Terima Kasih Diri


Semakin mendewasanya usia ternyata tak serta merta menjadikan diri makin nyaman dengan keadaan, makin banyak tuntutan yang membuat pusing telinga. Berhubung diri sendiri ternyata bukanlah seseorang yang mudah untuk tidak memikirkan pernyataan orang lain. Agaknya pasti bikin ruwet tingkah laku. Belum lagi masa pernikahan yang seperti sedang berada di ujung tanduk.
Kukira pernikahan dapat membuat hati tenang seratus persen, tapi nyatanya tidak sama sekali. Semakin mengenal pasangan ternyata semakin malas berbagi cerita. Belum lagi ia bukanlah orang yang sangat mudah memahami tanpa harus di bisiki terlebih dahulu. Tanpa di nyana rasa hati pun ikut tenggelam dalam kekecewaan.
Belum lagi permasalahan buah hati yang ternyata memutuhkan peekerjaan extra yang tidak akan bisa di gantikan oleh orang lain. Walau sadar diri buah hati, tumbuh kembang serta kebutuhan jasmani dan rohaninya adalah tanggung jawab kita sebagai orangtua. Namun, agaknya hati harus meminta pertolongan pada yang lebih mahir dalam dunia pendidikan. Egoisnya banyak pikiran yang menganggap bahwa diri sendiri mampu.
Dan seiring bertambahnya waktu. Allah meembuka tabir ketidak mampuan diri. Dikarenakan memang tidak ada totalitas dalam menjalanan amanah yang telah Allah beri langsung. Disini pentingnya perndidikan untuk seorang ibu yang tidak akan bisa di dapat jika di dunia sekolah. Semua sudah Allah beri jalan kemampuan sesuai dengan bagiannya masing-masing.
Mendengar “sesuai dengan bagiannya masing-masing” saja itu sudah membuat naik darah. Karena seperti sedang meminum jamu yang super pahit rasanya hingga menggelegar ubun-ubun. Diri ini ingen sekali mengungkapkan pada manusia yang mungkin paham dengan apa yang sedang rasakan. Namun, agaknya orang lain pun akan enggan untuk mendengarkan.
Hai diriku. Terima kasih sudah sekuat ini menasehati diri agar berusaha tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Terima kasih telah menjadi bagian paling waras dalam bersikap, jika tidak di tahan sepertinya raga ini udah hancur lebur karena ingin di hancurkan. Terima kasih juga sudah saar dan selalu berani dalam mngungkapkan perasaan, walau tau banget pasti itu menyakitkan semua orang yang berada sekelilingmu.
Semoga kau tetap kuat ya…. 

Pengalaman Belajar Google Search Console

Menjadi salahsatu member di ODOP batch 9 ini adalah hal yang paling saya inginkan, dengan berbagai macam “halangan” yang sudah disiapkan oleh para penanggung jawab dalam komunitas ini. Tidak bisa main-main dalam menjalani challenge dari mereka, karena tujuan dibentuknya komunitas itu juga sudah jelas, yaitu mencetak penulis yang berkualitas, sudah banyak alumni yang sudah “jadi”.

Dan saya sebagai pemula pastilayh ssangat merasa keder ketika menjalaninya, dan benar saja ketika sudah berada pada puncak kelulusan ternyata komunitas ODOP sudah menyiapkan berbagai macam kelas yang dapat menunjang kemahiran anggotanya dalam hal menulis juga mengoprasikan blog yang sudah menemani kami.

Semuanya tidak ada yang mudah pastinya. Apalagi bagi pemula seperti saya. jika tidak memiliki jiwa berjuang yang kuat lebih baik mundur  saja begitu kata mereka. Karena memang tidaklah mudah, ya seperti yang kita ketaui semua kesuksesan pasti butuh perjuangan yang tidak main-main.

Padahal guru dan suhu yang sudah lama berkecimpung dalam dunia kepenulisan pasti juga sudah banyak melewati aral melintang dalam proses mereka, apa salahnya jika kita bersemangat untuk menyusul mereka dalam puncak kesuksesan yang sudah lebih dulu di gapai oleh mereka.

Ada 4 kelas yang mereka tawarkan kepada kami. Namun saya pribadi hanya mengambil 2 kelas yang sangat “cocok” untuk saya. dan terpilihlah ODOP Blogger Squad yang menjadi salahsatu dari 2 kelas yang saya ikuti. Sudah hampir menginjak bulan ke 2 mengikuti kelas ini.

Dan di minggu ini sudah pada materi ke 5. Yaitu tentang Google Search Console, dan ketika mempelajari ini yang paling menantang, sebab saya sendiri baru tahu ternyata belajar tentang Blog tidak hanya sembarang menulis saja, ada berbagai step yang harus diperhatikan apalagi bagi Blogger yang menjadikan menulis adalah sumber memenuhi kebutuhan hidup, yaps, menulis sebagai pekerjaannya, ternyata belajarnya tidak hanya sebatas menulis saja.

