Tadi malam setelah menyelesaikan
salahsatu tulisan yang harus saya tuliskan pada blog ini, saya membuka account
X..jpeg)
Sumber: Pribadi
Ternyata “narabahasa” (sebuah account yang sering memberikan literasi tentang dunia literasi Bahasa) sedang melaksanakan “Space” kalau di platform youtube ataupun yang lainnya lebih dikenal dengan “Podcast”. Sebenarnya saya belm pernah mengikuti space itu, tapi entah kenapa, tadi malam ingin ikut saja.
![]() |
| sumber Pribadi |
Ternyata yang menjadi bintang tamunya adalah Kak Ollyjayzee. Orang-orang yang terbiasa mendengar nama beliau dan membaca karyanya pasti akan mengenal tentang karya yang sudah beliau lahirkan. Dan tim Narabahasa akhirnya mengundang beliau untuk menjabarkan tentang pengalaman beliau yang telah melahirkan belasan karya tulis dalam bentuk novel fiksi dengan genre romantis baik dalam bentuk digital ataupun fisik.
Ternyata saya baru paham
beliau memang suka dengan dunia tulis sejak kecil dan dulu sering mengirimkan
hasil tulisannya pada beberapa majalah anak. Namun, hobinya itu sempat tertunda
karena beliau bekerja pada sebuah perusahaan jadi tidak bisa fokus menghidupkan
Kembali blognya.
![]() |
| Sumber: Pribadi |
Lalu, ketika sudah resign dari kerjaan akhirnya beliau melanjutkan hobi menulisnya itu dengan niat agar semakin banyak aktifitas yang bisa membuat lebih produktif. Selain, beliau jug sebenarnya memiliki berbagai macam organisasi yang beliau perhatikan, namun ternyata kecintaan beliau terhadap dunia kepenulisan tak pernah surut.
Ada hal yang cukup membuat
saya terperangah ketika beliau menyampaikan alasan serius menjalani dunia
kepenulisan. Karena beliau menyukai aktifitas membaca dan sering sekali ada kata,
kalimat, tanda baca bahkan hingga alur yang tidak sesuai dngan kemauannya yang
menjadikan beliau semakin semangat melahirkan karya.
“kalau tidak kita yang menciptakan sesuai
kemauan, mau berharap sama siapa?” sambung beliau. Saya hanya mengangguk saja, memang
masuk akal ya.. misal: ketika sedang menonton juga, peran yang kita ingini
seharusnya sesuai dengan kemauan penonton. Nyatanya penulis scenario mengharapkan
berbeda. Begitu juga dengan penulis, belum lagi jika kita sedang membaca. Ada aja
gitu komentar dari hati yang ingin mengkritik padahal mungkin gaya menulis si
penulis itu memang sepeerti itu. Bila ingin sesuai dengan seleramu ya…ciptakan
saja sendiri hahaha
Lalu, yang juga menarik
dari pertanyaan moderatornya tentang “mood” sebagai penulis. Apkah itu
berpengaruh pada setiap tulisan yang kak olly ciptakan? “hmmm, soal mood ya…seharusnya
kita tuh bisa loh mengatur mood sambil berpikir kalau kita th seharusnya jangan
mau di atur oleh mood. Soal komitmen menulis kan kita sendiri yang buat dan mau
tidak mau uka tidak suka memang seharusnya kita pegang janji itu dengan terus
menulis setiap hari walau hanya sedikit kat yang akan kita tuliskan. Tujuannya agar
ide itu tidak mandek dan memang harus di paksa. Biasakan juga untuk selalu
memilah milih mana yang harus kita prioritaskan dalam pikiran. Jangan semua
energi kita serap, apalagi di era sekarang. Informasi dan peluang kita untuk
memberikan komentar terhadap apa yang terjadi kan sangatlah besar. Tapi piker lagi,
semua itu punya efek gak untuk hidup kita atupun karya yang mau kita ciptakan? Bijaklah
dalam mengatur mood”
Sangat tertohok ketika
beliau membahas itu. “kalaupun memang mood sudah tidak bis akita atur, carilah
kesibukan yang membuat kita terdistraksi. Misal nonton, baca novel, masak
ataupun tidur. Asal tidak berlarut sampai tidak bergerak sama sekali” sambung kak
olly
Selama ini saya juga
termasuk orang yang sangat menomor satukan mood. Tapi, pas mendengarkan nasehat
itu, mlah membuat saya semakin semangat. Jaga Kesehatan itu adalah intinya. Yok,
jadi penulis yang bisa menghasilkan karya yang sesuai dengan hati. Agar esensi
karya tersebut sampai kepada orang lain dengan niat kita masing-masing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar