Kalia-Kenzi

 Kamar itu meremang, memang empunya sengaja menyalaakn lampu tidur saja dengan makud agar matanya tidak silau. Dia termenung pada ujung ranjang kamarnya. Ia sedang tidak memiliki tenaga untuk menggerakkan tubuh setelah ngobrol cukup lama dengan laki-laki yang sudah membersamainya selama 3 tahun teakhir.

Kalia Diandra Alaina, gadis yang berusia 27 tahun dan bekerja sebagai seorang psikolog pada salahsatu klinik di bilangan Kota Malang. Dengan  segala riuh yang sering menghampirinya. 3 tahun lalu ketika dia sedang menghabiskan waktu pada salahsatu komunitas pembaca buku dan di kenalkan oleh seorang teman sesame komunitasnya kepada salahsatu pengisi acara komunitas tersebut. Sebut saja Namanya kenzi.

Perkenalan hanya memakan waktu selama 2 bulan dengan intensitas komunikasi yang cukup sering. Akhirnya mereka menjalin hubungan tersebut hingga hari ini. Tentunya dengan kesibukan masing-masing. Walau tetap menjaga komunikasi dan memberikan waktu khusus untuk menjaga hubungan mereka. Cukup kooperatif dan dewasa.

Kenzi Ardana Abiputra. Ken panggilan akrabnya pemuda berusia 30 tahun yang bekerja sebagai manajer pada salahsatu perusahanan logistic ternama di Malang. Karena membaca adalah hobinya, ken bekenalan di ajak oleh Rafa, sahabatnya sejak kuliah ntuk bergabung dengan salahsatu komunitas membaca dan bertemu dengan Kalia.

Hari ini pun terjadi, ken tak lagi menghubungi kalia selama setengah hari sejak kesepakatan mereka. Biasanya setiap 30 menit pasti mennyakan keadaannya. Namun, entah kenapa setiap pembicaraan membelok ke pernikahan Kalia pasti males-malesan.

Pukul 19.15 itu handphone kalia berdering beberapa kali. Tanpa ada jawaban. Selang 15 menit kemudian Barulah kalia menghubugi si penelepon.

“sayang, lagi ngapain?” sudah jelas itu adalah ken.

“aku tadi di kamar mandi ken, maaf ya..” jawab kalia.

“gak apa-apa dong, gimana? Sudah lebih tenang sekarang?” ken dengan caa dewasanya

“hmmmm, Tentang nikah?” timpal kalia

“tentang apapun yang mengganjal hati kamu sayang” ken menjawab dengan santai

“ken, aku tau kamu mendapat tekanan dari keluargamu. Tapi, tolong beri aku waktu ya… plis, beberapa hari atau minggu deh” ucap kalia

“oke, sambil jalan ya…aku ngikut kamu”

“aku belum siap untuk mengungkapkan semua. Tapi sebenarnya ada rasa khawatir pada diri aku, tolong jangan paksa aku ya…aku butuh waktu” jawab kalia

“iya, tapi kamu harus ingat ya… kita udah menjalin hubungan ini selama 3 tahun. Aku kaget Ternyata masih ada rahasia yang aku belum tau tentang kamu loh” suara lembut ken membuat kalia terdiam

“aku pengen tanya deh ken, masa kamu tidak ada rahasia yang masih kamu jaga hingga hari ini?” tanya kalia.

“sejauh ini gak ada sayang. Semua sudah aku sampaikan. Kan kamu tau aku ngapain aja selama kuliah, kerja sampe umur segini”

Kalia menunduk dan menghela nafas.

“apa yang membuat kamu bisa mengatakan semuanya ke aku ken? Kamu kok bisa se percaya itu. Padahal kita belum tentu akan Bersama?” timpal kalia.

“sayang, sejak aku mengenal kamu dan memperhatikan semua tentang kamu. Hingga aku mengajak kamu menjalin hubungan. Aku sudah bertekad untuk tidak main-main dengan hubungan ini kal. Aku serius dengan kamu. Dan aku udah bicarakan tentang keseriusan ke keluargaku lho”

“kamu kan tau sayang, aku gak pernah main-main dengan tekadku selama ini” sambung ken.

Kalia hanya terdiam. Mematung, karena tidak tau harus menimpali ken dengan Bahasa yang bagaimana.

Tapi

“ken, kamu yakin dengan aku? Sepemahamanku, pernikahan tidak semudah itu.” tanya kalia

“sayang, aku udah bilang loh daritadi kalau aku tuh yakin dengan kamu. Apa yang buat kamu ragu jika menikah dengan aku kal?” jawab ken yang nytanya malah menanyakannya lagi kepada kalia

“ken, aku tau kamu sebahagia itu dengan keluargamu. Sedangkan aku tidak. Bahkan kamu sudah tau kalau papa dan mamaku tidak akur sejak mereka bercerai, ken, aku takut mengecewakan semua orang. Apalagi di tambah era sekarang. Aku takut nantinya tidak bisa mendidik anak-anakmu dengan baik”

“aku masih trauma sayang” sambung kalia

“hmmmm, ada yang mengganjal perasaann kamu ya? Tentang apa? Ayo kita diskusikan. Aku gak nyangka kalau kamu nyimpan rasa itu sendirian. Kenapa di sembunyikan dari aku kal, biasanya kamu cerita apapun ke aku. Ternyata masih belum semuanya ya..”pertanyan Panjang ken

“gak tau kenapa, aku agak males jika ngomongin pernikahan sayang, bukan aku gak mau nikah sama kamu, tapi seperti ada yang mengganjal. Apalagi dengan profesiku saat ini. Malah membuatku semakin trust issue dengan pernikahan, padahal seharusnya aku tidak melakukan itu. Ah, boleh gak aku minta waktu lagi ken? Aku butuh lebih tenang lagi, biar bisa ambil keputusan. Nanti aku kabarin ke kamu ya…” pinta ken

“aku selalu nunggu sampaikan apa kekhawatiran kamu itu ya…sayang”

“insyaAllah sayangkuuuuu, terima kasih ya…untuk tidak memaksaku”

“aku gak suka di paksa, ngapain aku maksa-maksa kamu?”

Kalia terdiam sejenak.

“sayang” panggil ken di seberang

“ha? Iyaa.. iya ya. Kamu gak suka di paksa,”

“apa siiiihhh. Udah ah, istirahat sana. Besok kita mau keluar kan?”

“iyaa.. udah shalat isya ken?”

“udah sayang, kamu?”

“beluuuum hahahahaha”

“yaudah, shalat dlu setelah itu istirahat. Besok aku jemput”

“okey sayang, assalamualaikum”

“waalaikumsalam”

Kalia meletakkan handphone itu di atas meja belajarnya. Sebelumnya dia mmberi pean singkat ke ken

 “ken, hpnya aku silent ya..sepertinya sampe besok pagi”

Dan kalia langsng menuju kamar mandi untuk berwudhu. Menurtnya shalat adalah waktu yang paling tepat untuk menenagkan pikirannya. Hingga 1 jam kemudia dia menyelesaikaan semuanya dan bersiap untuk tidur. Dengan hrpan besok sudah lebih tenang.

Mata kalia terbuka dengan segar dan langsung memeriksa jam di atas nakasnya. Jam menunjukkan pukul 03.30 pagi. Sudah menjelang shubuh pastinya. Dia langung bangun menuju kamar mandi. Berwudhu untuk shalat shubuh. Semua kebiasaan pagi yang sudah di ajarkan oleh ayah ibunya selalu di lakukan. Tak lupa membaca buku selama 30 menit.

Setelah itu dia check handphonenya. “biasanya ken sudah menghubunginya, atau minimal membalas WA tadi malam” kata kalia dalam hati.

Benar saja, notifikasi dari ken adalah yang paling pertama di buka

“iya kal, nanti kabarin aku kalau udah tenang ya…, selamat istirahat sayang, aku kangen banget dengan ceriamu. Jangan merasa terbebani ya..” pesan singkat ken tadi malam

“terima kasih sayang” jawab kalia barusan

“aku telpon sebentar ya..?”

“iyah”

“asalamualaikum kal”

“waalaikumsalam ken”

(diam beberapa detik)

“kok jadi begini sih?” taanya ken

“lah? Terus gimana?”

“gak suka aku kalau begini sayaang”

“kan biasanya juga begini”

“gak dong”

“gimanaaa? Aku harus gimana ken?” tanya kalia lembut

“apa kek sayang”

“deuh, umur udah segini masih aja clingy”

“aku begini Cuma sama kamu loh kal”

“iya sih. Terus gimana? Kamu gak kemana-mna hari ini?”

