![]() |
| Sumber: Pinterest |
Kali ini mau ngomongin
tentng pengalaman beberapahari lalau. Ketika mengikuti keluarga melakukan
sembelih Qurban pada salahsatu tempat tinggal keluarga besar dari mbah kung dari pihak Suami. Di salah satu pedesaan pada daerah Pasuruan. Tidak terlalu menjorok ke
dalam tapi memang nuansa pedesaannya sangat terasa.
o..iya saya bukan
bermaksud untuk mendeskriditkan orang yang berada di desa. Karena saya akui
sekali bahwa orang pedesaaan pun memiliki banyak hal yang belum tentu saya
miliki. Bukan hanya soal harta tapi juga asset hidup yang mereka punya. Walau untuk
berQurban kebanyakan mungkin belummenyadari akan hal ini.
Sebab, saya pun belum ada
kesnggupan ke arah yang sama. Yaps, berQurban untuk diri sendiri karena terbatasnya
pendapatan pribadi haha.semoga tahun depan kami sekeluarg bisa memenuhi
keinginan dalam berQurban tahun ini. Mudah-mudahan berQurban sapi sampe 5 ekor.
Bwohohohoho. Ya…Namanya bermimpi msa iya sttengah-setengah.
Kembali ke pedesaan di
daerah Pasuruan ya… saya ikut serta ketika membagikan daging dan menghitung
jumlah yang haru di bagikan. Di samping seorang ibu-ibu yang bolak balik
ngeliatin tulang kaki sapi yang sedang di potong-potong oleh seorang bapak petugas
panitia Qurban.
Karena terlihat gelisah,
saya berinisiatif untuk menanyakan sebab gelisahnya “kenapa bu?”
“anu nduk, aku mau minta
tulang”
“bilang aja bu”
“aku mau yang banyak
sumsumnya”
“yang mana? Ini ta?”
tanya saya sambil memberikan bebeapa pilihan yang sesuai dengan selera beliau.
“bukan, yang itu” beliau
menunjuk Tulang yang mendekati dengkul sapi, entah apa istilahnya.
“ini bu” saya menyerahkan
sambil mengambilkan plastic.
Tau gak sih? Memang yang
di dapatkan beliau adalah tulang yang isi sumsumnya banyak dan segar banget. Beliau
sumringah luar biasa. Kesenengan banget sambil menggoyang-goyangkan kepalanya. Bolak
balik melihat tulang itu sambil terus mengusap-usap plastiknya. Hangat sekali
di hati ini.
Saya yang hanya
menyaksikan tanpa berQurban saja merasakan Bahagia yang tiada tara, apalagi
jika berkesempatan untuk berQurban ya…
“seneng banget bu?”
“iya nduk, abis ini aku mau
buat bakso. Udh lama gak makan bakso soale”
![]() |
| Sumber: Pinterest |
Aaaaahhh, mau merebes
mili tapi kok ya,..malu banget.
Yang menurut saya adalah
hal sepele ternyata bisa sangat berarti untuk orang lain. Inilah bentuk nyata
kenapa kita di anjurkan untuk berbagi dengan apa yang menurt kita paling
berharga. Karena ada hak orang lain di dalam harta yang telah Allah titipkan.
Toh, bersedekh juga
nyatanya bukan hanya membahagiakan orang yang kita beri. Tapi ternyata sangat
membahagiakan kita sebagai pemberi. Senyum yang di ciptakan dari tulusnya
penerima adalah energi kebahagian yang dalam. Tidak dapat di ganti dengan
apapun.
Apalagi jika kita sedang
sedih. Banyak-banyaklah berbagi hal yang bermanfaat. Bahkan yang nilainya kecil
sekalipun. Karena kecil menurut kita, bisa jadi sangat berarti untuk mereka. Bahagiakan
orang lain jika kitaingin berbahagia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar