Membangun "Bonding" Dalam Keluarga. Bermula Dari Komunikasi Yang Sehat.

 Hari berganti hari, setiap kita memang selalu di anugerahi berbagai macam pola kehidupan. Ada sedih yang di lengkapi dengan kebahagiaan. Begitu juga sebaliknya. Tapi, ketika sadar bahwa semua hal yang akan kita lewati pasti membuahkan pelajaran yang banyak makna dan efek dalam kehidupan. Yakini saja bahwa hidup kita sudah di atur sedemikian rupa oleh Sang pencipta. Bahkan daun yang jatuh pun atas izin dariNya. Jadi mau apa yang ditakutkan?

Seperti halnya saya, yang hampir seperti orang gila dalam menghadapi permasalahan. Bahkan permasalahan yang mungkin menurut sebagian orang sangat receh pun bisa membuat saya sangat uring-uringan menghadapinya. Jiwa ini seperti tidak terima mengapa harus diberi permasalahan yang menurut hati  pasti tidak akan ada penyelesain.

Permasalahan Rumah Tangga yang semakin kompleks, padahal bisa diselesaikan hanya dengan lebih banyak berbicara dari hati ke hati dengan pasangan saja, bisa menimbulkan sensitifitas tinggi dalam menjalani hari. Memang yang berhubungan dengan perasaan seperti tidak ada penyelesaiannya, karena membuat gairah beraktivitas harian menjadi carut marut. Semangat itu kalah oleh pikiran dan hati yang sedang tidak stabil.

Bu, Tidak ada yang namanya “pria bisa memahami dengan sendirinya” seperti halnya kita sebagai wanita. Yaps, laki-laki memang memiliki sensifitas yang sangat rendah. Bukan kemauan mereka, namun, memang fitrah mereka seperti itu. Kita sebagai perempuan yang seharusnya memberi pengertian sekaligus pemahaman kepada mereka, apalagi kebanyakan perempuan pasti lebih banyak “kepo” walau bisa lebih di sederhanakan menjadi peduli dengan hal yang paling kecil sekalipun.

Sumber: Pinterest

Laki-laki tidak memiliki fitrah sensitifitas itu. Makanya memang lebih baik kita memberi tahunya, agar mereka paham dan bisa berkomunikasi. Tidak perlu lah pakai cara sindiran dengan harapan “dia akan memahami”.  Jika waktunya tepat sampaikan saja secara langsung, mungkin nantinya akan menemukan solusi dan bisa membangun komunikasi dan kedekatan yang lebih baik lagi.

Toh, kita semua mengetahui bahwa berdiskusi biasanya akan menghasilkan solusi-solusi yang tidak bisa di anggap remeh datangnya darimana, apalagi jika sama-sama tenang ketika memebicarkan beberapa hal. Solusi kan segera datang. Dan bisa juga menjadi pelajaran untuk membudayakan diskusi dalam keluarga dengan harapan kebiasaan itu akan mengakar hingga ke anak cucu, agar kelekatan dalam berkeluarga semakin terjalin dengan bahagia.

Apalagi pada era sekarang, informasi tentang berkomuikasi dengan keluarga menjadi hal yang sangat mudah di cari. Belum lagi informasi tentang efek apa yang terjadi jika komunikasi itu tidak terjalin dengan baik. Agaknya dengan adanya informasi-informasi itu akan menjadikan kita orang-orang yang selalu ingin berbenah.

Sumber: Pinterest


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...