“gak kal, aku males kemana-mana. Tapi pingin jalan sama kamu sayang. Mau enggak?”

“hmmmm, aku pingin ngobrol sama vania deh sayang. Kita gak usah jalan hari ini ya… gimana?”

“hmmmmm, ngobrol sama aku aja napa sik”

(manja klilah si laki-laki sebiji ini, hadeeeeeh)

“ngobrol sama kamu tuh udah tiap hari ya,,,btw. Masa iya aku ngobrol ke vania aja gak bisa. Lagian aku gak hanya mau curhat kali, ada obrolan tentang kerjaan jua yang harus di diskusikan bareng dia. Ada beberapa masalah beberapa pasienku yang seinget aku vania udah pernah nangani pasien dengan kasus yang sama kek pasienku sayang” kata kalia Panjang lebar

“nanti malem deh kita ketemu ya. Dari rumah vania aku jemput kamu” sambungnya.

“masa kamu yang jemput aku?”

“terus?, kan sekalian jalan sayang. Ngapain kamu bolak balik?”

“iya ya…. Kalau gitu aku nongkrong bareng bagas dan danar ya…”

“nah, begitu aja kali sayang. Eh, emang mereka luang?”

“luang, cewek mereka lagi ke luar kota semua, ada urusan keluarga”

“oke”

“sayang, kamu aku anter aja ya….nanti biar aku jemput”

“ken, plis. Aku pingin nyetir sendiri”

“nanti kalau ada apa-apa gimana?”

“ya…kamu jangan do’ain yang jelek gitu dong”

“aku kan khawatir”

“kek ABG deh”

“gak gitu sayang. Aku tuh mau kamu aman terus”

“iya aku tau. Kamu tuh se sayang itu ke aku. Tapi plis deh ah. Aku mau nyetir sendiri. Nanti aku kabrin terus ke kamu sampe aku duduk di sofa vania”

“beneran nih?”

“Kenzi Ardana Abiputra”

“iya..iya.. kabarin aku terus ya…”

“iyaaaa.”

Sebelum berangkat menuju rumah vania. Kalia menghubungi sahabtanya terlebih dahulu. Khawatir vania tidak ada di umahnya ataupun sedang ada kegiatan yang tidak bisa di ganggu gugat.

“van, di rumah gak?”

“ada nih. Kenapa? Mau kesini? Ayooooo, mama lagi bikin bakso. Kebetulan banget”

“belum juga aku jawab keuleus”

“kan biasanya kamu tuh begitu, nanya “dimana”. Pasti karena mau ketemu aku kan?”

“PD banget. Hahahha”

“terus”

“yaudah, aku ke rumah ya…ini udah OTW”

“dasar kakaaaaaaal”

Kaliaa hanya tertawa sambal masuk ke dalam mobilnya.

15 menit kemudian. Mazda 2 skyactiv hitam milik kalia terparkir di halaman rumah vania di perumahan permata jingga.

“Assalamualaikum mamaaaaa” sapa kalia ketika bertemu dengan Yanti. Mama vania.

“waalaikumsalam, kaliaaaaa, kok gak ngabarin mama kalau mau dating?”

“iya, aku gak ngabarin. Tapi aku ngabarin vania kok mam”

“vania ini kebiasaan”

“haaha, slow dong mah. Kata vania mama bikin bakso kesukaan aku ya?”

“naaah iyaaa.. nanti mama siapin ya..”

“iya mah. Aku langsung ke vania dulu ya…mah”

“iya dah”

Pintu kamar terbuka. Dan kalia mendapati vania yang sedang sibuk dengan buku novelnya sambal tengkurap pada ranjangnya. Tidak ada pergerakan sama sekali. Karena pasti dia sdang memkai TWSnya dengan volume music yang cukup keras.  (seperti biasaaaa)

“heh!!”

“loh, koku dah nyampe? Aku kkira masih beberapa jam lagi kal”

“enggak ya…aku kan selalu tepat waktu kaleeee”

“haalah, sok tepat waktu. Kalau janjian sama aku pasti molor kok”

Kalia hanya nyengi kuda sambil menjulurkan lidahnya.

“tadi di anter ken?” tanya vania

“enggak, aku nyetir sendiri”

“teumben di bolehin. Biasanya kemana-mana kudu di anter dia?”

“dia lagi ngumpul bareng teman-temannya. Jadi aku berangkat sendiri aja van. Biarinlah dia quality time dengan teman-temannya”

Wajah vania hanya menatap dengan keanehan yang nyata (tumben) kali ini tidak ada sumringah yang berlebihan dari kalia. Biasanya kalau di pncing buat ngomongin kenzi pasti ada binar mata yang tidak bisa di tuliskan (halah)

“kalian berantem?”

“enggak van. Baik-baik aja”

“boong ah, pasti lagi gak enakan. Klian tuh sama-sama udah 3 tahun kal. Kalau karena permaslahan kecil pasti gak sampe segininya”

“hmmmm, huft!! Bingung aku van”

“kaaaaan. Ada apa? Emang se rumit itu? Cerita dong”

“kenzi ngajakin aku nikah van”

“waaaaaaahh, sumpah!! Bagus dong kal. Terus kenapa gak sumringah? Kan cita-cita semua orang loh di ajakin nikah sama pasangan sendiri” timpal vania

“tapi aku selalu nolak kalau ken membahsa soal itu van”

“kenapa?”

“aku takut van, cerita keluargaku se buruk itu”

“sudah aku sangka pasti karena itu”

“kamu paham kan?”

“paham kal, tapi ken udah tu belum khawatirmu seperti apa?”

“belum aku kasi tau secara gambling sih. Cuma dia tau trauma dan sebabnya apa”

“van, aku tau. Kenzi pasti mengjakmu membicarakan tentag pernikahn bukan pertama kali ini aja kan?

Kalia mengangguk.

“dan sebenarnya bukan karena kenzi dan keluarganya yang buat kamu males ngomongin tentang pernikahan” sambung vania

“aku tuh tau kenzi sgitu cinta dan sayang . apalagi dia cukup dekat dengan orangtua dan saudara-saudaranya. Tapi, aku tkut aja ke depannya malah tidak sesuai dengan ekpektasi kenzi. Makanya banyak hl yang masih aku sembunyikan dari kenzi van”

“kenzi akhirnya tau kalau kamu banyak menyembunyikan cerita hidupmu kal? Hebat banget, padahal hubungan kalian udah 3 tahun lamanya. Dia gak pernah nanya se dalam itu? Kalau tentang keluaganya kamu tau semua?”

“kenzi selalu menceritakan apapun, bahkan yang menurutku tidak terlalu penting untuk ketahui pasti dia akan ceritakaan van. Kadang-kadang aku merasa aneh ke knzi kok bisa dia menceritakan banyak hal. Padhal aku tidak pernah bertany sampai terlalu dalam”

“kal kal, kamu nih beneran goblok ya… cowok kek kenzi itu juwarang banget loh. Tapi iya juga sih ya…selama ini juga kalau ada apa-apa pasti kenzi yang paling banyak mengalah”

“bacot kau!!”

“hahahahaha. Tapi bener kan?”

“iya. Aku pantes gak sih dapetin kenzi yang begitu van? Dia itu terlalu baik untuk aku yang begini” wnita berkerudung pashmina berwarna biru itu pun menunduk.

“kal, ungkapkan semua hal yang kamu khawatirkan itu. Yang menjalani itu kalian berdua. Kamu kan menyadai soal itu kan?”

“iya, aku obrolin dari A ke Z ya… ke kenzi”

“obrolin lah. Kenzi kan bukan anak kecil. Dia sudah cukup dewasa. Pun kamu udahh harus tau alasan ap yang selama ini bemain ke kepala kamu yang pinter itu. Kamu mempertanykn itu kan kal? Tanya langsunglah ke kenzi. Kan dia yang punya jawabn pastnya”

“hmmm oke deh”

Akhirnya pembicaraan tentang kenzi dans egala gundahnya sudah usai. Akhirnya pembicraan lain pun berlanjut. Mereka berdua sudah saling tukar cerita. Hingga waktu mencapai sore.

Handphone kalia berdering.

(Kenzi (love) begitu nama panggilan yang tertera.

“halo ken” vania yang menjawab.

“loh, kalia mana van?”

