Melihat Komunikasi Sehat Mertua-Menantu Ala Dewi Yull Dan Merdi Octavia

 

Sumber : Pribadi

Ramai sekali di tiktok pembahasan tentang podcast Nikita Willy dengan Dewi Yull dan menantu beliau, Merdi Octavia. Walau sebelumnya saya termasuk yang senang dengan beberapa konten kebersamaan mereka di Instagram. Bahkan sebenarnya Merdi lebih sering membagi kebersamaan dengan suami serta anak-anaknya daripada dengan Dewi Yull. Walau akhirnya saya paham kenapa Merdi membuat konten tentang kekompakannya dengan Dewi Yull memang karena ingin mengedukasi masyarakat tentang kedekatan menantu dan mertua yang selama ini menjadi momok cukup menegangkan hahaha

Di podcast tersebut Niki menampakkan gesture sebagai pendengar yang baik. Karena penyampaian dewi yull sendiri sangat informatif. Saya sendiri ketika mendengarkan podcast tersebut malah sambil memasak. hahaha

Malah entah kenpa ketika mendengarkan paparan Dewi Yull dan Merdi membuat senyam-senyum karena tersanjung sendiri. Padahal bukan saya yang menjalani. Setiap pemaparan dewi yull selalu membuat saya berbisik “nanti sikapku sebagai mertua harus seperti beliau sih, anak, menantu dan cucu harus betah dekat dengan aku” karena pemaparan Merdi juga seperti bangga banget kepada Ibu mertuanya.

Kebanyakan, bahkan mungkin saya sendiri. Masih sedikit memaksakan titik nyaman terhadap Ibu mertua. Apalagi keluarga besar suami. Jika di titik beratkan kepada diri sendiri ya…jauh panggang dari api hahaha masih lebih banyak mangkelnya. Padahal ibu mertua saya sudah baik banget kepada saya. dan saya sebagai menantu masih banyk banget kurangnya. Namanya manusia ya…pasti kebanyakan mau ya.. haha

Ketika Niki bertanya tentang “kan sempat nih 1 rumah. Bagaimana komunikasi kalian selama ini? Biasanya pada cerita orang-orang kan pada tidak nyaman jika tinggal Bersama dengan mertuanya?” lalu dengan bangga merdi menjawab “kalau di aku, justru aku pindah karena udah terlalu nyaman di rumah Ibu. Menurutku, dulu jika aku terus begini malah tidak baik untuk aku dan rumah tangga kami nantinya. Khwatirnya malah membuatku kurang mandiri. Padahal ibu gak pernah ngatur sih kak. Tapi aku khawtir malah aku yang gak ada kemajuan tentang kemandirian. Kan kurang baik ya…dalam rumah tangga ada 2 kepala”

Sumber: Pribadi

Ah, ketika mendengar itu malah hati saya yang menghangat. Kebanyakan seorang istri itu pasti akan menomor satukan dirinya terlebih dahulu daripada si kepala rumah tangga. Istilahnya “tidak ingin ada 2 ratu dalam rumah” sangatlah akrab dengan pandangan-pandangan itu. Merdi malah tiak menomor satukan dirinya. Tapi lebih menjaga wibawa si suami terlbih dahulu. Saya menyimpulkan, merdi pasti merasa sangat dicintai dan selesai dengan semua lika-liku rumah tangganya. Karena memang ia di bebaskan dalam berekspresi dan berkembang selama ini.

Tapi, yang semakin membuat kagm adalah ketika Dewi Yull menimpali pertanyaan Nikita Willy “kalau Ibu bagaimana?” Dewi Yull menjawab “kalau aku sebenarnya membebaskan. Toh ketika memutuskan tinggal bersama kami karena kondisi yang tidak memungkinkan Merdi dan Rama menghadapi sendiri karena  masa kehamilan Merdi yang cukup sulit pada saat itu. Tapi soal cucu dan aku sudah nyaman dengan rutinitas yang sudah terlanjur tercipta itulah pemicu kesedihannya” ah,pemaparannya sangatlah membuat hati menghangat. Ada paham dan respect yang cukup kuat pada keluarga mereka.

Semua penyampaian Dewi Yull, Merdi dan nikita willy ini tuh membuat saya memiliki kesimpulan:

1.     Banyak-banyaklah belajar tentang pola asuh dan komunikasi dengan suami, anak dan ingin hidup dengan alur rumah tangga seperti apa.

2.     Penerimaan tentang sebuah perbedaan zaman.  Janga egois Sebagai orang tua dn yang lebih lama menjalani kehidupan. Karena segalanya itu bergerak dan pasti mengalami kemajuan.

3.     Lapang dada terhadap segla hal yang terjadi dalam kehidupan. Mungkin jika hal tersebut tidak kita lewati, mungkin kita tidak akan memahami soal kehidupan.

4.     Banyak-banyak meminta pertolongan kepada Allah. Terutama soal kekuatan iman anak-anak kita. Do’akan mereka stulus dan sesering mungkin. Minta takdir yang terbaik untuk anak cucu kita.

    Sepertiya hanya itu saja ya.. kalau ingin lebih jelasnya silakan tonton aja di channel youtube Nikita Willy disini.


5 komentar:

  1. Masyaallah terima kasih banyak kak atas sharing positifnya. Sangat membantu untuk yang masih perlu adaptasi dan mengakrabkan diri dengan mertua.

    BalasHapus
  2. Seandainya semua ibu mertua sebaik Dewi Yull ya. Tapi sebenarnya ibu mertua tuh sayang, cuma cara mengungkapkannya beda-beda dan cara komunikasinya beda-beda, ini yang memicu konflik.

    BalasHapus
  3. Aaah memang mertua idaman itu adalah mertua yang tidak ikut campur urusan keluarga anaknya. Bijak banget Dewi Yull sampai menantunya kelewat nyaman di rumah mertua

    BalasHapus
  4. Kedekatan menantu dan mertua seperti ini apalagi oleh public figure dapat menjadi contoh dimasyarakat kita.

    BalasHapus
  5. Menurut saya Bunda Dèwi Yull adalah sosok ibu mertua idaman yang sangat memahami kebutuhan dan perasaan anak-anaknya. Demikian pula dengan Nikita Willy, meskipun beliau ibu muda tetapi pemikirannya sangat bijaksana.

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...