| sumber gambar: pinterest |
“kasian banget mereka bang” kataku singkat, sangking terkejutnya sambil rasa kantukku seperti hilang ditelan bumi.
“iya dek,
apa yang bisa kita bantu ya..”
Ternyata bang
dimas pun peduli dengan hal itu. Memang temanku hanya 1 yang sering sekali
berkomunikasi denganku, bahkan Sheila dan pram sangat sering membantu kami,
terutama ketika salah satu dari anak-anak kami harus di rawat di rumah 1 tahun
yang lalu, mereka langsung menawarkan diri untuk mengasuh akash, selagi aina
berada di rumah sakit.
Banyak hal
lain yang dibantu oleh mereka tidak hanya itu.
“padahal
tadi Sheila baru saja WA aku bang, gara-gara pram sangat berbeda sebulan ini,
sampai tidak pernah pulang, dia khawatir pram punya wanita lain di luar”
“sepenglihatan
abang, pram bukan tipe laki-laki begitu sih dek” bang dimas menimpali
“iya bang,
makanya tadi aku bilang ke Sheila, untuk tidak berprasangka buruk sama suaminya”
“terus kek
mana ya…bang, apa pram ingin kondisinya sekarang kita beritahu ke Sheila ya?”
“nanti abang
tanyaakan lagi pram ya…”
“terus, pram
itu selama ini tidur dimana bang?”
“dirumah
adiknya yang masih lajang dek, itupun dia tidak menyampaikan tentang
kondisinya, karena dia malu”
“ya…Allah,
segera abang tanyakan ya…biar Sheila juga tidak berandai-andai yang tidak jelas”
“insyaAllah,
besok abang langung tanyakan, dan nyampaikan kondisi Sheila juga ya…”
“iya bang”
Tidak lama
kemudian, bang dimas sudah lelap di sampingku. Kupandangi wajahnya yang teduh
itu. Aang adalah suami terbaik, terima kasih sudah bekerja keras untuk kami ya.
Keesokan harinya
Handphoneku bordering,
dan kulihat Sheila yang sedang menelponku.
“dina aku
mau datang ke umahmu ya…aku kangen dengan Aina dan Akash”
“dengan
senang hati”
Karena Sheila
mau datang, perjalanan dia ke rumah kami bisa menghabiskan waktu selama 1,5 jam
lamanya, belum lagi jika diwarnai dengan kemacetan, bisa sampai 2,5 jam di
perjalanan. Jadi aku masih bisa membuatkannya makan dann cemilan-cemilan biar
bisa menjamunya walau tipis tipis.
Tiba-tiba
dia menelponku lagi
“din jangan
siapin apapun ya…aku bawa makanan banyak banget untuk kalian”
Ah,
sahabatku ini memang tidak pernah membuatku repot.
“okey siap!”
Aina dan
Akash aku siapkan mereka agar wangi dan bersih.
Sampai mereka
bertanya “bu, kita mau kemana?” hahaha
“nanti tante
Sheila mau datang, jadi kalian haruss ganteng dan cantik” kataku menimpali
mereka
“yeeeyy!! Ada
tante Sheila” mereka girang
Tak membutuhkaan
waktu lama untuk menunggunya, sepertinya jalanan tidak padat dan lancer jaya
“Assalamualaikuuuumm”
kata Sheila di depan rumah”
“waalaikumsalaaaaam”
jawab kembarku serentak
“iiiih,
tante kangen banget sama kalian, ainda dan akash bagaimana kabarnya?””
“Alhamdulillah
sehat tante, kami pun kangen banget dengan tanteee” seperti biasa Aina pasti
yang paling semangat menjawab dengan suara kanak-kanaknya itu.
“liat tante
bawain apa untuk kalian”
“waaaaa, ada
dinosaurus dan boneka, pasti untuk aina dan akash ya…tante?”
“iya doooong,
yang dino untuk akash, yang boneka untuk aina”
“waaaa, Alhamdulillah”
Sambil mereka
lalu ke kamar tempat mainan mereka
Aku hanya
memperhatikan Sheila yang memakai kacamata hitam yang tidak kunjung dibukanyaa
ketika berbicara dengan kembarku
“hey, apa
kabarmu kawan?” kata Sheila kepadaku yang sejak tadi terdiam
“Alhamdulillah
sehaaat”
“kamu bawain
mainan untuk anak-anak, untuk aku apa?, gembolannya banyak banget begitu, gak ada
yang khusus untuk aku gitu?” cecarku
“ini semua
untukmu din” katanya sambil menyodorkan beberapa gembolannya, kecuali tas warna
biru yang tidak di sosorkannya padaku
“hahahha, Alhamdulillah”
“seneng kamu
kan”
“iya dong”
------
bersambung -----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar