![]() |
| Sumber: Pinterest |
Kali ini runutan yang mungkin tidak akan kalian baca hingga habis. Sekali lagi maafkan saya sudah berkali-kali curhat yang tiada habisnya. Silakan skip dan hentikan hingga paragraf ini saja.
Menghabiskan waktu dengan
berdamai itu tiada ada habisnya jika memang diniatkan untuk berubah, bukan mau
saya untuk menjadi seperti ini. Saya sedang “sakit” dengan diagnosa yang tidak
ada habisnya dan selalu di nyatakan dengan kata sehat yang tidak sesuai dengan
keinginan saya.
Kenapa? Bukannya di
nyatakan sehat itu adalah anugerah. Namun, tidak untuk saya yang mengalami ini.
Ingin di nyatakan sakit yang lebih spesifik agar fokus pikiran tidak
kemana-mana. Dan fokus ke lain hal yang lebih bisa ada di pikiran dengan
seksama selagi bisa di cari jalan keluarnya.
Berlari pada banyak hal
hanya karena ingin di dengarkan dan di apresiasi saja. Pada beberapa orang yang
saya harapkan. Nyatanya itu tidak di dapatkan barang 1 kalimat pun. Apakah itu bentuk
rasa pamrih? Tidak sama sekali ya… karena ada karakter orang yang memang ingin di beri apresiasi tanpa di beri apapun dalam bentuk fisik.
Gengs, menjadi seseoang
yang sedng Lelah dengan isi kepala itu menjadi hal yang tidak akan bisa di
tuliskan. Validasi semua emosi adalah hal yang paling masuk akal. Kadang-kadang
orang dengan kepala berisik karena banyaknya hal yang menjadi masalah yang
bukan masalah pasti. Mungkin bagi beberapa orang.
![]() |
| Sumber: Pinterest |
Terlalu berpikir pada
banyaak hal yang tiada ujungnya adalah hal terbaik, biarlah menajdi bebannya
sendiri tanpa memikirikan diri sendiri adalah hal keliru. Tapi bagi kaum kepala
berisik menjadikan isi kepala agar lebih tenang adalah hal tersulit. Bahkan bisa
menggapai kata “kagum” dengan mereka yang berusaha jauh lebih tenang.
Memberikan jeda waktu adalah
hal yang paling masuk akal. Mengotakkan isi kepala adalah hal termudah yang
bisa di lakukan oleh kaum kepala berisik. Jika butuh bnayak urutan bahkan
sampai ribuan urutan pun pasti akan di jalani oleh kau mini. Demi membuat damai
isi kepala.
Padahal, jika benar-benar
di sadari, pasti akan berimbas baik untuk diri sendiri. Tapi kebanyakan malah
lebih banyak memilih untuk berdiam diri untuk tidak produktif dan bergerak
malah akan menjadi senjata makan tuan untuk kaum kepala berisik.
Dan lagi, pilihlah semua
hal yang membuat bhagiaa. Jangan terpaku dengan jalan takdir, jika paham bahwa
sedang tidak baik-baik saja carilah solusinya. Biasakan isi kepala yang runyam
itu dengan berbagai macam mengalirkan rasa. Bukankah kita ingin hasil yang
sempurna?
Kebanyakan yang saya
sadari banget. Kaum kepala berisik seperti saya memang ada keinginan untuk
menajadi perfeksionis yang tinggi. Tapi perfeksionis untuk dirinya sendiri saja. Tidak
ingin mengecewakan orang lain lebih tepatnya. Walau sering lupa bahwa dirinya
sendiri harus di utamakan juga.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar