Aku Tidak Terlambat, Aku Sedang Diproses

 Tidak ada yang salam dengan aku. Aku cuma sedang diproses.

Akhirnya aku paham satu hal: hidup ini bukan soal cepat-cepat sembuh, tapi soal siap menerima proses. Semua terjadi sesuai waktu yang Allah tentukan, bukan waktu yang aku mau.

Nyaman yang selama ini aku kejar ternyata bukan sesuatu yang instan. Butuh waktu, butuh keberanian, bahkan butuh bantuan medis untuk menurunkan kecemasan yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Dan jujur, itu bukan hal yang mudah untuk diterima.

Aku sempat merasa gagal. Merasa lemah. Merasa terlalu bergantung pada obat, seakan menduakan Tuhan. Tapi perlahan aku sadar, ikhtiar tidak pernah bertentangan dengan iman. Justru ini bagian dari cara Allah mengajarkan aku tentang merawat diri.

“Memang sudah waktunya,” kalimat ini jadi pegangan. Karena ternyata, tenang itu bukan datang dari luar, tapi dari keberanian untuk berhenti melawan keadaan.

Kalau kamu sedang di fase lelah, cemas, atau merasa tertinggal—mungkin bukan kamu yang terlambat. Bisa jadi kamu sedang diproses. Dan proses itu valid.

Bergeraklah. Cari cara. Baca, belajar, terapi, menulis, berdoa. Apa pun itu—asal kamu tidak diam di tempat yang menyakitimu.

Karena healing itu bukan soal estetik, tapi soal konsisten bertahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...