“ketiduran dia ken. Abis nonton film hahaha”

“owalah. Yaudah biarin aja kaalau gitu. Nanti kalau dia udah bangun suruh hubungi aku ya…van. Karena aku udah mau berangkat. Aku tunggu-tnggu malah belum ada kabar dari kalia”

“tau tuh, padahal tdi dia juga bilang kalau mau ketemuan lagi dengan kamu. Tapi malah ketiduran”

“gak apa-apa deh. aku jemput langsung ke rumah kamu aja van. Kebetulan Bagas mau ke arah rumh kamu juga”

“dasar!, yaudah kesini aja”

“okey. Kalia gak usah di bangunin van”

“iyaaa bro!!”

1 jam kemudia kalia pun terbngun dari tidurnya. Dia sendirian di kamar vania. Sedang di luar jendela sudah menandakan malam hari. Kalia langsung terduduk dan memeriksa handphonenya. Menelpon Ken.

“sayang. Aku ketiduran”

“gak apa-apa kal. Jadi jemput aku gak? Atau aku yang ke rumah vania?”

“ngaain kesini. Kan aku yang janji mau jemput kamu”

“oke aku tunggu sayang. Jangan ngebut ya…”

“oke. Bye”

Handphone langsung di msukkan ke dalam tas kalia. Dia mencari vania. Tapi pasti sedang Bersama mma. Akhirnya dia ke kamar mandi untuk sekeddar mencuci muka setelah itu langsung memakai pshminanya. Begitu keluar kamar dia terkejut karena melihat kenzi sedang duduk di sofa keluarga vania sedng ngobrol dengan mama, papa, dan mas kaisar.

“loh?”

“waaaaahhh, udah selesai ternyata. Udah sampe mau tumbuh ubannya kenzi nungguin kamu kal” kata kaisar. Semuanya pun tertawa.

Kalia hanya senyum-senyum simpul

“kenapa gak bangunin aku sih?” tanya kalia sambil duduk di samping vania.

“lakikmu yang ngelarang”

“adooooohhh, so swit bangeeeeeeedddd” kata papa, mama, vania dan mas kaisar serentak.

Kalia langsung tertawa terbahak-bahak. “apaan sih kalian”

Memang sudah begitu dekatnya persahabatan kalia dan vania selama 10tahun terakhir. Aplagi di tmbah keadaan keluarga klia yang sudah menyedihkan. Membuat keluarga vania menyambut kalia dengan sangat terbuka hingga menganggap kalia sebagai anggota keluarga mereka juga.

“ken, kapan lu nikahin kalia? Keknya udah lama loh hubungan kalian ini?” tanya mas kaisar

“tanya aja sendiri ke kalia bang. Gue udah bolak ngajakin dia nikah” jawab kenzi sekenany aja

Akhhirnya semua mat tertuju kepada kalia.

“kaaaaaannn, pasti pada  kepo. Nanti-nanti jika waktunya tiba pah, mah, mas” kalia menjawab dengan malas.

“YAELAH!!” kata mereka serentak

Sudah tidak mengejutkan dengan respin mereka.

“ayo ken, berangkat. Kalau gak nanti semakin di introgasi mas kaisar wleeeee” kalia dengan mimic menjulurkan lidahnya

“kalau kail masih banyak alasan, Tarik paksa aja ke KUA ken” kata kaisar

“siap mas!!” jawab kenzi dengan semangat

“gila” kata kali sambil menyalami papah Faisal, mamah yanti dan memeluk vania

“jangan lupa sampein yang kita bicarakan tadi kal”bisik vania

Kalia hanya mengangguk sambil mengacungkan jempol

“gue gak lu salamin kal?” tanya kaisar

“ogah!! Mas kaisar bau belum mandi” acuh kalia. Semuanya tertawa.

“pamit dulu ya…semuanya. Assalamulaikum” ucap kenzi. Sambil berlalu keluar rumah

“sayang, kunci mobil” pinta kenzi

“o..iya, sebentar” kat kalia sambil merogoh tasnya. “nih”

Tak lam pintu mobil depan sebelah kiri di bukakan oleh kenzi sambil mempersilakan kalia untuk naik ke dalam mobil.

Kenzi selalu melakukan itu, walaupun kalia selalu menolak dengan kalimat”aku bisa sendiri”. Nyatanya. Kenzi tidak selalu merespon dan tetap melakukan hal yang sama selama 3 tahun kebersamaan mereka.

