Bismillahirrahmaanirrahim.
Kali ini mau
benar-benar curhat, semoga kalian yang membaca tidak merasa bosan di dalam hati
ya… jujur, hari ini adalah sabtu yang cukup repot bagi saya, karena saya harus
mengajar dan memastikan ini itu di rumah, suka Selalu takjub dengan ritme ibu
yang juga bekerja diluar rumah, saya yang hanya menghabiskan waktu paling lama
2 jam saja, capeknya luar biasa, walau menjadi IRT yang full dirumah juga tidak
ada berhentinya, namun, energy jauh berbeda ketika bekerja juga diluar rumah.
Belum lagi dengan banyak fikiran
yang harus saya olah, karena memang sedang mengikuti program One Day One Post dan
dimasa karantina di dalamnya, selama 40 hari konsisten menulis, agar lulus
menjadi member ODOP. Entah kenapa ketika mengikuti challenge ini, saya memang
sumringah sekali, karena saya memang mendamba-damba menjadi penulis yang
memiliki komunitas dan tidak main-main didalamnya.
Jujur, sebenarnya ada seseorang
berpengaruh dalam hal ini, agar saya yakin mengikuti komunitas ini, seorang
member ODOP juga yang kiprahnya sudah tak main-main didalamnya. Bagaimana saya
tahu? Yaa…setelah saya ikut berkecimpung ke dalam karantina ini. Seseorang itu
bernama mbak Jihan Mawaddah, yang saya selalu kepo dengan semua postingannya di
instagram dan juga blog beliau, yang saya tahu blognya beliau ada 2 dan banyak
yang say abaca tulisan-tulisan beliau, terutama buku yang beliau ciptakan.
Menceritakan profile ayah beliau yang berjudul NARASI GURUNDA.
Belum laagi ketikaa mengikuti
instastory beliau yang kebanyakan berisi tentang keberhasilan-keberhasilan
beliau dalam mendapatkan berbagai macaam prestasi dan hadiah yang
menggiurkan……. Saya. Hehhe ya…saya ingin juga mendapatkan hadiah gaes.
Tapi, ternyata taak semudah itu
ferguso.. semuanya ada proses. Mana saya juga sudah terlalu insecure dengan
kemampuaan saya yang hanya masih begini. Tulisan masih berantakan banget. Isi
juga belum tau arah. Jadi saya tidak sempat lagi insecure malah ingin belajar
untuk memperbaiki. “aku ingin mengasah bakat ini dengan lebih baik lagi”. Agar
bisa mendapatkan cuan seperti Mbak Jihan
Tetep aja ujung-ujungnya cuan hahahha
Walau berawal dari alasan yang masih
sangat melenceng, tapi setelahnya ternyata saya ingin memperbaikinya. Sekarang saya Ingin lebih bermanfaat saja
hidup saya sekarang dan masa depan. walau waktu saya lebih banyak berkutaat di
rumah namun ingin menyebar manfaat untuk orang lain, walau prosesnya pasti lama
mudah-muadahan saya bisa menikmati ini, semoga tulisan ini menjadi kenangan
untuk anak saya kelak, mudah-mudahan juga menjadi motivasi untuk mereka, agar
selalu menulis dan menyebar manfaat. Do’akan impian saya ini tidak tergolong
impiaan yang terlalu muluk dan saya konsisten didalamnya

Mba Jihan emang keren si, kalau lomba blog hampir selalu ada namanya didaftar pemenang.
BalasHapusSaya juga sedang berjuang bersama komunitas odop hehehe
BalasHapusTetap semangat, Kak. Semoga kita bisa berproses hingga akhir dan menjadi lebih baik setelah 40 hari ini.
BalasHapussemangat kakak.... semoga bisa konsisten menulis sampai garis finish....
BalasHapusIya, emang gilak tuh Mbak Jihan.
BalasHapustetap semangat Mba. Salut sama perempuan yang full time IRT tapi tetap mau membuka diri dan terus menambah capacity building.
BalasHapusPaling tidak kita juga berharap, kelak anak-anak kita tau jejak kebaikan yg pernah kita tebar
BalasHapusMba jihan itu emang panutan banget sih
BalasHapus