"Tidak ada yang benar-benar sibuk. Jika kamu menjadi prioritasnya, waktu akan dialokasikan untukmu."
nyinyiran guwe
kenapa memilih berjualan buku?
Memilih berkecimpung di dunia penjualan buku.
By: Rabby Radhiya.
Berkecimpung
di dunia literasi, walau belumlah ahli di dalamnya, namun ternyata mendapatkan
ritme tersendiri dalam kehidupan.
Lalu dipertemukanlah saya dengan salah satu tim
direct selling MDS, buku yang paling di kenal adalah “halo balita”
Seneng banget ketika berada di tim tersebut. Karena kami
tak hanya belajar tentang berjualan, namun juga kekeluargaan. Jadi, yang
dibahas terlalu banyak. Bahkan hingga sampai ke dunia skincare juga.
Kenapa
suka dengan buku? Karena memang sadar banget ya...masyarakat Indonesia sangat
minim dengan dunia membaca, apalagi di era sekarang. Padahal sudah banyak
sekali laanan “buku” yang tinggal download secara gratis. Namun tetap saja,
memang pembiasaan itu sehrusnya dimulai dari rumah.
Alasan
klasik kebanyakan orang karena “anak yang belum bisa membaca”. Padahal kebiasaan
membaca itubukan karena bisa membaca terlebih dahulu. Lebih ke di biasakan
sejak dini.
Ilmu
itu di dapat karena membaca, dan berhubung tingkat membaca orang Indonesia itu
jauh diatas rata2 dunia, bagaimana bisa maju Indonesia ini?
Konon,
banyak yang berkreatifitas, namun banyak yang memilih jalan yang instan, dengan
cara copy-paste, plagiat karya orang lain, sudah menjadi habit ya...demi
mendapat “apresiasi”dari orang lain. Padahal jelas caranya salah.
Lalu,
kebanyakan malah membenarkan cara tak bai tersebut. Bagaimana cara
membiasakannya?
Saya
bukan pakar ya... karena sudah banyak sekali orang-orang yang membagikan cara
dan penjelasan dari para pakarnya.
Silahkan, sercing-sercing aja ya...gaes..
Tanggul, 02 february 2021
tentang teman
Tentang teman
By: Rabby Radhiya
Beberapa hari yang lalu, sempat
menonton sebuah film yang berjudul “3 idiot” besutan aamiir khan.
Sebenarnya itu adalah film lama yang
saya tonton lebih dari 3 kali, itupun
ketika beberapa kali setelahnya baru bisa fokus menontonnya dan mampu mengambil
kesimpulan setelahnya.
Dulu tidak bisa fokus karena sibuk
dengan aktifitas lain plus kondisi mata juga tidak mendukung.
Banyak sekali pelajaran yang dapat
diambil. Tak hnya sebagai orangtua, tapi juga ketika memposisikan diri sebagai
teman.
Ketika menjadi orangtua.
1.
Jangan
memaksakan kehendak kita, cita-cita kita kepada anak.
Karena mereka memiliki cita-cita
lain yang tidak bisa kita paksakan. Mereka memang anak-anak kita, namun
merekabuknlah milik kita, mereka hany dititipkan. Selebihnya, kita menjalankn
amanah yang Allah beri dengan cara mendidiknya.
“tapi ada koq, anak-anak yang bisa
mengikuti keinginan orangtuanya”
Benar, memang ada, tapi berapa
persen sih? Dan itu semua terjadi biasanya karena ada pendekatan emosional yang
baik ntar anak dan orangtuanya.
Dan, biasanya pu ketika orangtua
dapat melakukan bonding tsb. Mereka malh lebih memilih “kebahagiaan” si anak.
Anak dengan cita-citanya, dan kita
hanya bagian mendidik dan mendukungnya.
2.
Jadilah
sahabat anak kita dan menjadi sahabat teman-temannya.
Jangan tuntut anak dengan tuntutan
yang macam-macam. Misal: memberi perintah pada mereka untuk memilih teman yang
baik, tanpa memberikan contoh yang akurat. Betapa banyak orangtua yang melkukan
hal ini? Itu dikarenakan anak tidak memenuhi “karakter yang baik” menurut
orangtuanya. Padahal, anak memiliki hak untuk memilih teman yang klop sesuai
dengan keinginannya. Mungkin tidak sesuai dengan keinginan orangtua, namun, ada
yng lebih bijak yang mungkin bisa dilakukan orangtuanya, yaitu, mendekati
mereka secara emosional.
Dan, jika ternyata di teman memiliki
efek negative kepada si anak, alangkah lebih baiknya jika menanyakan secara hati
dan pikiran yang dewasa “kenapa dengan dia bisa nyaman? Apa yang membuat
nyaman, dan apakah ayah bunda dapat menggantikannya” pastinya harus dengan
alasan yang masuk akal menurutnya.
Kenapa? Sebenarnya hanya orangtuanya
yang dapat memahami mereka.
3.
Berusahalah
untuk menjadi orangtua yang mampu mengikuti zaman.