“kita kemana jadinya?” tanya kenzi

“gak tau, aku juga bingung” jawab kalia

“kebiasaan kamu ah”

“hahahaha. Yaudah, jalan aja dulu sayang. Nanti juga nemu tempat yang menginspirasi”

“ah, kamu selalu bilang begitu. Nanti ujung-ujungnya malah pulang ke rumah kamu”

“hahaha, iya ya..?”

“aku tuh udah hafal dengan kamu sayang”

“terus kemana dong? Masa kamu gk ada ide” tanya kalia

“hmmmm, yaudah aku bawa aja ya…tapi gak boleh protes”

“iyaaa sayang”

Tangan kanan kalia langsung di genggam oleh ken. “kangen” katanya.

Kalia hanya tersenyum mengiyakan sambil mempehatikan laki-laki di sampingnya itu.

“kenapa sayang? Kamu jtuh cinta ke aku udah berapa kali?” tanya kenzi

“ya..Allah Kenziiiiii. PD banget” teriak kalia

“lah kamu. Diam-diam ngeliatin aku”

“kamu kenapa gak kasi tau kalau udah di rumah vania tadi?” kalia mengalihkan pembicaraan

“sejam aku nunggu kamu kal?”

“hah?!? Kenapa gak nyruh vania bangunin aku ken?”

“kalau aku nyuruh vania, ya..aku gk bisa ngbrol ke keluarga vania dong, keburu berangkat dengan kamu jadinya. Biasanya kan aku kalau jemput Cuma di depan rumah vania aja kal”

“iya sih. Seru tadi ngobrolnya?”

“seru sayang. Apalagi pas mas kaisar datang. Makin nglor ngidul. Ah, sayang banget kamu keburu keluar kamar. Jadi obrolan kami terputus”

“yeeeeee” sahutan kalia sambil di warnai tawa oleh kenzi

“tadi kamu kumpul sama siapa aja ken? Bagas dan Danar kan? Cuma bertiga aja?” tanya kalia

‘huum, kayk yang tadi aku sampein ke kamu sayang” jawanb kenzi

“iya deng, kamu kan tadi udah nyampein ke aku ya? Terus, ngobrolin apa?”

“hmmm, gak ada yang jelas, ngalo ngidul aja. Kalau enggak akrena Danar di telpon sabrina, keknya gak akaan selesai cepat kami. Kebetulan bagas juga pas akua jak cabut juga mau, kebetulan dia ada janjian dengan teman SMA-nya, dan rumahnya dekat vania. Jadi aku sekalian minta anter”

“ooo gitu, pantesan kok tumben cepet banget. Bias any kan kalian kalau ngobrol bisa lam banget. Makanya aku nawarin buat jemput kamu aj gitu, eh, Taunya kamu duluan yang jemput aku”

Ken hanya tersenyum dan mengusap kepala kalia.

“kamu gimana sayang? Ada dapet inside baru dari vania. Pasti kamu sudah nyeritain tentang kita kan? Tanya kenzi balik

“hmmm, huum” jawab kalia sambil mengangguk dan tetap melihat ke depan.

“terus?”

“gak da terusannya. Gitu-gitu aja sih. Abis itu kami ngobrolin tentang pasien ken”

“ah, kamu selalu begitu” sambil melepas pegangan tangannya.

Fyi, kenzi memang lebih ekspresif daripada kalia yang cenderung lebih dingin dalam bersikap.

“ngarep apa kamu hey” kata kalia sambil mengambil tangan kenzi lagi.

“tau ah, terserah kamu”

“hahahhaa, kamu tuh ya..kalau ngambek begini. Lucu loooh” goda kalia

“tau, gak denger”

“iya iya, di god begitu aja loh” kalia sambil menowel dagu kenzi

“aku tuh ngobrolin tentang ajakan kamu itu loh sayang. Dan aku meragukan banyak hal tentang perikahan kan sebenarnya sudah lama banget. Kamu tau itu lah, kan ajakan kamu ini bukn sekali 2 kali.”

Kenzi mengangguk sambil mengusap tangan kalia

“sayang, ternyata vania membuka mata dan pikiranku ketika dia tanya apa yang membuatku taky akin dengan ajakan itu. Hubungan kita juga kan sudah tergolong lama. Dan tidak ada alasan untuk menunda terus. Kamu juga kan bukan untuk bermain-main dengan aku. Ya…kan?”

