Siapa disini yang memiliki orangtua ataupun kakek nenek yang sering menceritakan masa lalunya sebagai anak kecil ataupun berbagai macam pengalaman mereka? Walau kadang-kadang membosankan ya…. tpi sebenarnya bisa di ambil pelajaran tentang semua yang mereka sampaikan dan bisa jadi ternyata menjadi pengobat rindu mereka dalam menjalani kehidupan yang sudah mereka lewati
Mereka adalah orang yang sama seperti kita. Ketika muda memiliki
kenangan, teman dekat ataupun hal lainnya. Terkadang mereka tidak butuh di
validasi, tapi hanya ingin di dengarkan saja, bahwa mereka pna perjuangan yang
ingin di jadikan nasehat untuk anak cucunya. Sebagai bukti bahwa perjuangan
mereka dulu yang menghasilkan apa yang terlihat saat ini.
Terlihat secara kasat mata ataupun hanya di rasakan saja. Karena setiap orang memiliki perjuangan berbeda dalam hasilnya. Tapi, proses itu tidak bisa di anggap enteng. Apalagi yang memiliki cerita dengan moril terbaik untuk keluarga bahkan untuk masyarakat sekitar.
Salahsatu contoh seseorang dalam hidup saya yang dulu hobi
sekali menceritakan masa mudanya. Seorang pejuang keluarga yang merelakan
mimpinya demi menghadapi kehidupan dan perjuangan Bersama orang tercintanya. Beliau
adalah kakek saya sendiri. Sebut saja “oyot ikok”, hampir semua cucunya
memanggil dan menamakan kakeknya dengan sebutan nama “ikok” bahkan saya sendiri
tak mengerti artinya, sebab orangtua membei tahu nama beliau yang sebenarnyaa
adalah “Abdul Mu’iz” bagus banget kan?
Lelaki yang di cintai oleh keluarga, anak-anaknya, hingga
seluuruh cucu beliau. Sudah meninggal sejak belasan tahun silam. Namun, kisah
beliau akan selal hidup dalam hati saya. bagaimana binar matanya ketika
menceritakan banyak hal tentang perjuangan beliau yang sempat menjadi pejuang kemerdekaan,
menghadapi penjajah pada tahun berapa itu, saya juga tidak ingat (fuuuuhhh)
Setiap di tanya apapun pasti akan menjawab dengan semangat, tidak pernah melarang cucunya untuk bertanya. Saya selalu sumringah setiap beliau bercerita apapun tentang kehidupannya. Terutama ketika beliau sedih di tinggal itri tercintanya yang Kembali terlebih dahulu ke haribaan Allah. Kedekatan beliau ke anak cucu juga menjadikan saya pembelajar setiap mengingat semua kenangan yang telah beliau beri.
Rasanya ingin berkata “yot, terima kasih atas contoh baik yang telah di berikan untuk Rara. Terima kasih atas kenangn yang tak pernah Rara lupakan, bahkan setiap sudut di rumah (walau sekarang sudut tersebut sudah banyak berubah) pun memiliki kenangan yang tak pernah terhapus dalam ingatan Rara. O..iya, kenangan yang paling membekas ada di pada tubuh Rara loh. Ada bekas sudutan rokok pada pergelangan tangan Kanaan Rara, yang tidak sengaja kena ketika Rara ingin salim. Oyot sudah meminta maaf beberapa kali. Tapi alhamdulillah ternyata menjadi kenangan. O…iya, mungkin Rara udah lupa suara oyot, tapi wajah oyot selalu ada dalam ingatan. Nanti Rara cari foto-foto oyot. Karena akan Rara ceritakan kepada cicit oyot, anak Rara. Selalu bangga telah menjadi cucu kesekian oyot. Terima kasih telah menjadi salahsatu contoh terbaik”
Kalau kalian, adakah cerita lain?




Saya selalu tersentuh ketika diceritakan kisah orang terdekat yang kita sayangi, apalagi itu seorang kakek.
BalasHapusSaya sendiri tak punya banyak kenangan dengan kakek saya, namun yang saya ingat kakek sangat sayang kepada saya, suka membelikan, jajan dll.
Arrghh... rasanya ingin menangis jika mengingat Beliau.
naluri kakek selalu siap menjadi garda terdepan untuk cucunya cak..
Hapus