Kita hidup dengan anak-anak kita
sudah lengkap dengan perbedaan zaman, seharusnya, orangtua mampu menguasai itu.
jangan paksakan gaya orangtua kita dulu kepada diri kita, karena, mereka tak
memahami, dan merkea juga mendapatinya dr orangtuanya.
Belajarlah untuk mengolah itu
semua,berempatilah, jika kita dulu tidak suka diperlakukan dengan cara
negative, begitu juga anak-anak kita. Berusahalan untuk memperbaikinya.
Tanggul, 29 januari 2021
Emosi yang harus tersalurkan
Emosi yang harus tersalurkan
By: Rabby Radhiya
Tanggul, 20
januari 2021
Kadang-kadang
bahkan termasuk sangat sering melakukan.
Tanpa sadar
melukai hati seseorang dan itu sangat terasa biasa, karena memang sangat berada
dipuncak amarah, dan itu bukan bermaksud untuk membenci. Tidak sama sekali,
karena memang selama ini tidak memiliki tempat menyalurkan amarah yang
tersimpan.
Apakah tersadar
bahwa itu semua telah menyakiti perasaan? Sangat menyadarinya.
Namun,
tolong dimaafkan.
Seperti melakukan
kebiasaan karena tersingkir, tanpa perhatian setiap harinya, sering merasa
sendiri, tapi mengobati luka hati dengan cara sendiri.
Jangan tanya
bagaimana rasanya, karena yang dapat merasakan hanya yang sedang merasakannya
saja.
Bagaimana
mengobati luka hati itu? tidak ada tips yang sempurna dan setiap orang meiliki
caranya sendiri menganggap hal penting begitu menjadi hal biasa saja.
Hidup dengan
pasangan itu bertahun lamanya, menghabiskan sisa usia, bahkan kehidupannya
biasa lebih lama daripada ia menjalani kehidupan dengan orangtuanya. Lalu, apa
yang bisa diperbuat? Gak ada yang bagaimana sebenarnya, cukup
mengajaknya bersahabat.
Sahabat tak
memiliki rahasia yang tersembunyi, kecuali jika itu memang harus disembunyikan.
Bagaimana kau
bisa hidup dengan orang selama sisa hidupmu, namun, hanya sebagai pabrik untukmu
menyalurkan gairah sex dan “mengadakan” anak saja. Lalu, semua hal penting yang
harusnya kau sadari sejak kau bersumpah membersamainya dengan sumpah seluruh
langit serta isinya dan kau hanya membiarkan posisi dia di kehdupanmu.
Hidup tak
semudah itu, teman yang membersamaimu itu butuh diberi kamar khusus dihatimu,
tak sebatas kau tak menyakiti hati dan perasaannya, namun, jadikan ia sangat
penting dlam kehidupanmu, jika ia tidak ada didekatmu kau kan merasa
kehilangan.
Kenapa harus
menjadikannya sahabat? Karena disadari atau tidak, sahabat itu adalah yang
paling paham dengan kebersamaan, dan biasanya bisa saling memahami tanpa
bertanya, dan ketika membincangkannya tidak ada rasa canggung diantara
keduanya.
Orang yang
akan menghabiskan sisa usianya denganmu tidak akan merasa terasingkan, jika
kita mampu untuk menghargainya.
Teman ataupun
sahabat yang memiliki intensitas waktu pertemuan saja bisa memiliki problema
yang tak terkatakan, konon lagi dalam rumah tangga. Yang 24 jam bisa selalu
bertemu, jika tidak memiliki konsistensi dalam bercengkrama yang lebih
bersahabat, mana mungkin bisa saling bertahan.
Jikapun bertahan
bisa jadi karena sebatas mempertahankan kehidupan karena anak-anak yang harus
memiliki figur orangtua.
Dan, figure
semacam apa yang harus kita hadiahkn untuk mereka? Jika orangtuanya hanya
memliki waktu bercengkrama kecuali ketika emosi saja.
Dan, semua
hal tentang pernikahan, akan terasa hambar dan pahit. Dikarenakan tidak adanya
saling pengertian didalamnya, menuntut tanpa bisa memberi yang terbaik. Dan dimohonkan
untuk mengungkapkan “tuntutan”.
Tuntutan bukan
dalam hal yang memberatkan sebenarnya, lebih ke keinginan memberikan hal yang
terbaik untuk saling membahagiakan.
Ungkapkan yang
kau sukai dan tidak disukai untuk perjalanan kebersamaan masa depan kita.
mom, kau istimewa
istimewa dimata buah hatimu,
korelasi antara korupsi dan pola asuh
Indonesia sedang marak-maraknya kasus korupsi yang baru saja terbongkar, sebenarnya kasus korupsi bukan suatu hal yang baru ya....
sudah menjadi hal lumrah didengar, padahal cukup membuat kita semua marah akan hal ini, seperti terkhianati, karena orang-orang yang hanya memedulikan kepentingan pribadinya. tanpa melihat ke sekitarnya.
setelah ditelisik agaknya ada yang salah dengan hal ini, karena perilaku tak terpuji ini pasti ada sebab musabbabnya, mungkin dari pola asuh juga
akhirnya saya berinisiatif untuk mencari tau (karena saya sadar, ilmu saya tak mumpuni)
yaps, kembli ke pola asuh.
saya baca di website IDN TIMES
ada banyak sebab orang lain sampai tega melkukan hal tak terpuji dikarenakan mindset sejak dini.
ada beberapa kesalahan dalam mendidik anak yang memicu tindakan tak terpuji untuk masa depannya.
