang mengetahui hal itu, tak perlu kita umbar kemanapun. Masalah apapun, pasti akan terpecahkan, biarkan waktu yang memprosesnya.

Diamlah sejenak, hingga hatimu dirasa sudah mengikhlaskan segala kenyataan hidup itu. Hidup, jika tidak diberi ujian pasti akan sangat hambar sekali. Ujian itu menyakitkan.

Apapun bentuk ujiannya butuh hati yang kuat untuk menerimanya. Hidup pasti setidak karuan itu kala ujian semakin tidak jelas dalam penyelesaiannya.

Apa yang bisa kita lakukan? Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan.


Menyendiri untuk penyembuhan.

 Tidak semudah membaca sebuah artikel yang mungkin kita akan cari di google dengan tagline “cara menyembuhkan sakit hati” dengan berbagai macam pilihan. Dan itu semua kembali ke diri kita sendiri, kita yang tau bagaimana menangani kesakitan diri. Saya pribadi biasanya berkeliling sendirian beberapa menit saja. Walaupun tidak menyelesaikan masalah yang ada, tapi bisa lebih nyaman aja menghirup udara bebas.


 Mendengarkan musik.

Dengarkan musik kesukaan, juga bisa memancing untuk semakin menangis, apalagi jika itu adalah musik yang sendu, dijamin semakin membuat kita menangis. Namun, sebagian orang pasti merasakan lega. Sesak didada  dan perasaan kita akan lebih terasa menyakitkan, jika tidak tahu lagi bagaimana cara mengalirkan rasa menyesakkan itu.


Menulis.

Tuliskan apa yang mengganjal juga bisa menjadi salah satu penyelesaian. Bilapun dia tidak bisa menyelesaikan secara terlihat, setidaknya kita masih bisa menyalurkan gundahnya hati. Bila sudah puas menuliskannya, biasanya kita akan bisa membacanya kembali, jika patut untuk disimpan ya,…disimpan, namun, jika tidak, yaa…di buang atau hapus saja. Ketika dijadikan kenangan, nanti bisa menjadi bahan untuk menertawakan diri sendiri, lalu bergumam “ternyata dulu saya secupu itu”. Pernah gak?


Mandi, luluran, bersih-bersih, makan atau masak.

 Salah satu dari kegiatan itu adalah kegiatan yang menyegarkan tubuh, jika tubuh sudah rileks, biasanya pikiran pun ikut merasakan kesegaran. Apalagi ditambah, badan segar dan perut kenyang, yang awalnya seperti melayang-layang karena banyaknya yang dipikirkan sesuah melakukan kegiatan itu rasanya seperti menapak bumi kembali.


Shalat dan membaca Al-Quran.

Kembali bersujud, bertaubat dan membaca ayatNya itu adalah obat paling ajaib, minta kepada pemilik semesta agar dikuatkan hati dan diberi penyelesaian yang terbaik.

 

Sekian dulu yaa…semoga bermanfaat, kira-kira kalian bagaimana mengobati diri ketika ada masalah yang menghampiri? 


                                        

cemburu


Wanita yang melukai perasaanku 9 tahun lalu datang,

Seolah membuka kembali memori yang sudah kusimpan rapat.

Dia yang belum bisa melepasmu dengan sepenuh hati

Sering mnghantui hati dan pikiraanku.   

Aku tak takut kehilanganmu sayang.

Karena aku tahu, kau bukanlah milikku.

Karena tak hanya perempuan yang bisa merenggutmu dariku.

Nantinya Tuhan yang akan memanggilmu.

Dan kau akan hilang dari pandanganku.

Namun, jika wanita itu yang merebutmu, aku takut sedari dulu.

Aku tak rela.

Wanita itu datang ketika pernikahan kita masih berusia minggu.

Dan kini dia berani mendatangimu tepat di 3 minggu lagi peringatan ke 9 tahun kebersamaan kita.

Awalnya, aku tak memahami apa perasaan ini. Dan akhirnya aku paham sekarang.

Aku cemburu.

Aku tetap tidak mau menemuinya, bukan karena aku tidak menghormatimu.

Tapi, aku tidak suka dengan cara wanita itu berusaha mendekat ke keluarga kecil kita.

Persetan dengan alasan silaturrahim.

Semoga dia paham akan sikapku sekarang.

Aku tak berkenan beramah tamah dengannya.

Kali ini mungkin aku bisa diam dan bersikap begini.

Tapi, tidak untuk yang lain hari.

Memaknai kehidupan

                                       

                                          picture: google

            Beberapa hari yang lalu menonton podcast the sungkar family, tentag cerita mereka di masa kecil dan segala tingkah polah mereka juga jungkir baliknya keluarga mereka menjalani kehidupan, dikarenakan mereka adalah anak artis yang sebagian besar dari kita semua pasti menilai, hidupnya selalu berada di atas, berkecukupan bahkan bisa bermewah-mewah, nyatanya, mereka juga melawati masa “gelap” dalam kehidupan mereka. Namun, bukan itu poin yang akan saya ungkapkan. Saya lebih focus pada pengalaman mereka berjuang dari nol lalu menjadi 100 lalu jungkir balik lagi ke angka 0 terus ke 100 kembali. Terutama kenangan yang diungkap oleh kia sebagai anak pertama.



            Kia melihat sendiri dan mengingat semua kenangan pahit yang dialami orngtuanya, dari diacuhkan ketika meminta bantuan ataupun di rendahkan oleh orang yang masih kategori keluarganya. Rasanya pasti sangat menyakitkan. Walau tidak bisa focus ke hal yang kurang enak aja ya… masih banyak kenangan yang membahagiakan bisa tercipta tanpa mengingat yang kurang enak untuk di kenang.

            Menciptakan rasa bahagia ketika mengingat masa kecil adalah hal yang sangat lumrah. Untuk mengingat kembali apa yang ada dalam pikiran kita  itu akan menjadi hal yang sangat membahagiakan. Jangan di tanya bagian mana yang membuat kita berkecil hati karena kenangan yang mengganggu, dankenangan semasa kecil sangatlah indah. Kita bisa bebas lepas, tanpa beban pikiran dan kehidupan. Memori apa saja yang bisa diingat ketika masa itu masih menari-nari di dalam pikiran kitaa.

1.     Memori bermain dengan teman seumuran.

Anak kelahiran tahun 90-an pasti tidak asing dengan main lompat tali, congklak, kain karet, perang-perangan, layang-layang, gobaak sodor dan banyak lagi. Bermain hingga dipanggil ibu untuk berhenti dan beistirahat. Sempat gak sih menjalani 1 permainan yang paling membuat terkenang? Kalau saya peribadi ada, mainin tanah liat yang bisa dibentuk menjadi bala tentara, di pakaikan baju dari kertas rokok yang sudah dimodifikasi menjadi pakaian-pakaian bala tentara itu, plus membentuk movil-mobil dan alat perangnya dengan biaya yang sangat minim pastinyaa, mengulik daya kreatifitas, mendaur ulang bahan-bahan yang sudah ada, tanah liat ini, jika di analogikan pada mainan anak sekarang itu adalah plastisin dan slime. Belum lagi, ketika main BP boneka kertas warna warni yang bajunya bisa diganti dengan hanya mencantolkan dari kerah baju kertas ke leher si boneka kertas. Dan bermain masak-masakan yang mendekati nyata. Misal: membuat mie dari daun kepompong yang sudah digulung lalu di potong-potong. Ah indahnya.

 

                                            picture: google

 2.     Memori semasa sekolah.

Belajar di sekolah, bermain dan bertengkar sudah menjadi bumbu keseharian di sekolah, jangan ditanya bagaimana menceritakannya. Dan poin yang akan saya tekankan adalah: ketika mengingat masa sekolah, ingat juga jasa guru-guru kita. Jangan abai dalam mengingat jasa mereka, sebab bisa jadi dengan kita mengingat dan berusaha untuk silaturrahim dengan mereka, hidup kita semakin baik dan lancar. 

picture: google

3.     Memori dengan orangtua. 

picture: pinterest

Kalau memori yang satu ini tidak bisa kita hilangnya yaa…, mana mungkin juga dihilangkan, dikarenakan banyak hal yang bisa kita aplikasikan ketika kita dewasa. Terlepas ada kenangaan manis ataupun kenangan pahit yang selalu melayang di alam bawah sadar kita, itu semua bisa di ambil pelajaran.

 

4.     Pahitnya kenangan menyakitkan.

Terkadang ada masanya dimana kita mengingat ada orang-orang yang berani merendahkan orangtua kita sendiri di depan anaknyaa. Dikarenakan si anak masih kecil, lalu orang bisa seenaknya saja mengataakan yang kurang baik. Padahal anak dapat memahami dan mungkin mengingatnya hingga ia dewasa, belum lagi berbagai macam cibiran yang dilakukaan orang dewasa (waktu itu). Sakit banget jika teringat masa tidak meyenangkan itu, memberanikan diri untuk mengungkaapkan rasaa “Dendam” itu sangatlah campur aduk rasanya, tidak berani menyampaikaan, namun tetanam dalam diri rasa kesalnya. Walau, lebih baik di ungkapkan saja ya.


                    picture: google

 5.     Efek yang berpengaruh terhadap masa dewasa.

Apapun kenyataan manis dan pahit yang sudah terlewati semasa kita kecil bisa menjadi cambuk luar biasa untuk kita agar selalu berlaku baik terhadap siapapun, ketika dewasa kita bisa lebih berhati-hati dalam bersikap dan selalu mempercayai, bahwa ada hukum “jungkir balik” dalam kehidupan, mungkin kita dulu berada di posisi di bawah, karena Allah anggap kita maampu bertahan dengan posisi tersebut dan lagi kita bisa berjuang menghadapi kenyataan, istilahnya jiwa kita siap dengan perjalanan kehidupan yang kita jaalani.

Kenangan manis kita juga bisa pertahankan untuk generasi kita selanjutnya juga menjadi bahan cerita ke anak cucu, dengan harapan mereka pun bisa mendapat pelajaran dan meneruskan kebaikan-kebaikan yang sudah tercipta.

                                        picture: pinterest

 

 

Rabby Radhiya.

Tanggul, 8 septermber 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...