ketika ditanya "kenapa menulis?"

 

picture: pinterest


Bismillahirrahmaanirrahim.

            Kali ini mau benar-benar curhat, semoga kalian yang membaca tidak merasa bosan di dalam hati ya… jujur, hari ini adalah sabtu yang cukup repot bagi saya, karena saya harus mengajar dan memastikan ini itu di rumah, suka Selalu takjub dengan ritme ibu yang juga bekerja diluar rumah, saya yang hanya menghabiskan waktu paling lama 2 jam saja, capeknya luar biasa, walau menjadi IRT yang full dirumah juga tidak ada berhentinya, namun, energy jauh berbeda ketika bekerja juga diluar rumah.

            Belum lagi dengan banyak fikiran yang harus saya olah, karena memang sedang mengikuti program One Day One Post dan dimasa karantina di dalamnya, selama 40 hari konsisten menulis, agar lulus menjadi member ODOP. Entah kenapa ketika mengikuti challenge ini, saya memang sumringah sekali, karena saya memang mendamba-damba menjadi penulis yang memiliki komunitas dan tidak main-main didalamnya.

            Jujur, sebenarnya ada seseorang berpengaruh dalam hal ini, agar saya yakin mengikuti komunitas ini, seorang member ODOP juga yang kiprahnya sudah tak main-main didalamnya. Bagaimana saya tahu? Yaa…setelah saya ikut berkecimpung ke dalam karantina ini. Seseorang itu bernama mbak Jihan Mawaddah, yang saya selalu kepo dengan semua postingannya di instagram dan juga blog beliau, yang saya tahu blognya beliau ada 2 dan banyak yang say abaca tulisan-tulisan beliau, terutama buku yang beliau ciptakan. Menceritakan profile ayah beliau yang berjudul NARASI GURUNDA.

            Belum laagi ketikaa mengikuti instastory beliau yang kebanyakan berisi tentang keberhasilan-keberhasilan beliau dalam mendapatkan berbagai macaam prestasi dan hadiah yang menggiurkan……. Saya. Hehhe ya…saya ingin juga  mendapatkan hadiah gaes.

            Tapi, ternyata taak semudah itu ferguso.. semuanya ada proses. Mana saya juga sudah terlalu insecure dengan kemampuaan saya yang hanya masih begini. Tulisan masih berantakan banget. Isi juga belum tau arah. Jadi saya tidak sempat lagi insecure malah ingin belajar untuk memperbaiki. “aku ingin mengasah bakat ini dengan lebih baik lagi”. Agar bisa mendapatkan cuan seperti Mbak Jihan   Tetep aja ujung-ujungnya cuan hahahha

            Walau berawal dari alasan yang masih sangat melenceng, tapi setelahnya ternyata saya ingin memperbaikinya.  Sekarang saya Ingin lebih bermanfaat saja hidup saya sekarang dan masa depan.  walau waktu saya lebih banyak berkutaat di rumah namun ingin menyebar manfaat untuk orang lain, walau prosesnya pasti lama mudah-muadahan saya bisa menikmati ini, semoga tulisan ini menjadi kenangan untuk anak saya kelak, mudah-mudahan juga menjadi motivasi untuk mereka, agar selalu menulis dan menyebar manfaat. Do’akan impian saya ini tidak tergolong impiaan yang terlalu muluk dan saya konsisten didalamnya 

8 komentar:

  1. Mba Jihan emang keren si, kalau lomba blog hampir selalu ada namanya didaftar pemenang.

    BalasHapus
  2. Saya juga sedang berjuang bersama komunitas odop hehehe

    BalasHapus
  3. Tetap semangat, Kak. Semoga kita bisa berproses hingga akhir dan menjadi lebih baik setelah 40 hari ini.

    BalasHapus
  4. semangat kakak.... semoga bisa konsisten menulis sampai garis finish....

    BalasHapus
  5. tetap semangat Mba. Salut sama perempuan yang full time IRT tapi tetap mau membuka diri dan terus menambah capacity building.

    BalasHapus
  6. Paling tidak kita juga berharap, kelak anak-anak kita tau jejak kebaikan yg pernah kita tebar

    BalasHapus
  7. Mba jihan itu emang panutan banget sih

    BalasHapus

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...