kau berharga mom

Mak, kau harus merasa berharga
Mak, dirimu selalu berharga di rumah, karena kau bisa handle seluruhnya.

Mak mungkin dirmu tak seperti si anu yang kau baca postingan²nya yang dengan segala genggap "prestasi parenting" yang terlihat oleh kita.

Mak kau tetap istimewa di sekelilingmu. Di mata suamimu dan anak²mu.

Mak, jika kau tak merasakan bahagia, bagaimana mungkin kau dapat membahagiakan sekelilingmu.
Sebab, energimu itu terlalu berpengaruh di ranahmu.

Mak, tak apa kau "sebatas bisa" sesuai kemampuanmu dalam menjalaninya, toh, yang membawa dan membimbingmu di jalan ini tetap IA sang pencipta.

Mak, jangan insecure, gak PD dan apapun itu namanya.
Percaya dirilah mak, kemampuan yang kau miliki hanya untukmu dan sekelilingmu. Tak perlu berkecil hati.

Mak, kau selalu istimewa, tak harus istimewa sejagat raya, cukuplah kau istimewa di mata keluarga.

Mak, upgrade diri tiada salahnya. Namun, jangan samakan dengan kemampuanmu. Jangan telan mentah² "ilmu" yang telah kau serap. Samakan frekwensi dalam keluarga, kau dan suamimu yang mengerti kemampuan keluarga. 

Mak, jangan lupa minta tolonglah pada pencipta kita, karena ini jalan yang telah Allah beri, jika tak meminta tolong padaNya, pada siapa lagi?.
Getarkan semesta mak, do'a Tak hanya ketika selesai shalat namun juga bisa di setiap saat. 

belajar

Baru aja ngeliat si A dengan gaya mendidik anak-anaknya. Lalu bersilwer juga si B dengan tehnik²nya.
Setelahnya, keluar juga si c dengan caranya.

Belum lagi dari beberapa ahli yang memaparkan ini itu yang sesuai dengan ilmu yang telah mereka pelajari dan sudah dipraktekkan.

Dan si mamak semakin ruwet pikirannya.
Alih-alih mencoba dari segala tehnik, gaya dan cara yang sudah masuk ke otaknya. Barang 1 macam pun.tak ada yang dimulai.

Setelahnya, mulai timbul rasa bersalah plus insecure, sebab mulai sadar ternyata banyak perkembangan anaknya yang ternyata tak sesuai dengan standart.

Hmmmm..

Mak, kau selalu istimewa dengan gaya merawatmu.
Mak, kau slaluu memiliki cara sendiri, yang kau pahami kesesuaiannya dengan si buah hati dan suami.
Mak, yang mengenal luar dalam buah hati dan rumah tanggamu hanya dirimu, berbanggalah karena mereka memilikimu.
Mak, input yang masuk padamu, anggap semua< masukan saja, dan jangan biarkan hatimu terikat ke dalamnya, huum, jika menurutmu itu kurang sesuai, tinggalkanlah.
<]

nyinyiran guwe

Ada beberapa tipe orang yang bisa santai saja dengan kerapihan ataupun yang berantakan.

Saya dulunya termasuk yang santai walau lebih ke malas.. hahha

Namun, seiring menyadari usia sudah tua, standar saya sudah mulai berbeda, ternyata kebersihan rumah bisa mempengaruhi kewarasan mamak² rumah tangga.

Walau, bukan yang addict gitu ya..., rumah kudu bersih, gak mau tau, tau²nya anak² menjadi terkekang, apa² gak boleh. 

Hahah

Beberapa bulan lalu, sering banget ditemui "jika terlihat rumah seseorang yang sudah memiliki anak dalam keadaan rapiii terus, banyak sekali kemungkinan:
1. Gak ada orang dirumah 
2. Anak-anaknya sedang sakit
3. Orangtuanya "sangar" 

Hahahah, kalau inget itu pasti ngakak, dan itu bisa menjadi alibi mamak² pada umumnya,.

Halah, gak apa²lah berantakan, timbang dibilang "emaknya sangar" 😁✌️

Teros, sekrol² medsos seharian, lupa ini itu, anak² diurus seperlunya saja, tanpa menstimulasi, rumah super meresahkan, "halah, suamiku santai saja".

Padahal, mungkin suaminya sungkan menegur, karena bininya pernah tag artikel di medsos dari sesembak penulis yang judulnya "kebahagiaan ibu adalah sumber kebahagiaan anak dan keluarga" 😂😂😁

"Nanti dikira guwe gak paham lagi ma doi, yaodahlah, berusaha santuy saja"

Hai, akuh melambaikan tangan ma diriku sendiri ya...wey...

Dan, tibalah, akhirnya sadar, sekitaran yang berantakan, ibu ratu sekrol² melulu, anak² dibiarin saja seperti itu, akan menjadi benalu di kemudian hari.

Bukan menjadi melegakan hati, malah menjadi masalah semakin bertubi², 

Mamak² itu identik dengan multitasking ya...mak. sebenarnya dikepalanya itu banyak sekali kamar² ide yang harus direalisasikan. 

Alih-alih menyalurkannya, malah menjadi mpet sendiri dan meledak dengan jutaan emosi karena "salah sendiri".

Tau gak sih? Itu bisa meledak karena adanya sebab diluar kepala lho? Misal, anak² menjadi rewel karena kurang stimulasi dan perhatian. Mamaknya jadi senewen.

Padahal ya...karena tidak tau standar prioritas aja.

Kuylah, utamakan dulu yang berada disekeliling kita ya...mak, setelah itu semesta kan mendukung kita.

kenapa memilih berjualan buku?

Memilih berkecimpung di dunia penjualan buku.

By: Rabby Radhiya.

           

          Berkecimpung di dunia literasi, walau belumlah ahli di dalamnya, namun ternyata mendapatkan ritme tersendiri dalam kehidupan.

Lalu dipertemukanlah saya dengan salah satu tim direct selling MDS, buku yang paling di kenal adalah “halo balita”

Seneng  banget ketika berada di tim tersebut. Karena kami tak hanya belajar tentang berjualan, namun juga kekeluargaan. Jadi, yang dibahas terlalu banyak. Bahkan hingga sampai ke dunia skincare juga.

          Kenapa suka dengan buku? Karena memang sadar banget ya...masyarakat Indonesia sangat minim dengan dunia membaca, apalagi di era sekarang. Padahal sudah banyak sekali laanan “buku” yang tinggal download secara gratis. Namun tetap saja, memang pembiasaan itu sehrusnya dimulai dari rumah.

          Alasan klasik kebanyakan orang karena “anak yang belum bisa membaca”. Padahal kebiasaan membaca itubukan karena bisa membaca terlebih dahulu. Lebih ke di biasakan sejak dini.

          Ilmu itu di dapat karena membaca, dan berhubung tingkat membaca orang Indonesia itu jauh diatas rata2 dunia, bagaimana bisa maju Indonesia  ini?

          Konon, banyak yang berkreatifitas, namun banyak yang memilih jalan yang instan, dengan cara copy-paste, plagiat karya orang lain, sudah menjadi habit ya...demi mendapat “apresiasi”dari orang lain. Padahal jelas caranya salah.

          Lalu, kebanyakan malah membenarkan cara tak bai tersebut. Bagaimana cara membiasakannya?

          Saya bukan pakar ya... karena sudah banyak sekali orang-orang yang membagikan cara dan penjelasan dari para pakarnya.

Silahkan, sercing-sercing aja ya...gaes..

 

Tanggul, 02 february 2021


Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...