belajar untuk menghargai

Entah bagaimana lagi menghadapi kekuatan diri. Yang sudah terlalu sensitif terhadap berbagai macam hal tak dapat di katakan.
Bukan karena tidak bisa membicarakan. Namun, terlalu banyak yang bergejolak di dada. Hingga tak sanggup lagi untuk mengatakannya.
Terkadang, air mata malah tak bisa menjadi obat. Mati rasa menjadi salahsatu cara saja.
Kesal, marah dan kecewa.
Sebenarnya kami di anggap apa? Yaps, pertanyaan yang tak ada jawabannya. Capek pasrah! Tapi, seperti tidak pilihan lagi selain melakukan kepasrahan
Yang penting berusaha untuk menjadi diri yang lebih baik, sembari melakukan hal yang sangat disukai.
Mungkin inilah yang di namakan keegoisan semata. Namun, terlalu banyak orang yang juga egois terhadap orang lain.
Tak di nyana. Semua orang berhak belajar. Entah untuk menjadi baik ataupun menjadi jahat. 
Semuanya kembali kepada dirinya sendiri.
Jika mau marah ya...marah aja. Jangan di tahan kalau tidak ingin menjadi penyakit nanti.

catatan kata Rara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...