sulitnya berdamai dengan diri sendiri yang tidak mudah percaya dengan orang lain. tentang hati yang sering sekali tercabik-cabik oleh kalimat orang lain yang sebagian besar tidak mengerti apa yaang aku inginkan.
jangan merasa paling mengerti jika tidak tahu bagaimaana isi dalamku yang sebenarnya, sepeertinya hanya itu yang ingin aku katakan. padahal yaang aaku butuhkan adalah pelukan dan dikuatkan bahwasannya orang itu tidak aakan laari walau seplik apa aku menceritakan.
jika hanya sebatas agama, walau tidak bisa di katakan "sebatas" dan ingin mencaris eluk beluknya lebih dalam. tidak akan terjadi perceraian antar suami istri di kalangan alim ulama yaang sudah bisa di rahasiakan lagi di khaalayak umum. dan saat itu tidak perlu aku tuliskan.
jikaa haanya sebatas pengetahuan agama, alquran dan hadits. tidak akan terjadi perang antar saudaraa yang sebagian besar antar keluarga tersebut memahami soal agama dan baahkaan ilmu waris yang sesuai dengan kaidah agama.
jika hanya soal agama dan pengetahuan di dalamnya. mungkin tidak terjadi paara orangtua yaang menuntut anaknya menjadi seperti yang mereka impi-impikan dan banyaknya anak-anak para alim ulama yang justru terperosok ke dalam jurang "ketidak beruntungan" menurut kacamata manusia yang sangat hobi membanding-bandingkan.
dan benar sajaa, berharap pada penilaian manusia tidak akan ada habisnya ketidak puasan yang di terima. biar semua berjalan sesuai dengan maunya kita sebagai orang yang menjalankan alur kehidupan diri sendiri. jangan mau di setir. pun itu adalah yang menuurt orang lain setiran yang baik dan mungkin itu tidak menyamankan hati dalam menjalankannya.
lalu, ketika sudah tidak percaya dengan yang namanya manusia. apa yang harus di lakukaan? sebenarnya ada saja yang harus di eksekusi, terlebih itu dikembalikaan laagi pada dirimu untuk melaksanakannya atau tidak. saya akan menjembrengkan sedikit saja apa yang saya rasakan.
shohiby, hidup memang selucu itu. jika ia terasa lempang-lempaang saja. jangan dirasa tidak akan ada kerikil yang mampir dalam perjalanannya.
jadi...
1. percayalah, apapun yang datang menghampiri, semuanya di hadirkan oleh Allah.
tidak ada hal yang datang selain atas izin Allah. yang kita tau deh, daun yang jatuh dari ranting aja kalau tidak karena Allah, ia tak akan jatuh. walau mungkin sebagian kita akan berpikir. "alaaah, kan ketiup angin ini, atau karena hewan, atau karena ulah manusia sendiri"
tapi, sebenarnya semuaa hal itu pasti atas seizinnya.
2. berusahalah mengembalikan apaapun yaang telah terjadi pasti ada penyelesaiannya.
beberapa kali saya sendiri menulis. "setiap hal yang tidak mengenakkan, pasti di lengkapi dengan penyelesaian". walau saya masihlah denial ketika masalah kerap datang lalu tidak bersabar dalam menghadapinya, tapi dalam lubuk hati pasti mengatakan semuanya sudah lengkap pastinya
3. minta kepada Allah
pinta sebanyak-banyaknya kepadaNya, seputar apapun yang ada dalam hati. bagi sebagian perempuan, Pra Mensturasi menjadi titik paling rendah ketika menghadapi gundahnya hati. terseba hormon yang tidak seimbang. Entah apa istilah kedokterannya ya..
dan berada di titik ini pasti sangat tidak nyamaan, namun, bisa di tanggulangi dengan meminta kepada Allah agar ditenangkan. dan pastinya sambil melakukan hal-hal yang membuat hati bahagiaa.
INTINYA?!?
semua hal, apapun yang sedang di hadapi. tenangkan hati dengan bercerita. jika manusia yang gudangnya kekhilafan tidak bisa menjadikanmu seseorang yang dapat menerima gundahmu. pastikan kembalikan segala hal yang telah di hadapi kepada Allah. jika hal itu tidak bisa juga menenangkan. carilah ahli yang sedikit sudah melalui beberapa tahap ilmu untuk menghadapi orang-orang yang kurang sehat dalam mentalnya.