kecewa itu biasa

kadang-kadang suka heran sendiri kenapa diri ini tidak bisa sedikit rileks dengan keadaan yang telah ada.

kadang-kadang suka terheran sendiri kenapa terlalu emosional menghadapi situasi kurang enak di rasakan.

dan kadang-kadang suka hean sendiri mengapa di setiap perjalanan hidup harus menghadapi orang yang super mengesalkan.

lalu, diri ini merasa sudah sangat sempurna menjalani kehidupan? (sudah paling cocoklah bahasanya ya..)

ketika di flashback ke masa lalu, rasanya malu. kenapa dulu menjadi orang yang sangat menyebalkan. 

dan ternyata ketika sudah memiliki jawabannya, menjadikan diri lebih rileks menjalani kehidupan.

lalu, ketika sudah lihai menjalaninya. sudah bisa menikmati kehidupan  begitu saja. 

    semuanya bermuara dari cara berpikir serta hati yang dapat menerima segala keadaan.

kadang tuh gini ya... (agak ingin curhat sedikit)

semua keadaan yang menurut kita tidak mengenakkan itu bermuara dari "ekspektasi" kita terhadap manusia dan kehidupan.

ingin dimanusiakan tapi ternyata keinginan itu tak berbanding lurus dengan orang lain.

mungkin sebagian orang bisa merasa sudah memberikan selayaknya, dengan memenuhi kebutuhan yang benar-benar pokok saja, tanpa bisa lihai memperhatikan dan tanpa bisa lihai memberikan yang lain.

dan ada juga orang yang sangat bisa memposisikan dirinya terhadap orang lain. yaps, prinsip dalam hidupnya "jika aku tidak suka di beginikan, bagaimana mungkin aku sanggup berbuat seperti itu terhadap orang lain" 

entahlah, bagaimana cara membahasakannya dengan baik dan benar.

wallahi, ini tak hanya sebatas tulisan saja. ini terjadi dalam dunia nyata.

well, kecewa dengan sikap orang lain ya....ada batasnya ya. biarlah orang lain bagaimana. karena KECEWA DENGAN MAKHLUK ITU SUDAH TERLALU BIASA DALAM HIDUP. 

benarlah adanya, jangan di sandarkan hidup pada makhluk Allah.

Allah akan buka tabir kekeliruan kita selama ini.

 jangan terlalu kagum dengan manusia, bila Allah berkehendak, kita bisa terpelanting karena sebuah ekspektasi. 

yaps, biasa-biasa saja.

jika tidak sekarang mau kapan lagi?

 sebuah alibi terkini, ingin dinyatakan sukses tapi malas dalam berusaha.

padahal sangat menyadari, tidak ada kesukseskan jika tidak menjalani sebuah perjuangan. dan faktanya perjuangan itu dilandasi dengan kepahitan yang terkadang tak dapat diurai dengan kata.


namun, sebagian orang hanya ingin mendapatkan sukses tanpa harus menjalani kepahitan itu, ya...mana ada bambang!


kau terlalu banyak teori pun pasti tidak akan menghasilkan apa-apa. 

itu hanya menjadi angan belaka yang tidak akan kau dapat meraihnya.

berjuang sekarang, apapun yang bisa kau perjuangkan, bila perlu dengan peluh dan airmata darahmu!

dimulai sedari dini, jika tidak begitu mau kapan lagi?

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...