Lalu, Google Search Console ini maksudnya apa? Kalau kak Marita Ningtyas di dalam Blogspedia, fungsi dari Google Search Console adalah: melihat kinerja blog kita dari sisi SEO, melihat cakupan halaman yang terindex di google, melihat hal-hal yang perlu disempurnakan dari sebuah website dan inspeksi URL.

Karena jika sudah mahir dalam menulis dan rajin  untuk menulis dan di publikasikan ke Blog, yang di jabarkan oleh kak Marita itu pasti sangatlah penting, sebab bisa menjadi bahan observasi apa yang diminati oleh pembaca dan followers Blog, bahkan lebih istimewa lagi jika ternyata tulisan kita melalang buana dalam mesin pencari Google sebab masuk di dalam SEO.

Jujur, saya belum mahir soal ini, ini juga tugasnya jadi lebih ke curhat sangking blank banget. Ini kalau dibaca coachers juga bakaldi ketawain sama mereka. Mohon maaf kepada kak Marita dan mbak Jihan, kali ini agaknya saya memang asal-asalan dalam mengerjakan tugas, hanya demi tidak di kick dari grup, tapi saya janji akan lebih banyak belajar lagi, semoga permohonan ini dapat di terima oleh mereka. Haih!! Curhat haha

Takjub sekali ketika membaca jabaran para suhu yang sudah mak cling dalam dunia perblog-an belum lagi yang sudah menerima erbagai macam hasil dari jerih payahnya. Agaknya saya pasti sangatlah jauh dari mereka, tapi semoga dapat menyusul dan pantas dalam menerima hasilnya.

Pesan apa sih yang bisa saya tuliskan? Belajar yang baik ya, jangan asal-asalan dalam belajar dan mengerjakan tugas. Karena bagaimanapun ketika bisa mengeksekusi ilmu akan ada kebanggan sendiri dan pastinya akan membekas dalam ingatan.

Alasan Menulis Blog


Menuliskan alasan menjadi penulis Blog yang sekarang lebih di kenal dengan sebutan Blogger, pasti membuahkan alasan yang sangat rumit menurut saya pribadi sih. Namun, efek dari menuliskan alasan menajdi Blogger tenryata menjadi pemicu terpantiknya api perjuangan yang sudah terlanjur di mulai.

Jujur, berbagai macam bidang sudah saya kerjakan, tapi tidak membuat binar ketika menyelesaikan segala projek yang saya kerjakan itu. Dulu saya tidak paham kenapa terjadi sepeeti itu, namun ketika menelisik berbagai macam alasan yang di utarakan di beberapa tulisan terpublish ataupun tidak pasti selalu menghasilkan binaar mata dan hati setelahnya.

Jadi mengutarakan alasan sudah menjadi bagian dalam menumbuhkan kembali semangat yang sangat sering timbul tenggelam. Apalagi bagi pemula sepeerti saya yang di bulan ketiga ini sudah mulai menampakkan kebosanan tak terelakkan. Dan ketika saya mengumpulkan alasan dalam bentuk tulisan manual ternyata membuahkan hasil, terutama dalam diri sendiri.

Lalu apa saja alasan saya menulis di Blog?

Senang membaca


Saya suka dengan aktivitas membaca, walau masih harus mengukur waktu yang tepat untuk bisa membaca dengan foku, sebab saya sendiri memang masih buruk dalam mengatur wktu untuk kegiatan sehari-hari. Berhubung sangat suka membaca ini jadi menghasilkan kosakata yang berlebihd alam pikiran saya.

Sering overthinking

Jusru karena saya terlalu banyak membaca, ternyata jadi overthinking. Waktu itu belum ada media dalam mengalirkan pikiran yang berlbih itu. Jadilah emosi saya jadi tidak stabil saat itu, padahal posisi saya sebagai istri dan ibu dengan 3 orang anak membutuhkan kestabilan dalam berpikir. Malah karena terlalu banyak input yang di masukkan dalam otak  jadi lebih banyak memikirkan berbagai macam hal.

Dalam menghadapi mental yang kurang sehat inilah aakhirnya saya teringin menyalurkan dalam bentuk tulisan.

Senang menulis

Karena membaca dan seringnya overthinking, malah membuat saya menuliskan dalam buku yang akhirnya hanya tersimpan dalam kenangan saja, karena hingga saat ini di belasan tahun itu saya tidak menemukan diary yang sudah banyak sekali tulisan saya yang sedang galau. Walau dulu isi dari tulisan saya dalam buku tulis berisi tentang menye-menye, namun karena menuliskan itu malah membuat orangtua saya bisa lebih memahami saya hahha

Grogi jika berbicara di depan umum.

Banyak orang yang sangat grogi tampil di depan umum, termasuk saya. nah, menulis adalah hal yang membuat saya nyaman dalam mengalirkan apa yang saya pikirkan, terutama ketika ada berbagai macam tekanan yang tidak bisa disampaikan. Maka saya belajar agar mampu menulis dengan cara yang baik.

Jadi sedikit saja alasan kali ini yang bisa saya bagi kepada pembaca sekalian, semoga bisa di ambil manfaat dari tulisan saya ini.

 

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...