![]() |
| Sumber: Pinterest |
Tidak ada hal yang sangat istimewa dalam diri ini. Tapi jika kepala sudah terlanjur berisik pasti akan menghasilkan sikap yang jauh dari kata baik. Hampir semua bentuk tulisan saya pastilah sebatas curhatan yang tidak ada ujungnya. Tapi mohon maklum ya..inilah cara saya “berobat”
Saya tidak meminta untuk
di pedulikan, toh yang saya tulis ini hanya Sebagian kecil dari berbagai macam
step kehidupan yang saya lewati. Mungkin jika di tuliskan butuh banyak sekali kosa-kata
yang tidak ada habisnya jika berhubungan dengan curhat. Karena saya memiliki
asam lambung yang cukup parah dan mudah sekali terganggu ketika kepala berisik.
Jika sudah terganggu
dengan banyaknya pikiran yang tak kunjung di alirkan, maka akan menciptakan
sakit perut dan memakan waktu yang cukup lama. Jika kalian bosan dengan
pembukaan tulisan ini. Kalian sangat di perkenankan untuk skip tulisan saya
ini, ataupun tulisan saya selanjutnya.
Mengapa mudah sekali
terganggu dengan beberapa macam “tekanan”? karena ada banyak masalah yang tidak
kunjung saya selesaikan dari dulu dan mengapa saya memahami ini? Banyak belajar
dari beberapa pengalaman orang lain adalah kunci yang selalu saya pegang.
Sumber: Pinterest
Bukan mendiagnosa
sendiri, namun, nyatnya yang saya alami sudah beberapa kali saya periksa ke
ahli. O..iya, terakhir saya periksa ke dokter tentang asam lambung saya di
dokter umum hingga periksa jantung karena ada nyeri yang sangat menakutkan.
Saya paham kok, semakin
saya mencari tau malah akan menjadi boomerang yang akan “membunuh” saya. namun,
begitu saya mendalami ilmu tersebut, saya semakin paham akan tubuh saya
sendiri. Jadi tidak melibatkan orang lain lagi dalam memahami diri sendiri.
Saya percaya dengan alarm
tubuh yang semakin hari malah makin peka dengan beberapa macam keluhannya. Saya
mencari tau pun bukan pada banyaknya literasi yang asal-asalan. Bukan saya
banget sebenarnya, karena saya butuh banyak ahli dalam menjelaskan beberapa hal
yang berhubungan dengan kesehtan saya sendiri.
Kembali kepada trauma
yang tak kunjung sembuh dan berkesinambungan dengan sakit asam lambung itu. Ternyata
ketika di runut kembali, saya memang terlalu dalam memikirkan banyak hal. Apakah
saya selama ini menyalahkan banyak pihak? PASTI!
Banyak orang saya
salahkan selama ini. Sakit hati sendiri. Validasi sendiri dengan banyaknya
belajar dan memang haru banyak berdamai dengan kejadian-kejadian yang sudah
terlanjur di lewati malah semakin membuat banyak introspeksi diri. Bahkan saya
pernah berani menyalahkan Allah atas segala hal yang telah di tuliskan.
Sudah sampai di tahap itulah
kepala saya membisikkan yang tidak ada ujungnya. Kadang-kadang ada distraksi
karena beberapa aktifitas rumah tangga yang menumpuk dan banyaknya. Jika ada
yang bertanya kenapa tidak membagi berisiknya kepala kepada suami? Ah, suami
saya sudah tau apa poin berisiknya. Tapi yang bisa menyembuhkannya hanya diri
ssaya sendiri.
Hai, hanya diri sendiri
yang bisa menyelesaikan, mereka yang ada di ekatmu pati akan selalu menglirkan
cinta dan sayang yang tidak ada habisnya. Namun, ketika kau tidak memiliki tekad
yang kuat. Bagaimana sembuhmu menghampiri? Jangan siksa diri sendiri ya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar