Cintai Diri Sendiri

pinterest.com


Sudah hampir 11 tahun menjalani hari-hari sebagai seorang istri dan juga ibu. Nyatanya membuat saya tidak bisa memberikan banyak efek untuk kehidupan ini. Saya merasanya begitu sih ya...

Bukan tanpa alasan sih sebenarnya. Karena saya merasakan hal yang sama, kayaknya kehidupan selama itu tidak membuat saya jauh lebih baik karena keegoisan diri sendiri yang susah banget mengaturnya. Apalagi dengan karakter saya yang sangat keras kepala ini. Akhirnya membuat saya berpikir untuk melawan semua hal yang menjadi ketakutan-ketakutan saya selama ini.

Yang dirasa dalam belasan tahun ini adalah nyatanya saya banyak belajar, namun minim eksekusi. Sedangkan ilmu itu selalu berkembang selama 5 tahun terakhir, cara lama mungkin tidak akan bekerja lagi. Walau saya yakin jika cara baru selalu berganti, agaknya lambat laun cara baru pun akan mengadopsi cara lama yang terlhat sangat suram,walau dengan polesanyang berbeda.

Dan sekarang saya rasakan sendiri, setelah banyaknya ilmu yang di serap, sepertinya dan mungkin harus segera eksekusi apa yang sudah saya dapatkan selama ini. Jangan ada kata tapi, dan harus saat ini. Namun, tetep mengikuti kata hati. Mana yang cocok itu yang memakai kata kunci yang sudah tersimpan sekian lama.

pinterest.com

Kembali ke masa pernikahan selama belasan tahun ini, ternyata setelah di pikir-pikir saya banyak menghabiskan waktu untuk menyelesaikan diri sendiri saja. Pun puncaknya di beberapa bulan terakhir tahun 2023. Ya..menghabiskan waktu sekitar 6 bulan hanya untuk menyelesaikan permasalahan diri yang mengalami gerd dan enxiety disorder.

Ternyata gangguan-gangguan itu terjadi karena diri sendiri yang lebih banyak menyimpan egoisme diri. Egois atas obsesi yang tak kunjung menyesuaikan dengan semangat diri. Bertumpu pada angan namun minim eksekusi juga membuat setres diri sendiri. SIAPA SURUH?

Sering mentertawakan diri sendiri adalah passion saya. Hingga tak ada yang dapat menyembuhkan diri ini selain ya...diri sendiri. Sembuh itu hanya diri yang dapat memprossnya, walau tetap saja membutuhkan bantuan dari orang lain pastinya. Saya pribadi tidak menolak, tapi setelah disadari orang lain diluar diri sendiri tidak dapat mampu memahami keresahan yang di rasakan. Pun, ketika saya menjabarkan “rasa” itu.

Selama 6 bulan terakhir saya menjabarkan sedikit demi sedikit penyebab “sakit” yang saya rasakan. Apa resah yangpaling mendominasi hingga menggerus kesehatan saya selama ini. Nyatanya setelah di pelajari. Dropnya tubuh bukan karena 1 sebab, tapi juga banyak sekali sebab yang selalu dibiarkan menjadi tumpukan juga di sepelekan rasa yang di terima.

pinterest.com

Nyatanya tak semudah itu menumpuk masalah, kalau tidak di sentil “rasa sakit” sepertinya saya juga akan terus berkecimpung hingga lebur dengan rasa sakit itu. Membiarkan luka tanpa menyembuhkannya akan menjadi penyakit semakin akut. Begitu juga dengan permasalahan. Setidaknya ketika kita tidak bisa percaya dengan manusia, biarkan masalah itu mengendap sembari pasrah kepada Allah.

Memang tidak semua masalah dapat di selesaikan pada saat itu juga. Terkadang ada masalah yang memang harus di biarkan, dan berharap agar waktu yang dapat menyelesaikannya. Namun, nyatanya saya sendiri lupa meminta kepada sang pengatur kehidupan saya. Meminta untuk di bantu di tenangkan hati.

