Sebuah Realita Pernikahan

 

sumber: Pinterest

Gejolak dalam pernikahan menjadi sebuah hal yang wajar walau menyakitkan hati. Namun, bisa di minimalisir dengan adanya komunikasi yang wajar. Walau tidak bisa di artikan dengan gejolak negative saja, gejolak yang datang bisa dalam bentuk gejolak positif seperti semakin mencintai pasangan dikarenakan dia paham dengan apa yang kita rasakan.

Dan biasanya yang bergejolak adalah hal negatif, seperti tidak saling peduli dengan keadaan pasangan, tidak memiliki rasa yang lebih atau  merasa hambar dengan kebersamaan yang telah di jalani, atau karena berkurangnya aktivitas mengobrol yang seharusnya lebih intens dilakukan, berhubung kesibukan yang dilakukan setiap orang dan pasangan lebih padat lalu ketika di rumah sudah tinggal lelah yang tersisa, menyebabkan terlewatnya masa saling memberi perhatian.

Padahal rasa penat itu tak hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakan beberapa hal di luar rumah. Yang berada dirumah juga merasakan hal yang sama. Bahkan rasa penatnya bisa lebih berlipat. Disinilah seharusnya komitmen dalam pernikahan harus selalu di perbaiki, agar tidak ada asumsi dalam hati masing-masing.

Meminimalisir gejolak negatif ini bisa dengan mengalah dan tidak mengedepankan ego ingin dimengerti saja. Mengalah bukan berarti kalah, ada yang harus dipertahankan agar pernikahan selalu menguat sepanjang usia. Karena bagaimanapun semua yang telah mengalami masa pernikahan, dan merasakan manisnya awal-awal kebersamaan harus selalu terjaga. Mengalahlah dan minta pertolongan dari tuhan bila perlu pada orang sekitar yang bisa menolong kita dikala ada di ujung tombak, terkadang masalah pernikahan juga membutuhkan bantuan orang lain, itupun sekedar meminta pengarahan saja.

Namun, jika kita termasuk yang keberatan dengan menceritakan hal yang sangat pribadi kepada orang lain, bisa dengan mengingat-ingat kembali masa manis di kala awal perkenalan hingga pernikahan, biasanya sebagian kita pasti menyimpan memori manis dalam bentuk fisik ataupun hanyaa dengan menyimpannya di media social. Itu bisa menjadi obat yang sangat mujarab untuk memaniskan hubungan yang dirasa mulai hambar.

Diamlah sejenak hanya untuk membuat pikiran lebih tenang. Jangan dituruti perasaan negative yangs edang kita rasakan, jika akan membuat perpecahan dan saling menyakiti hati masing-masing. Dinginkan hati dan pikiran terlebih dahulu setelah itu baru deh lanjutkan perbincangan agar mendapat solussi dan semakin membuat erat berpegangan tangan menghadapi hari ke depan.

2 komentar:

  1. Pernikahan memang kadang tak selalu berjalan baik-baik saja, tapi bisa InsyaAllah.

    BalasHapus
  2. Para single memandang pernikahan kayak cerita bahagia selalu, tapi ternyata lebih seru dari itu

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...