1. selalu membenarkan kesalahan anak.
walau terlihat sepele, misal ketika anak diganggu oleh orang dewasa yang membuat dia kesal, namun biasanya anak kecil tidak bisa mngelak layaknya orang dewasa,
nah, dsini peran orangtua sangatlah penting, terkadang yang lebih besar juga melakukan hal yang tidak disukai anak dipicu oleh anak yang usil terlebih dahulu ataupundia belajar dari perlakuan org dewasa, sehingga dijiplak sempurna.
namun, kita tidak bisa membenarkan juga sikap anak. walau itu juga kesalahan yang lebih besar usianya.
karena anak juga melakukan kesalahan, jadi bersikaplah fair dalam menyikapi.
agar anak belajar untuk menydari bahwa dia juga salah.
2. membiarkan anak bersikap egois
bermain dengan anak seusianya ataupun saudaranya adalah hal yang lumrah jika anak-anak berebut mainan. sebagai orang dewasa, sudah jadi kewajiban ya..untuk melerai mereka dan memberikan pengertian bahwasannya harus berbagi mainan dengan kawnnya. sayangnya, karena sudah setiap hari melihat kelakukan mereka seperti itu kita pun mulai kelelahan dan membiarkannya saja sampai teman atau saudaranya menangis.
hal tersebut membuat dirinya menjadi egois. kenapa? krena ia belajar bahwasannya hal terpenting adalah yang sesua dengan keinginannya saja tanpa ingin berbagi dengan orang lain dan dia tidak akan peduli jika tindakannya itu telah membuat orang lain sedih.
dengan kata lain, anak tidak akan belajar untuk berbagi. ia tidak belajar bahwa yang terpenting bukan mainannya, namun, kebersamaannya jadi semuanya dapat bahagia bermain bersama.
3. terlalu berorientasi pada hasil tanpa memperhatikan proses.
tindakan ini dapat memicu anak untuk melakukan segala cara, termasuk mencontek. agar dia mendapatkan hasil yang terbaik versi nilai.
4. menanmkan bahwa uang adalah segalanya.
uang memang diperlukan untuk menyambung kehidupan, karena bagaimanapun untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri saja membutuhkan uang.
bahkan untuk sedekah saja kita membutuhkan uang. ya, materi memang penting dalam kehidupan,
meski demikian, kita perlu hati-hati dalam menanamkan konsep uang pada anak. jangan sampai anak menganggap uang adalah segalanya dan menjadikan uang adalah sumber kebahagiaan, karena, hal ini mengakibatkan anak akan menangkap uang adalah syarat mutlak pemberi kebahagiaan, padahal, uang adalah media dalam mewujudkan kebahagiaan baik untuk diri sendiri ataupun sesama.
5. tidak dapat menjadi teladan INTEGRITAS
kita semua sih sudah paham ya.. anak adalah perekam ulung, semua hal bisadi kopi-paste oleh mereka, makanya kita dituntut untuk membiasakan contoh yang baik dalam mendidik mereka.
agaknya hal-hal integritas sudah dikupas tuntas oleh sali dan saliha nih...
dimana lagi? HALO BALITA dong heuheuheuehueh
maslahat sesama
"saya senang pada bambu itu, namun, jika ia telah mengganggu kemaslahatan bersama saya akan membongkarnya"
begitulah kalimat yang saya dengar ketika duduk bersama di sore hari sekitar setahun yang lalu. jangan ditanya, saya takjub dengan kalimat itu.
tidak banyak orang dapat melakukan itu. ketika dia mencintai dan da juga mampu berkorban mengenyampingkan yang dia cintai itu, demi kemaslahatan bersama.
ya..mungkin juga saya termasuk didalamnya.
-jika itu menggaggu kenyamananku sebagai orang yang hidup, dan orang tak memahami kebutuhanku, buat apa aku capek2 untuk berkorban, toh org lain tak memahamiku sepenuhnya-
tau banget kan, jika ada orang yang bisa mengungkapkan begitu, berarti dia bener2egois terhadap sekitarnya. maunya hanya senyamannya dia, tanpa mikir bagaimana orang lain menghadapinya.
belajarlah agar tak egois
wallahu a'lam.
Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?
Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...
-
Beberapa hari terakhir saya selalu memperhatikan beberapa postingan pada TikTok. Karena sering sekali lewat pada FYP di beranda saya. hin...
-
Siang ini saya sudah menangis bombay karena mendengar cerita ust Luqmanul hakim pada sebuah potongan video yang di unggah oleh salahsatu a...
-
Ada kalanya semua hal yang terjadi di dunia ini memang ada sangkut paut yang mendekatkan kita kepada hal tersebut. Entah sebelum hal itu bel...
