![]() |
| Picture: Pinterest.com |
Akhirnya memang semuanya menyesuaikan waktu yang sudah Allah tentukan. Bukan tanpa alasan yang tak berarti namun begitulah Allah ketika menentukan waktu yang tepat. Butuh waktu lama untuk belajar yang tidak ada ujungnya. Bukan mau saya maupun orang yang berada di sekitar, tapi memang Allah maunya begitu.
Lama untuk berdamai, nyatanya Allah memberikan cara
sendiri dalam hal menyayangi segala aspek yang telah dan akan terjadi. Pun,
jika menginginkan yang sesuai harapan ternyata mengorbankan banyak hal yang
tidak ada ujungnya. Kan terasa ada di ujungnya Ketika benar-benar nyaman dengan
keadaan, walaupun kita yang harus melatih rasa nyaman itu.
Saya pribadi mengakui, “nyaman” yang saya cari selama
ini ternyata tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama hingga butuh obat
untuk menurunkan adrenalin yang sudah terlanjur tegang selama bertahun-tahun. Bukan
tanpa alasan. Ternyata setelah di pikir-pikir karena itulah cara Allah dalam
mendewasakan pikiran.
Tenang yang dicari selama ini ternyata membutuhkan
obat terlebih dahulu baru merasakannya. Dan itu sangat saya syukuri, terlalu
lama menyimpan kecemasan hingga menyerah dan Allah memberikan jalan keluar
dengan caranya yang sangat menggugah hati. Apakah mudah bagi saya menerima hal
ini? Tidak kawan.
Merasa menjadi hamba yang sangat mendewakan obat
adalah hal yang membuat saya terpuruk. Merasa menjadi hamba yang menduakan
Allah. Walau akhirnya saya pasrah saja. Sebab memang itu yang saya cari selama
ini.
“memang sudah
waktunya” adalah kalimat mujarab yang sering saya katakan kepada diri
sendiri. Segala hal yang di lewati pasti memiliki maksud tertentu dan kewajiban
kita adalah bersyukur terhadap hal yang sudah di lewati. Bagaimana caranya? Dengan
melakukan ibadah yang lebih intens, membahagiakan diri dengan cara ternyaman
yang bisa kita lakukan, dan meminimalisir hal-hal yang membuat kita merasa
terpuruk.
Banyak hal yang bisa kita lakukan, cari cara di
berbagai macam media dan LAKUKAN! Bergeraklah kawan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar