![]() |
| Sumber: Pinterest |
Beberapa hari
ini asam lambung kambuh entah karena mikirin apa. Kadang tuh ngerasa heran
sendiri terhadap pikiran sendiri yang seharusnya bisa sangat memahami apa
isinya. Tapi Ketika menuliskannya malah menjadi buntu banget. Padahal seharusnya
bisa dengan gamblang menjabarkannya, walaupun dengan Bahasa sendiri karena yang
paling mengerti pikiran kita ya..diri sendiri kan? Walau tetep aja buntu banget kalua tentang menjabarkan apa
yang di rasakan.
Agaknya
harus memiliki kemampuan mendeskripsikan satu per satu apa yang sedang di pikirkan,
tidak hanya seputar “buang sampah” saja. Tapi juga da makna yang tersirat
setiap menjabarkan apa yang telah di rasakan selama itu. Satu persatu di jadikan
poin-poin yang dapat di jabarkan dengan gamblang juga akan menjadi banyak hal
yang seharusnya tidak menjadi beban pikiran kan?
Tau gak
sih? Perubahan itu butuh banyak sekali proses yang harus di pelajari setiap
waktu. Bukan hanya memikirkan saja ya…tapi juga mempelajari apa yang harus di
pelajari selama beberapa waktu. Kalua bisa tidak menghabiskan waktu hanya untuk
“belajar”. Butuh sekali seorang mentor atau memberikan batas dan patokan yang
harus di buat. Agar waktu tidak habis begitu saja.
![]() |
| Sumber: Pinterest |
Hal tersebut bisa di pelajari pada beberapa platform, tapi pembimbing juga sangat di butuhkan. Jangan serta merta menelan info yang beredar dan mematokkan pada diri sendiri tanpa bimbingan orang yang kompeten di bidangnya. Jadi teringat pengalaman saya pribadi pada minggu lalu.
Seorang
ahli memberikan saya pemahaman tentang informasi yang saya dapatkan dari
platform media social. Saya mencoba untuk mempraktekkan, malah membuat saya
setres aan beberapa kegiatan yang saya canangkan tersebut. Kata beliau “dengan profesi
anda sekarang saja (sebagai ibu rumah tangga), sebenarnya anda sudah banyak
sekali kegiatannya loh. Ya…kan? Kalua tambahan itu malah membuat anda setres,
coba di pikirkan dan di liat Kembali, tujuan anda mengumpulkan kegiatan itu
untuk apa? Jika malah membebani, maka lebih baik di introspeksi lagi soal
kegiatan-kegiatan tersebut”.
Hmmm,
benar juga. Setelah saya ingat-ingat lagi. Saya terlalu bersemangat, sampai
lupa mengingat tujuan melakukan hal tersebut karena apa.
Ayo gengs, di urutkan lagi kegiatan-kegiatannya. Jangan
sampai kita mengenyampingkan kewajiban yang harus di tunaikan. Dan malah focus kepada
hal yang tidak harus di selesaikan saat itu juga.
![]() |
| Sumber: Pinterest |

.jpeg)
.jpeg)



