Opini tentang Cerpen Kang Heru dan Perjuangan Tan Malaka

 

Tan Malaka. sumber:google

Tugas mingguan kali ini diperintah untuk membuat sebuah opini tentangg 2 buah judul cerpen karya senior-senior kami di komunitas ODOP. Jangan dinyana, saya pribadi adalah orang yang paling sulit untuk membuat sebuah opini dari banyaknya hal yang saya lihat, baca dan dengarkan, apalagi, saya pribadi adalah orang yang terbiasa melakukan curhat di blog. Duh, jadi curhat dong saya huhuhu. Cukuplah membuat paragraph pembuka di ketikan saya kali ini.

Setelah hati dan pikiraan saya ‘mengamuk’ akhirnya saya memutuskan untuk sedikit mengupas karya kang Heru Sang Amurwabumi yang berjudul ‘dari gunung omeh, ke jalan lain di Moskow, menuju hukuman mati di kediri’. Saya membacanya pertama kali 3 hari lalu,  Dari paragraph awal hingga akhir adalah waktu yang sangat membuat saya melongo karena memang belum memahami sama sekali. Beruntung sang penulis menuliskan keterangan di akhir cerpen. Yang menjelaskan tentang seorang pahlawan Indonesia bernama Datuk Ibrahim Tan Malaka, yang lebih dikenal dengan Tan Malaka.

Mengapa judulnya ‘dari gunung omeh ke jalan di Moskow, menuju hukumaan mati di Kediri’ ternyata itu menjelaskan tempat lahirnya beliau, hingga proses berjuang serta belajarnya beliau di Moskow, hingga harus di hukum mati di Kediri tersebab sikap beliau yang tidak mengikuti pemerintah saat itu.

Akhirnya saya mencari tahu tentang Tan Malaka. Mengapa di cerpen kang heru menjelaskan tentang di eksekusinya beliau dengan menembakkan peluru panas ke tubuh tan malaka. Berhubung saya adalah orang yang sangat buta dengan ilmu sejarah dan membaca ilmu sejarah pasti tentang itu-itu saja. Akhirnya saya mencari tahu lebih banyak lagi tentang tan malaka.

Ternyata beliau di anggap sebagai komunis dan pemberontak. Dikarenakan beliau pernah sekolah di Moskow dan sempat mengeluarkan beberapa opini tentang agama dan kemerdekaan. Walau hingga sekarang pun sebagian masyarakaat yang kuraang memahami sejarah pasti akan mengatakan bahwa tan malaka adalah seorangf komunis yang tidak berhak untuk mendapat panggung dalam masyarakat Indonesia, apalagi harus di hormati.

Banyak sekali sumber yang bisa kita kulik di google ataupun buku-buku yang membahas tentang tan malaka di luaran sana. Entah seperti apapun anggapan sebagiaan orang tentang beliau, dan banyaknya teka-teki yang menggelitik. setidaknya kita harus akui bahwa beliau adalah pahlawan Indonesia.

Sebagai penutup dari opini yang sangat tidak nyambung dengan tulisan kang heru ini saya sangat berterima kasih telah di kenalkandengan tan malaka dan akhirnya mencari tau tentang perjuangan beliau, walau tidak secara sempurna yang saya ketahui, setidaknya saya mengetahui saat ini walau sangat terlambat.

1 komentar:

  1. Apalagi disajikan dengan apik, seperti yak belajar sejara, namun seperti melihat film sejarah

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...