2 hari
lalu pada blog ini saya menuliskan tentang cici, pemilik "Pororo
Shop"disini. karena saya kagum dengan rasa bahagianya dalam memberikan asupan
kepada anaknaya yang mungkin menurut cici sudah sesuai. Bagaimanapun seorang
ibu adalah sosok yang paham dengan anaknya. Saya yang
fokus dengan cara yang di gunakan oleh cici. Ternyata ada yang terlupa jika
menilai dari beberapa aspek yang orang lain lakukan.
Benarlah, ketika
pembicaraan tentang “cara” cici dan farel masuk ke dalam twitter dan ramai
sekali respon yang di berikan masyarakat. Ada yang memberikan repon sama seperti
saya, namun ternyata ada juga yang memberikan respon yang berbeda. Sebenarnya lumrah
saja, karena penilaian orang pada 1 objek yang di pertontonkan pasti akan
menimbulkan berbagai macam spekulasi.
Namun,
nyatanya komentar yang tercipta banyak cibiran. Sebenrnya bukan nyinyiran yang
dalam tahap bullying, beberapa repost ada yang membicarakan tentang tekstur dan
cara yang menurut beberapa ahli seharusnya tidak perlu memakai cara seperti itu
jika cici memahami. Saya langsung mengiyakan karena memang masuk akal.
Teringat kembali
pada beberapa proses memberikan anak makan karena pengalaman yang saya punya
selama ini. Anak-anak akan selera makan sesuai dengan usia dan kebiasaan yang
di ciptakan oleh keluarga. Memang lebih baik menilai dengan penyeimbangan
informasi terlebih dahulu baru mengambil kesimpulan. Sebenarnya sah-sah saja
menilai dari perspektif kita sendiri walau dengan catatan harus dengan cara
yang tepat. “jangan nyinyir dan mencibir” adalah kunci.
Boleh saja
memberikan komentar tapi berikan batasan. Tinggalkn komentar yang baik atau
tidak usah sama sekali. Karena bagaimanapun kita sebagai sesame manusia pasti
memiliki hati yang harus di jaga agar tidak menimbulkan perasaan yang
tersakiti.
Biasakan diri untuk
tidak mudah memberikan jastifikasi jika tidak mendapat informasi yang seimbang.
Karena di khawatikan akan menjadi fitnah.
Kembali ke
cara cici dalam menangani tumbuh kembang anaknya, karena setiap orangtua
memiliki perjuangannya masing-masing. Jika terlihat ada yang keliru cukup
sebagai informasi saja dan ambil pelajaran dari hal tersebut, bilapun ternyata
ada yang menyenangkan hati cukup sebagai hiburan.
![]() |
| sumber: pribadi |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar