"Tidak ada yang benar-benar sibuk. Jika kamu menjadi prioritasnya, waktu akan dialokasikan untukmu."
kau berharga mom
belajar
Baru aja ngeliat si A dengan gaya mendidik anak-anaknya. Lalu bersilwer juga si B dengan tehnik²nya.
Setelahnya, keluar juga si c dengan caranya.
Belum lagi dari beberapa ahli yang memaparkan ini itu yang sesuai dengan ilmu yang telah mereka pelajari dan sudah dipraktekkan.
Dan si mamak semakin ruwet pikirannya.
Alih-alih mencoba dari segala tehnik, gaya dan cara yang sudah masuk ke otaknya. Barang 1 macam pun.tak ada yang dimulai.
Setelahnya, mulai timbul rasa bersalah plus insecure, sebab mulai sadar ternyata banyak perkembangan anaknya yang ternyata tak sesuai dengan standart.
Hmmmm..
Mak, kau selalu istimewa dengan gaya merawatmu.
Mak, kau slaluu memiliki cara sendiri, yang kau pahami kesesuaiannya dengan si buah hati dan suami.
Mak, yang mengenal luar dalam buah hati dan rumah tanggamu hanya dirimu, berbanggalah karena mereka memilikimu.
Mak, input yang masuk padamu, anggap semua< masukan saja, dan jangan biarkan hatimu terikat ke dalamnya, huum, jika menurutmu itu kurang sesuai, tinggalkanlah.
<]
nyinyiran guwe
kenapa memilih berjualan buku?
Memilih berkecimpung di dunia penjualan buku.
By: Rabby Radhiya.
Berkecimpung
di dunia literasi, walau belumlah ahli di dalamnya, namun ternyata mendapatkan
ritme tersendiri dalam kehidupan.
Lalu dipertemukanlah saya dengan salah satu tim
direct selling MDS, buku yang paling di kenal adalah “halo balita”
Seneng banget ketika berada di tim tersebut. Karena kami
tak hanya belajar tentang berjualan, namun juga kekeluargaan. Jadi, yang
dibahas terlalu banyak. Bahkan hingga sampai ke dunia skincare juga.
Kenapa
suka dengan buku? Karena memang sadar banget ya...masyarakat Indonesia sangat
minim dengan dunia membaca, apalagi di era sekarang. Padahal sudah banyak
sekali laanan “buku” yang tinggal download secara gratis. Namun tetap saja,
memang pembiasaan itu sehrusnya dimulai dari rumah.
Alasan
klasik kebanyakan orang karena “anak yang belum bisa membaca”. Padahal kebiasaan
membaca itubukan karena bisa membaca terlebih dahulu. Lebih ke di biasakan
sejak dini.
Ilmu
itu di dapat karena membaca, dan berhubung tingkat membaca orang Indonesia itu
jauh diatas rata2 dunia, bagaimana bisa maju Indonesia ini?
Konon,
banyak yang berkreatifitas, namun banyak yang memilih jalan yang instan, dengan
cara copy-paste, plagiat karya orang lain, sudah menjadi habit ya...demi
mendapat “apresiasi”dari orang lain. Padahal jelas caranya salah.
Lalu,
kebanyakan malah membenarkan cara tak bai tersebut. Bagaimana cara
membiasakannya?
Saya
bukan pakar ya... karena sudah banyak sekali orang-orang yang membagikan cara
dan penjelasan dari para pakarnya.
Silahkan, sercing-sercing aja ya...gaes..
Tanggul, 02 february 2021
Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?
Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...
-
Beberapa hari terakhir saya selalu memperhatikan beberapa postingan pada TikTok. Karena sering sekali lewat pada FYP di beranda saya. hin...
-
Siang ini saya sudah menangis bombay karena mendengar cerita ust Luqmanul hakim pada sebuah potongan video yang di unggah oleh salahsatu a...
-
Ada kalanya semua hal yang terjadi di dunia ini memang ada sangkut paut yang mendekatkan kita kepada hal tersebut. Entah sebelum hal itu bel...