“iya. Itu kamu tau” kata kenzi

“sebenarnya da trust issue yang aku rasakan sayang. Dan vania suruh aku untuk membicarakan hal it uke kamu. Harus terbuka katanya”

“iya. sebentar. Kal, kayaknya kita bisa sambil duduk du café aja ya… biar lebih terasa intimate gitu. Aku mau liat kamu lebih dekat jadi gak usah sambil nyetir gini loh. Tuh ada café” putus kenzi

“iya deh. Aku juga mau sambil ngemil n minum apa gitu sayang”

Mobil mereka berhenti di parkiran Café bukit delight. Mereka langsung memesan makanan ringan dan minuman saja.

“kita lanjtin yg tadi sayang” pinta kenzi

“smpe mana tadi?” tany kalia

“baru juga 5menit lalu, langsung lupa hahahha”

Kalia cemberut

“jangan cemberut gitu, nanti aku unyel-unyel nih pipi kamu. Sampe harus tebuka tntang trust issue tentang pernikahan yang kamu pikirn selama ini”

Kalia hanya tersenyum sambil memainkan jari jemari kenzi.

“iya sayang, jadi ak tuh memang sudah selalu curiga dengan dunia pernikahan karena melihat problema ibu dan ayah yang berpisah kan. Aku tuh merasa penkahan hanya omong kosong saja”

“hmmmm”

“kamu marah sama aku? Karena aku nyembunyikan hal itu ken?”

“kecewa dikit sih hehehe. Kenapa hal penting begitu gak kamu sampein ke aku sih kal?”

“aku takut ngecewain kamu. Tapi malah karena aku pendam buat kamu kecewa ya?”

“sayang aku merasa tidak di percaya sama kamu loh. Padahaal sejak pertma jalin hubungan ini juga kan kita sudah komitmen untuk saling ngungkapin apa yang sedang mengganjal di hati” singkat kenzi

“keen, sori sayang”

“hmmm,gak apa-apa. Yang penting sekarng aku udah tau. Jadi gimana? Apa yang harus kita selesaikn terleebih dulu sayang? Nanti selesaikan Bersama”

“aku sebenarnya takut kamu dan keluarga malu dengan silsilah keluargaku yang hancur lebur itu ken. Karena aku liat pada beberapa pasienku yang depresi sebab permaslaahan rumah tangga dan komunikasi dengan pasangannya. Ternyata pada beberapa kasus malah bermuara karena hasutan dari keluarga lain dan menganggap bahwa pasangan yang hadir dari keluarga broken home itu akan menciptakan rumah tangga yang brokenhome juga” jelas kalia dengan Panjang lebar

Kenzi hanya diam dan menghembuskan nafasnya. Tapi dia juga sambil menarik tangan kalia yang sedang menunduk.

“kal, liat aku”

Kalia pun mengangkat kepalanya. Matanya berkaca-kaca. Sedih luar biasa walaupun ada lega.

“kal, kita sudah Bersama selama 3 tahun. Kamu udah kenal hampir semua anggota keluargaku sayang. Mereka senang bukan main ketika aku menyampaikaan ingin menikahimu. Bahkan kata Tante Laila, Tante keisya, dan Om Bram akan memberikn hadiah khusus untuk kamu. Oma Rahma dan Oma Zainab yang paling gak sabar. Kamu sudah sangat di terima dengan baik dalam keluargaku kal. Mereka udah tau latar belakang keluarga kamu. Mama yang menyampaikan”

Kalia terkejut.

“iya mama yang menyampaikan plus sebabnya karena apa. Hanya bagian yang lumrah aja kok sayang. Mama juga tau kalau hal seperti itu memiliki Batasan untuk menyampaikan ke orang lain. Kal, kamu harus tau apa respon mereka kala itu “oooo, ya,,..wajar kak mereka berpisah. Tapi kayaknya bukan masalah penting sih. Kalia sudah sangat bagus karakternya. Menyenangkan kami. Soal urusan keluarganya itu juga bukan kemauan kalia. Yang penting kenzi, kakak, dan abang dapat menyayangi dan jangan sampe macem-macem ke dial ah, pasti yang dia rasakan dulu jauh lebih menyiksanya, masa iya mau dapet keluarga baru malah membuat luka lagi?”

kenzi menceritkan itu dengan tetap mengusap tangan kalia dengan lembut.

