maslahat sesama

 "saya senang pada bambu itu, namun, jika ia telah mengganggu kemaslahatan bersama saya akan membongkarnya"


begitulah kalimat yang saya dengar ketika duduk bersama di sore hari sekitar setahun yang lalu. jangan ditanya, saya takjub dengan kalimat itu.


tidak banyak orang dapat melakukan itu. ketika dia mencintai dan da juga mampu berkorban mengenyampingkan yang dia cintai itu, demi kemaslahatan bersama.


ya..mungkin juga saya termasuk didalamnya.


-jika itu menggaggu kenyamananku sebagai orang yang hidup, dan orang tak memahami kebutuhanku, buat apa aku capek2 untuk berkorban, toh org lain tak memahamiku sepenuhnya-


tau banget kan, jika ada orang yang bisa mengungkapkan begitu, berarti dia bener2egois terhadap sekitarnya. maunya hanya senyamannya dia, tanpa mikir bagaimana orang lain menghadapinya.


belajarlah agar tak egois 


wallahu a'lam.



haram "kepo" handphone pasangan (suami ataupun istri)

 kemarin akhirnya mencari tau banyak perihal privacy antara suami dan istri.

ternyata  baru paham antara suami istri  ketentuannya ada privacy masing2. tak harus merasa terabaikan sih, atau jadi mikir macem2, 


tentang apakah itu?

meriksa2 hape pasangan suami istri itu ternyata haram, dan itu adalah hal privacy masing-masing yang harus diberi ruang tersendiri.

dan kita dituntut untuk menerima ketentuan tersebut.

bahkan ini tak hanya pakar psikologi atau pakar "pasangan sejahtera" yang membahasnya.


ada fatwa ulama. kenapa? karena ini kembali ke pertenggung jawaban masing2 kita dihadapan ALLAH kelak.

kata salah seorang ust yang mengatakan itu "tak perlulah terlalu penasaran, toh itu adalah bentuk tanggung jawab dia sendiri. biarkan pasangan kita dengan urusannya, kita dengan urusan kita sendiri, terlepas dari urusan kita sebagai suami/istri dan rumah tangga. jangan menambah-nambah beban pikiran kita dengan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan  kewajiban kita'.

namun, kembali ke pribadi dan kesepakatan masing-masing kita ya...


saya dan suami termasuk yang lost dengan ini, beliau buka handphone saya atau sebaliknya, itu bukan masalah bagi kami, 

hanya untuk sebatas 'ooo oke" 

jika memang ada yang harus di "curhatkan" ya..kami saling menyampaikan. pun, itu seputar sekelilingnya, 


mudah sih, 


kembali ke kesepakatan masing-masing ya... 


dan, kesepakatan-kesepakatan itu tercipta karena ada pembicaraan.


lagian ya...dah ada Allah, biar Allah yang mengatur itu semua. 


wallahu a'lam


tanggul, 28 november 2020

Naik Level, Tapi Kok Hidup Masih Gitu-Gitu Aja?

  Setiap harus memperbaiki keadaan berarti kita telah menemukan formula baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang selama ini seperti...