![]() |
| pict: pinterest |
Jangan lagi ada yang tidak bisa mendapatkan kasih sayang yang tidak setimpal. Bukan karena apa, tapi karena tidak bisa lagi memberikan sepenuhnya. Bukan karena apapun, namun, rasanya ingin pergi menjadi hal yang bukan lagi bisa di ungkapkan oleh kata-kata.
Semua hal yang sudah di lewati tidak bisa lagi di
ungkapkan dengan kata-kata. Memang sudah ada ketenangan dari dalam jiwa. Namun,
entah kenapa butuh banget pengakuan atau butuh di validasi walau tidak ada yang memberikannya.
Penyakit mental memang bukanlah aib tapi tidak semua
orang paham dengan hal itu. Beberapa kali merasa “sehat” walau belum
mendapatkan hasil yang signifikan. Sakit mental itu penyembuhannya ternyata
lama banget. Terasa sembuh bukan karena mengkonsumsi obat saja, tapi juga
bagaimana pikiran bisa saling sinkronisasi dengan tubuh.
Sebulan pertama seperti ada perubhan yang sangat
signifikan. Namun, Ketika menjalani ke bulan kedua malah semakin terasa jungkir
baliknya. Apalagi di tambah hormon sedang jungkir balik karena mens. Entah kenapa
kemarin Ketika control malah lupa menanyakan hal penting itu.
Padahal ada pertanyaan penting yang seharusnya di
ungkapkan. Walau entah kenapa Ketika berada di depan psikiater dan psikolog
malah blank semuanya. Apakah mungkin karena masih masa adaptasi? Masih banyak
sekali yang di sembunyikan, tidak bisa mengungkapkan karena malu. Merasa tidak
terbiasa mengungkapkan apapun merasa tidak pantas jika memiliki teman cerita. Karena
selama ini terbiasa untuk menahan segala gundah di hati.
Banyak hal yang ingin di tuliskan dan membingungkan
sebenarnya, bingung kenapa? Karena aku pun gak tau apa yang akan di tuliskan. Terlalu
terbiasa dengan kompleksnya pikiran dan merasakannya sendiri saja.
Beberapa orang mengetahui kondisiku tapi memang tidak
ada yang berinisiatif menanyakan keadaanku karena memang akupun tidak ingin
menceritakannya. Ingin di tanya tapi tidak ingin menjawab dengan lantang. Gengsi
itu terlalu nyata? Apakah ini termasuk rasa gengsi ya? Banyak juga pertanyaan
yang ada di kepalaku.
Kadang-kadang Ketika merasa biasa-biasa saja malah
sempat bertanya “apakah aku pantas mendapat perhatian?” sedang aku tak memiliki
karya yang bisa membanggakan. Bukankah semua orang akan memberikan apresiasi Ketika
orang tersebut memiliki karya yang patut di beri perhatian lebih. Sedangkan aku
terlalu nyamana jika menarik diri dan nyaman dengan kesendirian, jadi merasa
tidak pantas apabila mendapat perhatian lebih dari siapapun.
Biarlah ia menjadi bagian pertanyaan yang tak kunjung
mendapat jawaban. Biarlah ia menjadi pertanyaan yang mengendap dalam kepala
atau di tuliskan saja disini. Agar suatu saat aku akan mendapat jawabannya
cepat ataupun lambat.
Hanya 1 hal yang aku inginkan sekarang. Memiliki karya
yang pantas di apresiasi oleh anak-anakku dan mereka merasa bangga memiliki ibu
seperti aku yang memiliki penyakit mental. Harus sehat untuk mereka.
