Berbicara tentang dewasa dalam usia dan dewasa secara pola pikir, itu sangatlah berbeda dalam memahaaminya, jangn salah kaprah dalam mengambil pelajaran itu ya. Yang memiliki usia lebih tua bukan berarti dia bisa bersikap dewasa, dan yang usianya lebih muda, bukan berarti dia belum mampu bersikap dewasa.
Dan soal itu tidak bisa kita
salahkan. Karena setiap orang memiliki kemampuan mendewasakan dirinya juga
dengan cara yang berbeda-beda, sebenarnya yang harus jadi acuan adalah
bagaimana kita bisa belajar dari itu semua.
Seperti halnya kita yang terbiasa
dengan keadaan di atas dan mungkin
berjasa untuk orang lain. Lalu, kita mengutus 1 orang mata-mata di dalam 1
daerah yang mungkin anda tidak bisa kesana dalam setiap waktu. lalu kita
menyimpulkan dari apa yang dilihat oleh si mata-mata tanpa pernah mengobrol
dengan masyarakat sekitar, bagaimana hal yang sebenarnya terjadi selama 24 jam
yang telah dilewati.
Lalu dengan serta merta mengambil
kesimpulan dan menyalahkan suatu keadaan yang kurang ideal dan menyaalahkaan
berbagai pihak tanpa melakukan dialog dan memberikan perhatian lebih dalam
untuk masyarakat tersebut. Hasil dari semua hal itu adalah sebuah ketakutan
dalam benak masyarakat, walau maksud dari pengutus itu baik tapi ternyata yang
dipikirkan oleh orang lain jelas berbeda.
Jangan pernah salahkan penilaian
orang lain. Jika sikap kita pun tidak mencerminkan kepantasan dalam
bermasyarakat, bersyukurlah ketika semua orang memberikan pemakluman dengan
sikap kita terhaap orang lain, jika sadar sikap kita ternyata hanya memberikan
efek gertakan saja, alangkah lebih bijaknya untuk memperbaiki kurang berkenan
tersebut.
Usia memang tak menjamin kedewasaan,
karena kedewasaan itu berproses dan banyak perjalanan yang harus terlewati. Salahsatu
tanda bahwa kita memiliki sikap dewasa adalah: kita mampu berdialog dengan hati
dan banyak orang, tidak menyalahkan orang lain atas perbuatan atau kesalahan
tertentu, lalu mampu menyelesaikan masalah tanpa mencari kambing hitam.
Apalagi jika kesalahan itu bermula
dari kitanya sendiri, mengakui kesalahan dan berusaha mencari jalan keluar dalam suatu
masalah juga termasuk bersikap dewasa. Tidak berharap pujian dan pengakuan
orang lain atas kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan juga termasuk sikap
dewasa.
Jadi, jangan heran jika kita sering
melihat orang yang terlihat jaauh lebih muda. Namun, bisa memecahkan masalahnya
dengan cara bijak. Karena bisa jadi ilmunya jauh lebih banyaak dari kita.Atau karena
pengalaman hidupnya yang menuntutnya untuk bersikap dewasa.
Mari kita
mendewasa bersama.


Menjadi dewasa itu prosesnya luar biasa ya... ada pain-pain-nya gitu
BalasHapusDewasa tidak diukur usia yaa, betul banget itu, Kak. Terkadang yang kita tua kan malah jauh lebih kekanak²an dari orang yang usianya lebih muda.
BalasHapusSalam kenal dari Niah, yaa😊
Kemampuan berdialog dengan hati dan banyak orang... nice insight.
BalasHapusSetuju dengan Kaka, dewasa bukan hanya ditunjukkan dari usia, tetapi ditunjukkan dari cara berpikir dan menyikapi sesuatu. Semangat, Kak
BalasHapusPengingat banget nih Kak tulisannya..
BalasHapusSepakat banget bahwa dewasa bukan perkara usia. Suka banget sama perspektif Kakak bahwa dewasa itu yang mampu berdialog dengan hati dan banyak orang, karena rasanya makin ke sini makin sedikit orang yang mampu menyeimbangkan keduanya. Makasih remindernya, Kak. Tabarakallah.
BalasHapusDewasa sebuah proses yg tidak hanya bersayarat usia,
BalasHapusTabarakallah...rara
Setuju banget nih Mb.. tua itu pasti, dewasa adalah pilihan. Nyatanya banyak disekitar kita yang sudah berumur tapi dalam menendang sesuatu masih kekanak-kanakan.
BalasHapusSetuju banget. Usia tidak menjamin kedewasaan seseorang
BalasHapusBahkan aku sampai sebanyak ini usia ngerasa nggak dewasa dalam berfikir dan bertindak...hiks
BalasHapus