Seberapa Bijak Kita dalam Mengartikan Mimpi

canva

 Bermula dari perbincangan kami yang sangat random, akhirnya membicaarakaan soal bapak. Ya, hampir 2 bulan kami sudah tidak bersama lagi dengan bapak. Beliau adalah bapak mertua saya yang sangat saya hormati, sayangi dan cintai. Sama seperti saya mencintai orangtua kandung saya. Bapak yang meninggal dikarnakan terpapar virus corona. Yang hanya 6 hari masa perawatan selama di Rumah Sakit, akhirnya beliau pun berpulang dengan cara yang sangat baik InsyaAllah.

 

Walau saya hanya menantu, saya sangat kehilangan sosok beliau yang sangat mengayomi keluarganya dengan penuh cinta. Hampir 2 bulan kami kehilangan, dan membicarakan beliau menjadi hal yang sangat manis. Menjadi bahasan obrolan kami (saya dan suami) Jangan ditanya bagaimana rasa kehilangannya yang dirasakan oleh suami saya ya, sebab bapak dan anak-anaknya sangat dekat secara emosional.

Dan ketika membicarakan bapak, saya nyeletuk “ayah pernah gak mimpi bapak?” suami saya langsung menjawab “gak pernah nda, kenapa yaa..”. “ya…enggak apa-apa, mungkin ayah sudah sangat mengikhlaskan dengan kehilangan ini dan do’a ayah sudah mencukupi bapak di alam kubur sana” jawab saya sekenanya. “lho? Maksudnya apa”. Jadi yah…. (saya jelaskan panjang lebar)

Penjelasan saya tidaklah istimewa dikarenakan saya pernah baca 1 Quote dan memiliki tambahan tulisan dari yang membuat Quote tersebut. Penulis tersebut mengatakan bahwa beliau diberi tahu oleh salah seorang ustadz (saya lupa nama ustadz beliau siapa) bahwasannya, jika kita mimpi bertemu dengan orang terdekat yang sudah meninggal, kemungkinan dia menginginkan do’a kita terhadapnya lebih di rutinkan lagi karena bisa jadi mereka merasa di lupakan oleh kita.

Dan bersyukurlah jika sebagian dari kita tidak atau belum pernah bermimpi bertemu mereka, bisa menjadi tolak ukur bahwa doa kita sudah cukup. Walau banyak juga yang mengatakn bahwasasnnya mimpi adalah bunga tidur atau alam bawah sadar kita yang terlalu banyak memikirkan pada beberapa peristiwa yang membuat kita fokus pada hal itu sehingga terbawa ke alam tidur.

Walau tidak bisa di pukul rata. namun, bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua ya. agar lebih merutinkan do’a untuk mereka, walaupun saya pribadi tidak berani menyimpulkan kalian tidak mendo’akaan saudara atau anggota keluarga yang sudah lebih dulu berpulang, karena hal itu sudah menjadi urusan kalian masing-masing.

Bukan hak saya juga untuk memukul rata atas kejadian yang telah kalian lewati, karena setiap kejadian pasti memiliki makna tersendiri untuk masing-masing dari kita semua. Semoga saya tidak termasuk orang yang lancaang dalam hal ini.

 “Dan (ingatlah), ketika kami wahyukan kepadamu “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Quran. Dan kami menakut-nakuti mereka tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka” (Q.s Al-Isra (17): 60)

4 komentar:

  1. Betul, kak. Saya pernah mimpi salah satu keluarga yang sudah tiada, disarankan orang terdekat saya untuk didoakan dan penjelasannya sama seperti yang bapak sampaikan

    BalasHapus
  2. Kalau mimpi gitu aku juga otomatis jadi langsung mendoakan lebih banyak dan sering sebagai obat rindu juga kak

    BalasHapus
  3. Doa untuk mereka yg telah tiada bisa menjadi obat rindu dan dzikrul maut.

    BalasHapus
  4. Karena ruh kita dan ruh orang yang meninggal sama-sama dalam genggaman Allah. Jadi kemungkinan bisa ketemu karena nggak ada sekat sebagaimana saat kita nggak tidur. Kan tidur itu kematian kecil dan bisa hidup lagi saat Allah mengembalikan ruh kita.

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...