Air mata kalia menderas. Ada rasa sesal karena sudah berpikiran buruk tentang keluarga kenzi.

“maaf” hanya sepatah kata itu

Kenzi memberikan tisu kepada Wanita kesayangannya, kalia menerimanya.

“gak ada maaf-maafaan sayangkuuu. Lagi gak lebaran ini” goda kenzi

Kalia hanya tersenyum.

“kita makan aja yuk, keburu dingin ini pesanan kita” ajak kenzi

“nanti kita sambung lagi ya.. kamu kan laper” sambung kenzi lagi

“iya” jawab kalia singkat

30 menit kemudian mereka sudah berada di mobil

“mau langsung pulang atau masih mau jalan-jalan lagi sayang? Tanya kenzi

“hmmmm, aku pingin jalan ke Batu ken. Muter-muter aja deh”

“kebiasaan kamu, muter-muter mulu kesenengannya” kenzi smabil menowel hidung mungil kalia. Kalia hanya tersenyum.

“aku pengen jalan-jalan lagi kenziiii”

“iya iya, jangan lupa seatbelt kamu pasang”

“okey!!!”

Mereka mengitari perjalanan menuju Batu sambil ngobrol banyak hal. Hingga mendekati alun-alun Batu lalu berhenti sebentar.

“sudah di Batu nih. Mau ngapain kita kal?” tanya kenzi

“gak tau, akum au liat orang yang lagi lalu Lalang aja sih” jawan kalia

“kal…kal” tangan kenzi mengusap kepala Wanita berkerudung pashmina berwarna cream itu.

“ken” panggil kalia

“iya sayang”

(tatapan mereka hanya ke depan mobil saja)

“beneran keluarga kamu kasi tanggapan itu untuk aku?”

“iya, masa aku bohong?”

“aku gak akan maksa kamu sayang. Bilang aja kamu siapnya kapan. Atau sambil jalan nanti. Mana tau kamu butuh menguatkan hati lagi”

“aku maunya sekrang kamu ajak aku nikah” ucap kalia tanpa basa basi.

“loh?!?” kaget kenzi

“iya kenzi. Ayo kamu lamar aku”

“hhahahaha”

“beneran udah siap ya?”

“iyaa”

“cepet banget berubahnya?”

“padahal baru tadi pagi kamu nolaknya kaal”

“yaudah, gak usah deh”

“haahahahaha” tawa kenzi renyah

“pulang aja yuk, udah malem sayang” ajak kenzi dengan wajah tidak merasa bersalahnya

Kalia hanya mengangguk saja. Sambil mengatakan 1 patah kata “yok”

Setelah itu mereka diam seribu Bahasa hingga kalia sampai di rumahnya.

“bawa aja mobil aku ken” suruh kalia sambil membuka mobilnya

“hati-hati ya..” sambungnya

“iya. Yaudah, kamu istrahat ya.. bye kal”

“iya, kamu juga ken.bye”

Ketika di rumah, kalia langsung membersihkan bersih-bersih dan mengganti pakaian serta skincare yang rutin dia gunakan.

Tiba-tiba notifikasi handphonenya berbunyi.

 


 Kalia hanya menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Dia masih heran dengan pernyataannya sendiri kepada kenzi. Bahkan kal sendiri kaget, dia yakin kenzi juga tidak kalah terkejutnya. Namun, yang semakin mengherankan, kenapa kenzi menunjukkan gesture tubuh yang terlihat tidak menyambut terhadap usulannya tadi.

Sekarang? Dia menuliskan “love u” pada pesan terakhirnya di malam ini? Apa dia tidak apa-apa? Atau hanya rutinitas saja. Ah, kalia hanya menatap layer handphone dan menatap nanar kepada chat kenzi itu. Smua pertanyaan seakan-akan menari di dalam benak dan pikirannya.

Tadinya kalia ingin tidak telalu memikirkannya tapi lama kelamaan malah semakin berisik dalam pikirannya. Sebenarnya kalia tidak ingin membuat isi kepalanya semakin tak tentu arahnya dengan cara mencari kesibukan dan memeriksa laporan-laporan yang biasanya di berikan admin klinik untuk janji-janj dengan pasiennya esok hari.

Namun, kekuatan kalia pecah. Dia nekat menghubungi vania via WA yanga walnya hanya memastikan sahabatnya itu masih terjaga atau sudah tidur.

 


 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...