mendeskripsikan diri sendiri

             



Kepadaku yang masih sangat serius dalam menghadapi seuah candaan, jangan pernah bersedih dengan paradigma orang lain. Terkadang mereka hanya ingin bercanda namun kau belum bisa mencernanya sebagai sebuah candaan saja. Abis baca-baca beberapa artikel di google tentang orang yang seriusan, buat saya sendiri mikir. Pantesan dulu pas masa sekolah, orang-orang banyak yang gak bisa deketin saya. Bukan karena wajah saya yang seram saja, tapi lebih ke tabiat sih ya…

            Saya yang sensitive alias baperan kalau kata anak sekarang. Tapi, semakin bertambahnya usia, saya jadi lebih lunak, walau hasilnya bisa lebih banyak kepikiran khawatir ini dan itu. Lebih ke mengkhawatirkan cara bercanda saya yang mungkin kelewatan batas. Banyak yang mengatakan saya banyak perbedaan antara di dunia nyata dan dunia maya. Di dunia maya saya banyak bercanda, cair dan mudah berinteraksi dengan banyak orng terutama yang sudah mengenal saya sejak sekolah, walau terkaadang bercanda banyak kelewatan taapi saya bisa lebih ke santaai saja dikarenakan di dunia maya.

            Lalu, ketika terjadi pertemuaan di dunia nyata barulah mereka terkejut. Saya tidak bisa secair itu dalam menanggapi cerita orang lain dan lebih banyak diam. Kecuali jika diajak berbicara oleh orang lain. Ntah kenapa hal begitu tidak bisa saya hilangkan sepenuhnya. Kadang ketika melihat orang lain yang bisa mencairkan suasana, suka takjub sendiri melihat orang yang memiliki tabiat seperti itu. Walau saya menikmatinya, tapi ada rasa iri juga ternyata. Itupun, saya sadari setelah lama memperhatikan orang lain.

Pernah beberapa kali saya berusaha “cair” dengan orang yang barusaya temui, semacam menantang diri sendiri, ternyata hanya beberapa menit diawal saja, selebihnya banyak krik krik. Jika bergabung dengan orang lain dan terpaksa menggabungkan diri atau banyak berbicara. Tiba-tiba bisa mengubah mood dan merasa jadi orang yang lebih capek. Tapi, saya senang melihat orang yang sangat mahir berbicara di depan umum ataupun mencair didepan orang lain. Senang mendengarkan cerita orang lain dan menganalisa bagaimana kepribadian orang tersebut. Ya…itu, kadang merasa iri, kadang juga senang, lebih banyak senangnya sih.

            Walau mungkin analisa saya sering sekali melesat. Hahaha. Saya tidak paham juga bagaimana sebenarnyaa kepribadian saya ini, barangkali kawan-kawan ada yang memiliki ilmu soal psikologis seseorang dan menganalisanya hanya dari cerita yang saya tulis ini?. Kalau memang bisa di analisa, mungkin sekalian bisa komen di bawah ya… (ya…Allah siapa saya, sampe minta di analisa segala) kekekke

            

11 komentar:

  1. Berarti mba tipe introvert ya? Hehe, sok nebak aja sih. Bukan ahlinya dari sisi psikologis 🤭
    Tapi dulu saya jg pendiam. Ga suka nyapa org duluan, kalau diledekin ga asik nyahutnya, ga suka curhat sm org jg, tp lama2 saya berubah loh. Sekarang mlh jd ember doyan ngomong 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku y...doyan ngomong juga sekarang, tapi hanyaa bisa dengan 2-3 orang saja, kalau rame gitu malah lebih banyak diem, rungsing juga. enakan dengerin orang ngomong kak,,, haha gaak tau ini kaategori introvert atau apalah...

      Hapus
  2. Aku juga Kadang ga terlalu suka dengan gaya becandaan orang mba. Makanya kalo lagi serius aku males bgt dibikin becandaan.

    BalasHapus
  3. Karena kadang kala yang kita anggap bercandaan itu diartikan lain oleh oran lain. Sejujurnya saya juga bukan tipe orang yang suka dibercandain dan sebaiknya.

    BalasHapus
  4. Tetap jadi diri sendiri dan senyaman mungkin

    BalasHapus
  5. kek saya gitu, Kak. Tapi kalau ketemu orang yang 'asik' ya ikut cair juga.
    nomederwathepen, Kak,, just be your self :)

    BalasHapus
  6. Saya malah suka becanda, tapi kadamg kalau lagi seriusan orang tetep nganggap becanda

    BalasHapus
  7. Saya senang bercanda, lebih suka bercanda saat berinteraksi di dunia nyata (apaan ya nyata). Iy karena kalau di dunia Maya bercanda kadang bisa buat bencana. awalnya asyik lama² aneh. Maklum bahasa tulisan lewat chat wa atau yg sejenis, setiap orang bisa menerjemahkannya beda² Ndak bisa mewakilkan ekspresi sebenarnya.

    BalasHapus
  8. Berinteraksi tak harus selalu bercanda. Pribadi yang hangat itu ketika ia bisa menerima orang lain dan berpikir positif tentangnya. Tanpa menghakimi.

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...