curhatku, kata hatiku

     tiba-tiba saja pingin menulis banyak hal. bukan untuk curhat semata, tapi juga menyelesaikan isi kepal yang sudah terlanjur penuh.

    berterima kasih pada Allah yang selalu memberikan apa yang selalu di pinta tapi terjawab dengan banyaknya hal terjawab. gak minta banyak tapi yang di kasi lebih dari cukup. banyak sekali pembelajaran yang kadang susah dipercaya tapi ketika Allah mengatakan TERJADI pastilah akan terjadi.
    
    seperti dalam minggu ini, banyak ekali keajaiban yang Allah beri untuk kelancaraan perjalanan kehidupan selanjutnya. sebut saja salahsatu yang sering sekali membuat isi kepala saya lebih berisik. persoal masa depan anak-anak yang secara teori saya sangat paham bahwa semuanya sudah Allah jamin. yang seharusnya tidak harus di khawatirkan namun tetap haarus di usahakan dengan kerja cerdas. 
    namun, saya harus memastikan banyak hal. terutamaa pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang Allah amanahkaan kepada kami. masihkah ada rasa bersalahnya saya dan lebih menyalahkan diri sendiri yang selalu merasa menjadi biang keladi keadaan anak pertam kami? ada banyak kelalaian. 

    tapi semua itu tidak akan membuat permasalahan menemukan penyelesaian, malah membuat saya semakin setres. akhirnya, semua hal yang membuat setres terselesaikan satu persatu. butuh waktu tahunan dan bilangan hari yang tak ada selesainya, habis badan dan isi pikiran juga waktu pastinya.

    akhirnya Allah menjawab segala gundah. dipertemukan dengn lingkungan dan sekeliling yang bermulaa dari banyaknya trust issues selama bercengkramma dengan banyak orang pada sebelumnya. dan orang-orang sangat memperhatikan kami. 

    sebagai anak rantau yang jauh daroi keluarga inti seperti saya ini. apasih yang di ingini? gak muluk-muluklah. hanya ingin di anggap keberadaannya. hanya itu! saya juga rindu di perhatikan secara khusus, terbiasa dengan kesendirian dan kecurigaan itu tidak ada nikmatnya. walau akhirnya saya mncoba berdamai dengan keadaaan itu.

    kembali kepada lingkungan baru yang telah membuat saya takjub. dan membuat saya tidak bisa memukul rata ketimpangan, tidak adalagi kecurigaan. kekeluargan itu nyata adanya. itulah yang saya rasakan.

    seperti ke anak pertam kami, dalam wsktu sebulan sedikit demi sedikit memiliki jalan terang, di jembatani untuk pendidikannya, di pertemukan dengan lembaga yang ahli di bidangnya. kepasrahan itu membuahkan hasil. adam akan di tangani oleh ahlinya lagi, dengan pendampingan yang ikhlas pastinya, semoga ini juga menjadi titik terang perjalann adam selanjutnya.

    untuk anak kedua juga akhirnya mengenyam pendidikan yang lebih fokus untuk perkembangannya juga ke depan, tak apa "libur" untuk 1 semester ini, tapi di beri alternatif yang lebih serius. rasanya ingin memeluk orang-orang baik ini. walu saya juga sudah kadung malu. ada janji dalam diri saya sendiri yang hany diri dan Allah yang tau.

    untuk anak ketiga kami, sudah di jamin pendidikannya, agar dia bisa mengenyam pendidikan yang sedikitnya sesuai dengan kemauan kami sebagai orngtua. 

    alhamdulillah sudah di bantu sebegitu banyak. semoga nnti Allah yang akan balas. kami juga akan membayar dengan sejuta dedikasi, dan semua ini butuh bnyak waktu saya untuk beradaptasi. semoga proses ini di ridhoi Allah

pinterest.com


    
    


Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...