Banyak sekali cara menyelesaikan tanpa memikirkannya. Cuek dan menyibukkan diri dengan hal lain juga adalah cara paling manjur. Cari aktifitas yang mebuat sibuk, jangan terlalu terpaku, jangan diam dan mendiamkan keadaan. Ngapain aja asal itu positif. Lakukan dengan baik.

Yok, jadikan tahun ini menjadi tahun yang lebih produktif dan menciptakan karya.

pinterest.com


berisik kepala bikin "resik"

Berisik kepala itu kan tercipta karena kumpulan resah yang cenderung lebih sering terbiarkan dan kemampuan untuk menyelesaikan malah di perlambat yang akhirnya menimbulkan tumpukan yang tak kunjung menemukan penyelesaian.

Resah karena banyaknya isi kepala yang semakin menumpuk dan tak tentu arahnya kemana. Dari problema pribadi, lingkungan terdekat dan problema pelik lainnya. walaupun, ketika di ingat-ingat lagi, sebenarnya tidak ada tekanan sama sekali, namun cukup membuat berisik kepala, karena tidak kunjung di selesaikan 1 persatu. 

Agaknya untuk orang yang mudah tertekan dan terdistraksi pikirannya, emang lebih bijak untuk menyelesaikan satu persatu semua hal yang sudah ada dalam pikiran. Planning yang sering tercipta sekelebat waktu sesegera mungkin untuk di tulis dan di muntahkan perlahan agar tidak mudah menumpuk.

Jangan di tunda lagi, jika sudah menyadari kelemahan diri.

Ah, agaknya semakin paham kenapa Allah memberikan saya "gangguan mental". Butuh waktu hampir 5 bulan untuk berjuang menghadapi semua ini. Ini tidak seberapa daripada yang dihadapi oleh orang lain. Sebab sudah ada yang bisa berdamai dan terbiasa dengan suasana mentalnya hingga bilangan tahun dan mereka bisa keluar dari kondisi itu. Hmmm mungkin lebih tepatnya bukan keluar secara drastis ya.. dan berdamai dengan semua ini tidaklah mudah. Kudu optimis banget dengan diri sendiri jangan terpedaya sekali dengan rasa "tenang" yang sekelebat lalu bisa menghampiri dan dalam hitungan detik bisa buyar dalam sekejap. 

Jangan lagi menyalahkan keadaan yang ada. Sayangi diri!! Karena jika tidak kita mau siapa lagi?

satu lagi pesannya, jika memang membutuhkan ahli lebih baik menghubungi ahli tersebut. nyatanya pemasalahan ini tidak bisa di anggap enteng jika tidak di dampingi dan mendapat support system yang baik dari orang terdekat. pun,jika memiliki support system alangkah lebih bijaknya kita jika menjaga orang-orang yang dengan sukarela menemani tesebut. 


sekali lagim sayangi diri!

btw, "resik" yang di maksud adalah bersih. maknanya bersih-bersih isi kepala yang berisik (hahhaha)

pinterest.com

relaksasi diri

Healing mendadak itu emang lebih mendebarkan gengs. 

Karena selama kebersamaan di Tanggul, saya Sangat jarang Quality time, akhirnya yang kali ini terasa jauuuuuuuuuuh lebih berkesan.

MasyaAllah, Alhamdulillah. 

Jika ditanya apa yang di dapat selama di Tanggul? Saya akan menjawab dengan lantang "memiliki saudara sefrekwensi seperti mereka dan beberapa orang lainnya adalah 1 dari banyaknya anugerah. 

Persoal cerita tak sedap cukuplah sebagai pelajaran, adakah marah? PASTI! Adakah dendam? Hmmmm, untuk apa juga. 

Toh obatnya sudah di lengkapi oleh Allah. Biar waktu yang akan menjawab semua. toh, Allah tak akan pernah dzalim terhadap hamba²nya"

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...