Tiba-tiba sja ingin menulis alasan saya ingin menggeluti dunia kepenulisan, ternyata akhir-akhir ini sering teringat pesan umi dulu Ketika saya suka sekali ngotak ngatik computer di rumah, belum lagi sudah beberapa buku curhat saya “ciptakan” Ketika masa sekolah SMP dan SMA yang gak tau sudah ada dimana jejaknya
Ngotak ngatik computer itu
karena saya suka sekali membuat slideshow tentang apapun yang saya suka. Ternyata
slide yang saya buat dulu pernah dijadikan materi mengajar umi, gak tau juga apa
yang umi sampaikan dulu.
Kalau tentang nulis di
buku curhat itu. Memang karena bingung saja melarikan berisik kepala kepada siapa.
Ternyata baru saya sadari, suka kepikiran ini itu sejak saya sekolah, mungkin
juga sejak kecil. Tapi sering susah percaya dengan orang lain jadi memilih
untuk menggotong buku tersebut kemanapun saya ingin mendudukkan diri.
![]() |
| sumber: Pinterest |
Sampe saya terpikir, kenapa dulu saya pemikir banget sih? Apa yang membuat pikiran seberat itu, bahkan untuk berfantasi pun saya tidak mampu. Endingnya malah menjadikan diri menajadi super serius dalam menanggapi segala hal. Susah di ajakin guyon walau dalam hati sangat ingin sekali. Nah, mungkin itulah salahsatu hal yang membuat saya lebih senang menyendiri daripada bergabung dengan orang lain, karena banyak yang tidak paham dengan diri saya ataupun memang saya yang tidak se asyik itu sebagai seorang teman.
![]() |
| sumber: Pinterest |
Lambat laun saya belajar terus tentang handle diri sendiri, walau butuh waktu bertahun-tahun. Sampe mentok gak mau ngapa-ngapain karena terlalu mudah terdistraksi dengan informasi-informasi terbaru yang berseliweran di media sosial.
Namun, setelah berpikir
cukup lama, saya menemukan ritme yang saya sukai. Terutama setelah setahun “berjuang”
dengan gangguan kecemasa yang saya alami selama ini. Jahara sekali Allah
membalikkan pikiran-pikiran saya sendiri. Dan akhirnya saya sadar banget gangguan
kecemasan itu karena banyak faktor yang menjadi pencetusnya. Terutama susahnya
saya dalam mempercayai orang lain, bahkan suami saya sendiri. Karena takut merepotkan,
belum lagi terkena imbas permasalahan di dunia kerjaan dulu ketika memutuskan
menjadi guru pada salahsatu pesantren.
![]() |
| sumber: pinterest |
Salahsatu terapi yang saya jalankan dalam menerima kondisi kecemasan berlebihan itu. Suami yang menjadi terapis utama. Hanya menyuruh merunutkan sebab kepikiran ataupun pikiran-pikiran liar yang sering “membuat kepala saya berisik”. Pelan-pelan saya coba dan itu luar biasa banyaknya. Mungkin ada seratusan lebih. Lalu, ketika saya menyelesaikan semuanya, baca ulang dan saya ringkas lagi yang paling memberatkan dari hal-hal tersebut seberapa banyaknya.
Ternyata puncaknya hanya
sedikit saja. Kalau ingat ini pasti saya akan tertawa terbahak-bahak. Yaps,
menertawakan diri sendiri yang segitu “aneh”nya. Mungkin bisa menertawakan
karena sudah berdamai dengan semua ini ya.
![]() |
| sumber: Pinterest |
Jadi sekarang bertekad akan menuliskan secara rinci tentang apa yang saya rasakan selama ini. Dengan harapan bisa membuat orang-orang yang mungkin merasakan hal sama seperti saya dan tidak merasa sendirian.
Apakah gangguan kecemasan
itu sudah sembuh? Beluuuum hahahha, tapi sudah bisa menanganinya dengan lebih
tenang, alhamdulillah.
Semoga bermanfaat ya…




Tidak ada komentar:
Posting Komentar